7cloud.asia – Beberapa hari terakhir wilayah Kota Padang, Sumatera Barat diselimuti kabut asap yang berasal dari empat provinsi tetangga.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Edi Hasymi, mengatakan keempat provinsi tersebut adalah Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, dan Riau.
Melansir Antaranews, Edi menjelaskan ratusan titik api dari empat provinsi tetangga tersebut berimbas ke Sumbar, terutama Kota Padang.
Bahkan pada Kamis (19/10) kualitas udara di Ranah Minang memburuk atau berada pada kategori kuning (tidak sehat) dengan angka 104.
Pada Kamis (19/10) sebagian besar daerah di pesisir timur Pulau Sumatera diantaranya Kota Dumai, Pekanbaru, Jambi, Kabupaten Siak, Tanjung Jabung Timur dan Bayuansin, masuk kategori tidak sehat.
Bahkan kualitas udara di Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Hilir berada pada level sangat tidak sehat.
baca juga: asap menyelimuti kota padang masyarakat diimbau gunakan masker
Titik api yang semakin banyak di sejumlah provinsi tetangga menyebabkan kabut asap kian tebal dan turut berimbas ke Kota Padang. Kondisi itu semakin parah dengan tidak turunnya hujan selama beberapa hari.
Namun, sambung dia, pada Sabtu (21/10) kualitas udara di Kota Padang mulai membaik karena turunnya hujan selama dua hari berturut-turut di sejumlah daerah, termasuk Padang.
“Pada Sabtu (21/10) ISPU melalui peralatan Air Quality Monitoring System (AQMS) tercatat di angka 87 dengan kategori sedang,” kata Edi.
Hingga Sabtu (21/10) pukul 23.00 WIB , terpantau empat titik api dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.
baca juga: palembang diselimuti kabut asap jam sekolah berubah
Pemerintah setempat mengimbau masyarakat tetap waspada dan melakukan pencegahan. Salah satunya dengan mengenakan masker jika berada di luar ruangan.
Edi juga mengimbau masyarakat menggunakan masker bedah atau masker berstandar N95/KN95/KF94 yang dapat menyaring partikel debu ukuran 2,5 mikrometer.
Selain itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran apapun, termasuk sampah. Hal itu ditujukan untuk mengembalikan kondisi udara seperti sebelum terjadinya kabut asap.
Seperti yang diwartakan sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan terjadi di beberapa wilayah di Sumatera Selatan, yaitu Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, dan Kabupaten Musi Banyuasin.
Selain itu, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di sekitar lokasi pemegang izin berbasis lahan lainnya seperti di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Muara Enim, Lahat, dan Musirawas.
Akibat kebakaran hutan dan lahan tersebut, asap mengepung wilayah tersebut hingga ke provinsi lainnya.
Reporter: Nurakhmayani

