7cloud.asia – Di dunia yang didominasi oleh praktik-praktik fast fashion yang dinilai tak ramah lingkungan, muncul alternatif yang menjanjikan. Yaitu, toko pakaian bekas atau thrifting.
Harta karun berupa pakaian bekas atau thrifting ini tidak hanya merupakan pilihan yang ramah lingkungan namun juga mengubah cara pikir orang tentang fesyen.
Earth.Org berbincang dengan Susan Flaherty, pemilik toko amal pakaian bekas yang berkembang pesat di Galway, Irlandia, untuk membahas semakin besarnya daya tarik gaya ramah lingkungan dan dampak positifnya bagi Bumi.
Susan Flaherty adalah manajer toko amal Vision Ireland di Galway dengan lebih dari 13 tahun pengalaman ritel dan keranjingan berbelanja barang bekas.
Baca: Thrifting makin diminati, ini alasannya
Dan, ternyata dia sangat antusias dengan masa depan fesyen bekas dan ingin lebih banyak orang mengetahui apa yang ditawarkan di sana.
“Toko barang bekas sudah benar-benar berkembang dibandingkan tahun lalu,” kata Flaherty kepada Earth.Org.
“Ini bukan sekadar apa saja yang dijual. Standarnya lebih tinggi, dan kualitas pakaiannya lebih baik dibandingkan sebelumnya.”
Dalam masyarakat kita yang sadar lingkungan, toko-toko amal di seluruh negeri melaporkan adanya peningkatan jumlah pengunjung.
Menurut survei terbaru dari Vision Ireland, 20% responden mengunjungi toko amal setidaknya sebulan sekali.
Baca: Era baru thrifting, mengolah baju bekas jadi lebih bernilai
Meskipun 70% responden berbelanja barang bekas dengan harga murah, 36% mengatakan mereka menikmati manfaat keberlanjutan yang didapat dari berbelanja barang bekas.
Sayangnya, banyak dari kita yang salah paham tentang pakaian bekas dan memerlukan panduan tentang cara berbelanja ramah lingkungan.
Namun anggapan bahwa pilihan pakaian bekas yang tersedia terbatas, berkualitas buruk, atau ketinggalan jaman tidak sepenuhnya benar.
“Jangan meremehkan [belanja barang bekas], ini sudah berkembang pesat, Kualitas dan harga ada,”
Dia melanjutkan, dan jika Anda mempertimbangkan untuk membantu badan amal disertai dengan faktor keberlanjutan, maka hal ini sama-sama menguntungkan.”
Baca: Industri fesyen ini berproduksi dari tekstil sisa
Mengapa Fashion Berkelanjutan Penting? Pasar ritel barang bekas sedang booming dan menyediakan alternatif yang berkelanjutan dan terjangkau dibandingkan fast fashion baru.
Namun, perusahaan fast fashion tetap populer, meskipun kesadaran masyarakat meningkat terhadap isu lingkungan yang terkait dengan fast fashion.
Promosi merek-merek besar memikat kita untuk tertarik pada produk mereka, dan kenikmatan yang kita peroleh dari membeli produk fast fashion yang murah, bahkan sampai merugikan dompet dan planet kita, membuat kita terjebak.
Dampak negatif fast fashion sudah banyak diketahui. Mode cepat (fast fashion) bertanggung jawab atas hampir 10% emisi karbon global.
Baca: Sustainable ala ControlNew
Angka ini lebih besar dari total emisi yang berasal dari penerbangan internasional dan gabungan industri maritim.
Banyak tragedi besar yang menyoroti eksploitasi pekerja di industri fast fashion ini. Sementara itu, dengan dampak krisis iklim yang sudah mulai dirasakan, kita harus keluar dari perangkap fast fashion.
Dan jika Anda berpikir berbelanja secara ramah lingkungan berarti menghabiskan banyak uang untuk membeli barang-barang yang dipesan lebih dahulu, hal ini salah besar.
“Kami mempunyai pilihan pada tingkat yang lebih rendah dan lebih tinggi,” jelas Flaherty. “Dan untuk pelajar, kami menawarkan diskon 10% dengan identitas yang masih berlaku. Jadi, ini pasti dapat diakses oleh semua orang.”
Sumber : earth.org, baca artikel asli di sini
