Tag: Pandawara

  • Aksi Keren Anak Muda Bandung Bernama Pandawara: Nyebur Sungai Angkut Sampah

    Aksi Keren Anak Muda Bandung Bernama Pandawara: Nyebur Sungai Angkut Sampah

    7cloud.asia – Pandawara. Demikian lima anak muda asal Jalan Caringin, Kopo, Kota Bandung, Jawa Barat ini menamai geng atau komunitasnya.

    Lima anak muda keren yang bergabung dalam Pandawara itu adalah Muchamad Ikhsan, Gilang Rahma, Agung Permana, Rafly Pasya, dan Rifki Sa’dula. Usia mereka rata-rata di usia awal 20an.

    Aksi Pandawara nggak tanggung-tanggung. Mereka nggak segan nyemplung ke saluran air atau sungai yang mampet untuk memunguti sampah-sampah yang menyumbat sungai tersebut.

    Bahkan tak jarang personel Pandawara nyemplung ke septic tank. Dan semua itu dilakukan dengan sukarela. Keren banget bukan?

    Pandawara yang berdiri pada 2022 ini punya tujuan besar, yakni ingin mengajak semua anak muda di Indonesia untuk peduli pada lingkungan. Aksi nyata yang dikampanyekan Pandawara adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan dan mau membersihkan sampah di depan matanya.

    “Ini jadi habit (kebiasaan) agar kita bisa menjaga lingkungan untuk bisa memperluas biar anak muda bisa mengikuti apa yang Pandawara lakukan, bahwa mengambil sampah itu gak sebosan apa yang dilihat, menjaga lingkungan juga bisa keren,” ungkap Muchamad Ikhsan seperti dikutip detik.com.

    Baca: Teba, kearifan warga Bali dalam mengelola sampah rumah tangga

    Kiprah Pandawara bermula pada pertengahan 2022 lalu. Kelima pemuda yang merupakan teman satu kompleks ini mengaku sering menjadi korban banjir kala hujan lebat mengguyur kota Bandung.

    “Pandawara ini terbentuk dari perkumpulan teman-teman SMA, inisiasinya karena kita terdampak dulu si, karena emang wilayah kita di Bandung suka banjir dan kita berlima mencari penyebab masalahnya apa sih bisa banjir,” kata Muchamad Ikhsan. 

    Awak Pandawara merasa risih saat lagi nongkrong suka kebanjiran. Ikhsan melanjutkan, dari situ timbul ide ketimbang dibersihin setelah banjir mereka coba cari sebabnya. Ternyata banjir yang sering melanda lingkungan mereka akibat tumpukan sampah yang menyumbat saluran air. 

    “Setelah ditelusuri penyebabnya apa karena penyumbatan sampah di sungai,” ujarnya.

    Soal nama Pandawara, menurut Ikhsan diambil dari dua kata yaitu Pandawa dan Wara. 
    Pandawa yang dalam kisah pewayangan artinya berlima juga, waranya di berbagai bahasa artinya membawa berita baik. Jadi Pandawara berarti lima anak muda yang membawa berita baik gitu kali ya. 

    Baca : Kurangi limbah lewat thrifting

    Awalnya Pandawara tidak turun langsung ke dalam sungai untuk membersihkan sampah seperti yang dilakukan saat ini. Mereka tadinya hanya membersihkan sampah di sisi-sisi sungai.

    Namun rupanya hal itu tidak berdampak besar untuk mengatasi banjir yang sering terjadi di wilayahnya. Dari situlah, Ikhsan dan keempat rekannya di Pandawara memutuskan untuk terjun langsung ke sungai untuk mengangkut sampah yang menumpuk disana.

    “Untuk awalnya kita mengurangi sampah di pelataran sungai, tapi selama 10 bulan berjalan kita turun ke sungai yang emang sampahnya sudah numpuk, kita eksekusi dan alhamdulillah sampai sekarang berjalan,” ungkap Ikhsan.

    Baca: Cara masyarakat adat hadapi perubahan iklim

    Dengan bermodalkan peralatan seadanya, kelima pemuda ini turun ke kubangan sungai yang sudah menghitam dipenuhi sampah. Bau tak sedap hingga hewan-hewan seperti lintah sudah menjadi hal yang biasa mereka rasakan tiap beraksi.

    “Mening kotor baju pas lagi kerja? Atau dapet uang kotor diluar amanat kerja?” demikian tulis Pandawara di akun Instagram mereka @pandawaragroup.

    Jargon itu yang membuat Pandawara tidak berhenti melakukan aksi untuk membuat sungai-sungai di Bandung bersih dari sampah. Kini mereka telah menggunakan perlengkapan yang lebih memadai dengan memakai sepatu boot, sarung tangan hingga alat pengait sampah.

    “Kita coba memperluas juga kegiatan kita dan setelah di sekitaran kita sudah aman, kita cari sungai lain yang sampahnya sudah darurat numpuk. Selain di Kopo, pernah di Rancaekek, tapi banyaknya di Bandung Selatan dari sungai besar kecil dan septic tank,” ujarnya.

    Berbagai jenis sampah pernah diangkut oleh Pandawara dari sungai-sungai yang mereka bersihkan. Mulai dari sampah plastik hingga sampah ‘raksasa’ seperti kasur dan lemari.

    “Random ya, kalau nemu sampah itu di sungai ada sofa, kasur dan bongkahan lemari juga ada,” ucap Ikhsan.

    Baca: Dampak negatif gaya hidup konsumtif pada lingkungan

    Kepedulian Pandawara pada kebersihan lingkungan ini mendapat sorotan publik dan membuat Pandawara menjadi viral di sosial media. Saat ini akun medsos Pandawara telah memiliki jutaan follower dan aksi mereka menginspirasi banyak orang.

    Untuk mengajak lebih banyak orang melakukan hal yang sama, Pandawara juga sengaja membuat konten yang diunggah ke akun TikTok, Instagram hingga Youtube. 

    Aksi Pandawara dengan membuat konten bersih-bersih sungai banyak mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Pandawara dianggap mampu menginspirasi anak muda dengan aksi menjaga lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya.

    Jadi teruslah berkarya nyata Pandawara. Buat kamu yang membaca, semoga tergerak mengikuti aksi nyata Pandawara, setidaknya dengan mengurangi produksi sampah dan tidak membuang sampah sembarangan.

    Esti Utami, dari berbagai sumber

    https://waste4change.com/blog/pandawara-group-pemuda-inspiratif-penggiat-bebersih-sungai/

    https://www.detik.com/jabar/jabar-gaskeun/d-6496221/pandawara-group-lima-sahabat-menerjang-sungai-demi-pungut-sampah

  • Serunya Pandawara dan Warga Bandar Lampung Bersihkan Salah Satu Pantai Terkotor di Indonesia

    Serunya Pandawara dan Warga Bandar Lampung Bersihkan Salah Satu Pantai Terkotor di Indonesia

    7cloud.asia – Aksi keren awak Pandawara membersihkan sampah plastik ternyata menginspirasi banyak warga Indonesia untuk membersihkan lingkungna mereka. 

    Hal ini antara lain dibuktikan dengan aksi bersih-bersih sampah plastik dari Pantai Sukaraja, Bandar Lampung yang disebut sebagai pantai terkotor nomor dua di Indonesia.

    Dengan dimotori awak Pandawara, ribuan warga Lampung turun bersama membersihkan lautan sampah plastik yang mengotori Pantai Sukaraja pada Senin (10/7/2023).

    Baca: Aksi keren Pandawara bersihkan sampah plastik

    Aksi bersih-bersih sampah plastik di Pantai Sukaraja ini berawal dari Tiktokers Pandawara mengajak masyarakat di Kota Bandar Lampung untuk bersih-bersih pantai.

    “Warga Lampung mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, pantai terkotor nomor dua ada di Kota Kalian. Dicari seribu orang warga Lampung untuk mengurangi sampah di daerah ini. Untuk warga Lampung Let’s Join In The Party. Untuk kegiatan bersih-bersih akan dilakukan pada Senin (10/7/2023) dimulai pukul 07.00,” tulis Pandawara di akun Tiktoknya

    Dari tiktok Pandawara inilah, kemudian ribuan warga Lampung tergerak untuk bersama-sama membersihkan Pantai Sukaraja.

    Baca: Pengembangan teknologi untuk megolah sampah plastik

    Sejak pukul 07.00 Wib, warga telah berdatangan. Hujan deras yang sempat mengguyur lokasi tersebut, tidak menyurutkan semangat warga untuk membersihkan sampah plastik yang menutupi pinggir pantai.

    Setelah menumpuk puluhan tahun lamanya, sampah plastik yang menutupi bibir Pantai Sukaraja, Bandar Lampung akhirnya dibersihkan.

    Terlihat, ribuan warga Kota yang berjuluk Tapis Berseri tumpah membersihkan pantai yang berlokasi di Jalan Ikan Selar, Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras Bandar Lampung tersebut.

    Baca: KLHK ajak masyarakat boikot produk yang tak pedulikan sampah plastik mereka

    Sejumlah warga setempat mengungkapkan, dengan dilaksanakan kegiatan bersih-bersih oleh Pandawara ini bisa membantu para nelayan sekitar.

    Mereka para nelayan ini mengaku terbantu bantu bener untuk nelayan. Sampah plastik yang sudah menumpuk sejak tahun 2004 akhirnya dibersihkan.

    “Sampah ini dari mana-mana, dari sungai ke laut, terus ketarik payang dan numpuk di sini,” kata Bonge, salah seorang warga setempat sebagaimana dikutip Kompas TV. 

    Baca: Kolaborasi pemerintah-produsen dan warga untuk kurangi sampah plastik

    Payang adalah pukat kantong yang digunakan untuk menangkap gerombolan ikan permukaan. Karena sampah plastik maka tangkapan nelayan menurun.

    “Ini sangat berpengaruh bagi kami para nelayan, bukannya narik ikan malah narik sampah yang dapet,” sambung dia.

    Dalam kesempatan itu, awak Pandawara juga memberikan edukasi terkait bahaya sampah plastik untuk lingkungan. Pandawara mengajak warga untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mengurangi sampah plastik.

    Baca: Robries memberi nilai lebih pada sampah plastik

    Imron, selaku Kepala Lingkungan RT 09. menyampaikan, di lokasi tersebut sebenarnya ada pengolahan sampah tetapi saat ini sudah tidak berfungsi.

    “(Pengolahan sampah) pernah ada, sekitar tahun 2010. Sempat berfungsi sebentar lalu enggak berfungsi lagi. Tapi kalau bersih-bersih memang kita selalu rutin bersih-bersih, tapi sampah selalu numpuk di sini,” pungkasnya.

    Ia berharap, warga di daerah hulu untuk tidak membuang sampah plastik yang kemudian mengotori pantai seperti ini. 

    Baca: Sampah styrofoam masih banjiri teluk Jakarta

  • Pandawara Bakal Beraksi Lagi, Kali Ini di Pantai Cibutun Loji Sukabumi

    Pandawara Bakal Beraksi Lagi, Kali Ini di Pantai Cibutun Loji Sukabumi

    7cloud.asia – Pandawara, kelompok anak muda yang peduli pada lingkungan akan kembali menggelar aksi bersih-bersih pantai.

    Pilihan Pandawara kali ini adalah Pantai Cibutun Loji yang berada di Sukabumi, Jawa Barat yang disebut sebagai salah satu pantai terkotor di Indonesia.

    Pandawara yang asal Bandung mengaku sudah mendapatkan izin dari aparat desa dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukabumi, Jawa Barat, untuk membersihkan pantai terkotor nomor 4 di Indonesia itu.

    Baca: Aksi Pandawara bersihkan pantai terkotor di Lampung

    Untuk itu, kru Pandawara mengajak masyarakat setempat dan instansi terkait untuk bergabung dalam aksi bersih-bersih pantai yang akan digelar pada 6-7 Oktober 2023.

    Seperti diketahui, sebelumnya ramai diberitakan soal penolakan Kepala Desa Sangrawayang Muhtar terhadap aksi bersih-bersih pantai yang dilakukan Pandawara.

    Belakangan Muhtar mengklarifikasi bahwa dirinya tidak pernah menolak Pandawara. Namun, dia menyayangkan aksi itu diunggah di media sosial.

    Baca: Awal mula kenapa Pandawara bergerak

    “Kita ingin meluruskan, pada tanggal 29 September hari Jumat, kita telah datang dan mendapatkan izin serta telah berkoordinasi dengan aparatur desa setempat dan DLH Kabupaten Sukabumi untuk menjelaskan perihal terkait pembersihan yang kita akan lakukan,” ujar Pandawara dalam video yang diunggah di akun Instagram mereka @pandawaragroup.

    “Sesuai dengan yang telah kita jadwalkan, kita akan tetap melaksanakan kegiatan clean up pada tanggal 6 sampai 7 Oktober,” kata Pandawara. 

    Baca: Menggunakan tumbler, langkah kecil yang berdampak besar bagi lingkungan

    Di video itu, Pandawara juga meminta maaf jika ada pernyataan yang dinilai menyinggung sejumlah pihak dalam kegiatan bersih-bersih pantai yang dilakukan.

    Pandawara menyebut, apa yang mereka lakukan bertujuan membuka kesadaran seluruh masyarakat Indonesia tentang pentingnya menjaga lingkungan.

    Pandawara juga tidak pernah mengeklaim lokasi yang kotor menjadi bersih karena mereka.

    Baca: Biar gak nyampah, yuk pakai sistem guna ulang

    Pandawara menegaskan, pihaknya  selalu menyebutkan bahwasannya itu adalah hasil dari kolaborasi antara instansi terkait dan masyarakat yang ikut berpartisipasi.

    “Ini adalah pantai temuan keempat kita dengan kondisi pantai yang benar-benar darurat dan harus segera ditangani lebih lanjut. Dan harus diingat, dari mulai pantai nomor satu, kita tidak pernah menyebutkan ataupun menyalahkan pihak manapun dan kita tidak pernah mengeklaim setelah pantai itu bisa berhasil dibersihkan, bahwa itu berkat Pandawara,” imbuh Pandawara.

    Baca: Konsep guna ulang lebih efektif kurangi sampah plastik

    Pandawara adalah komunitas beranggotakan lima orang anak muda asal Bandung yang tergerak untuk membersihkan sampah yang mennyumbat perairan. 

    Meski hanya bergerak di hilir atau mengatasi sampah yang dibuang sembarangan, Pandawara berharap aksi mereka bisa menggerakkan anak muda untuk peduli pada lingkungan, khususnya pada sampah yang dihasilkan.  

     

     

  • Buntut Aksi Pandawara di Pantai Cibutun Loji Sukabumi, Polres Sukabumi Tergerak Selidiki Pembuang Sampah

    Buntut Aksi Pandawara di Pantai Cibutun Loji Sukabumi, Polres Sukabumi Tergerak Selidiki Pembuang Sampah

    7cloud.asia – Komunitas lingkungan Pandawara Group beri nominasi pantai pesisir Loji, Kecamatan Simpenan, Sukabumi sebagai Pantai Terkotor Nomor 4 di Indonesia.

    Dari foto yang diunggah Pandawara, terlihat pantai Cibutun Loji tertutup oleh limbah tekstil berupa potongan kain atau perca.  

    Atas fakta yang diunggah Pandawara ini, Polres Sukabumi menyatakan akan menyelidiki keberadaan tumpukan limbah potongan kain (perca) yang mendominasi sampah di Pantai Cibutun dan pesisir Pantai Loji, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

    Komitmen untuk penyelidikan ini diungkapkan Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede di Sukabumi pada Rabu, (4/10/2023).

    “Saya sudah berkoordinasi dengan Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi untuk bersama-sama melakukan penyelidikan soal tumpukan sampah potongan kain di pesisir Pantai Loji, Desa Loji dan Pantai Cibutun, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan,” ujarnya dikutip Antaranews.com.

    Baca: Dampak buruk fast fashion pada lingkungan

    Menurut Maruly, saat melakukan gerakan aksi bersih Pantai Cibutun yang diinisiasi Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi untuk memperingati HUT ke-78 TNI, ratusan petugas TNI dan Polri bersama komunitas, pelajar dan warga terkejut ternyata sampah yang menggunung tersebut didominasi oleh potongan kain.

    Dari hasil analisa, limbah kain perca itu bukan berasal dari wilayah Kecamatan Simpenan tetapi berasal dari luar daerah yang diduga dibuang ke aliran Sungai Cimandiri yang bermuara ke Pantai Cibutun Loji.

    Maka dari itu, ia memerintahkan personel Satuan Intelijen Polres Sukabumi untuk menyusuri Sungai Cimandiri.

    Pihaknya pun mengindikasi ada di beberapa titik aliran Sungai Cimandiri yang berpotensi menjadi sumber dari limbah kain perca, seperti pabrik garmen atau lainnya yang berkaitan dengan kain perca.

    “Apakah limbah kain perca ini berasal dari pabrik garmen atau industri yang berkaitan dengan pengolahan kain, masih kami selidiki untuk mengungkap dari mana limbah kain itu berasal,” tambahnya.

    Baca: Serunya aksi Pandawara bersihkan pantai terkotor di Lampung

    Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup( DLH) Kabupaten Sukabumi memberikan respons mengenai kondisi tersebut.

    Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kabupaten Sukabumi, Saepudin Ginting  mengatakan permasalahan sampah di hamparan Pantai Cibutun Loji hingga Talanca tersebut memang harus ditangani secara bersama.

    Pasalnya, akar permasalahannya berada di muara sungai Cimandiri. Semua stakeholder, pemerintah, masyarakat, dan semuanya turut ikut serta dalam menangani permasalahan yang ada.

    “Dengan adanya kejadian yang terjadi di muara, langkah yang diambil adalah dengan menangani secara bersama.” ujar Saepudin seperti dikutip Sukabumiupdate.com.

    Selain Saepudin, Bupati Sukabumi Marwan Hamami memberi tanggapan terkait isu permasalahan pembuangan sampah masyarakat yang masuk ke sungai dan berasal dari hulu dan berujung ke muara Cimandiri.

    Baca: Sisi gelap fast fashion pada nasib buruh

    Marwan juga menyoroti sampah dari hasil ulah pabrik Garmen. Ia menuding bahwa tindakan tersebut merupakan ulah dari pabrik garmen yang membuang limbahnya ke sungai.

    “Pabrik Garmen yang di belakang sungai, moal jauh karena adanya limbah pabrik garmen, limbah potongan bahan,” ujarnya.

    Menurut Marwan, penumpukan sampah di pesisir Loji itu akibat persoalan buangan sampah masyarakat dari hulu yang rata-rata masuk ke sungai dan berujung ke muara Cimandiri.

    “Karena di beberapa sungai gede itu kan nyambung ke Cimandiri semua. Dari mulai hulu Leuwi orok Cibadak, Cimandiri ti nu ti Cianjur, Cicatih, semua ujung ujungnya bermuara di Cimandiri Palabuhanratu, dan ujung muara itu di Loji,” kata Marwan kepada awak media di Cikidang, Sabtu, 30 September 2023.

    Bermodal hanya dengan segala usaha yang menurutnya akan sia-sia jika tidak ada kerja sama dari setiap masyarakat untuk permasalahan sampah. Setiap minggu akan selalu ada tim kebersihan yang diterjunkan untuk membersihkan.

    Baca: Ini awal mula Pandawara beraksi

    Ia mendorong pihaknya untuk mengubah sampah-sampah tersebut sebagai barang yang bernilai ekonomis.

    Terkait rencana Pandawara Group yang akan bersih-bersih pantai itu, Marwan menyebut hal itu sudah dikomunikasikan.

    Iyos Somantri selaku Wakil Bupati yang memimpin kegiatan bersih-bersih mengungkap ada sekitar 1.300 orang yang ikut serta dalam rangka bersih pantai sepanjang 2 kilometer.

    Lebih lanjut, Iyos mengatakan bahwa tumpukan sampah yang berhasil diangkut mencapai 200 ton dan yang berakhir di Pantai Talanca merupakan kiriman dari luar.

    “Sampah kiriman dari luar kemudian menyebar dan kembali lagi kesini, seolah-olah pantai Talanca sebagai pantai penampung sampah. Harus adanya sikap dan kajian seperti apa yang nanti disosialisasikan serta secepatnya DLH berkoordinasi dengan Indonesia Power dan Forkopimda” katanya.

     

     

  • Aksi Pandawara Group: Konten Positif Obati Keresahan terhadap Masalah Lingkungan

    Aksi Pandawara Group: Konten Positif Obati Keresahan terhadap Masalah Lingkungan

    7cloud.asia – Pandawara Group adalah salah satu pemenang perhatian warganet belakangan ini, karena aksi lingkungan dengan bersih-bersih sampah yang dilakukannya.

    Dengan konten pembersihan sampah di sungai lalu merambah ke pantai, Pandawara Group memikat warganet hingga mampu meraup pengikut sampai 8,4 juta akun hingga tulisan ini dibuat.

    Per Oktober lalu, Pandawara Group sudah membersihkan 620 ton sampah dari 187 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Angka ini terus bertambah. Mereka menggarap aksinya bersama para kolaborator, terutama masyarakat dan pegiat lingkungan sekitar lokasi pembersihan.

    Jumlah sampah yang sudah dibersihkan Pandawara memang jauh dibandingkan volume sampah plastik di Indonesia yang sebesar 7,8 juta ton per tahun.

    Namun, dalam artikel yang ditulis Masitoh Nur Rohma, Assistant Professor in International Relations, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta
    ini, tidak dibicarakan dampak Pandawara mengurangi sampah.

    Melainkan kemampuan konten mereka menciptakan nuansa positif di kalangan warganet di jagat media sosial.

    Baca: Yuk! Ikuti aksi keren Pandawara 

    Pandawara Group, yang digawangi lima anak muda asal Bandung, mulai beraksi di Tiktok sejak Agustus 2022.

    Konten semacam ini, berdasarkan studi terbaru, justru manjur mengobati dampak buruk dari konsumsi konten negatif seputar lingkungan—salah satunya adalah eco-anxiety atau kecemasan lingkungan yang rentan dialami anak muda.

    Menurut penulis, inilah kekuatan Pandawara sebenarnya di kalangan warganet yang didominasi anak muda.

    Apa itu eco anxiety?
    Eco-anxiety adalah respons psikologis dan emosional yang timbul akibat maraknya krisis lingkungan yang terjadi di sekitar kita.

    Mulai dari hujan dan badai, air laut meluber, tumpukan sampah, sungai tercemar, kebakaran hutan, dan sebagainya.

    Menurut studi, eco-anxiety bermacam-macam gejalanya, mulai dari rasa tidak berdaya, frustasi, dan perasaan putus asa.

    Baca: Teba, kearifan lokal warga Bali kelola sampah rumah tangga

    Keresahan juga dapat memicu serangan panik atau panic attack bahkan gangguan konsentrasi dan gangguan tidur yang dapat mengganggu kesehatan tubuh kita.

    Salah satu penyebab eco-anxiety adalah konsumsi berita yang kebanyakan berisi kabar buruk.

    Saat pandemi COVID-19, konsumsi berita buruk juga menyebabkan kecemasan senada pada anak-anak muda.

    Bagaimana konten pembersihan sampah Pandawara mengobatinya? Ini bisa dijawab dari studi yang dilakukan Kathryn Buchanan dari University of Essex dan Gillian M. Sandstrom dari University of Sussex di Inggris.

    Keduanya menguji efek konten positif dan negatif ke 1.800 responden. Sebagian responden hanya menyaksikan konten negatif, sedangkan sebagian lainnya disuguhi konten positif dan negatif.

    Konten positif memuat video terkait aksi kebaikan seperti pemberian perawatan gratis bagi hewan terlantar, ataupun aksi membantu gelandangan.

    Baca: Milenial dan Gen Z bisa jadi kelompok penekan produsen untuk lebih ramah lingkungan

    Sedangkan konten negatif berisikan video teror di Manchester, maupun penyiksaan hewan.

    Hasilnya, grup responden yang menyaksikan konten positif+negatif mengemukakan keresahan emosional yang lebih rendah dibandingkan grup penonton video negatif saja.

    Grup positif+negatif juga mengungkapkan persepsi lebih baik terhadap kemanusiaan dibandingkan grup negatif.

    Dalam studi ini, peneliti menganggap bahwa konten positif menjadi obat yang meredam keresahan emosional akibat konsumsi konten-konten negatif.

    Studi juga membandingkan paparan konten hiburan dengan konten positif untuk mengungkit mood seseorang. Hasilnya, konten positif lebih efektif dibandingkan konten hiburan.

    Studi ini juga dapat dihubungkan dengan konten-konten yang diproduksi Pandawara Group.

    Baca: Riset mengungkap antusiasme Gen Z pada aksi pro lingkungan masih rendah

    Melalui aksi bersih-bersihnya, Pandawara Group menyebarkan muatan kebaikan sehingga menampilkan lingkungan yang lebih bersih.

    Karena itulah, konten-konten positif tersebut berpotensi menjadi peredam keresahan emosional terkait lingkungan yang timbul dari konsumsi berita-berita seputar kerusakan lingkungan akibat ulah manusia.

    Sampah yang menggunung, penyu tertusuk sedotan, ataupun buaya terperangkap ban bekas adalah contoh berita semacam itu.

    Pandawara Group memantik aksi lingkungan
    Studi Buchanan dan Sandstrom turut menggarisbawahi konten-konten positif dapat memantik perasaan untuk melakukan kebaikan.

    Dengan menyaksikan konten positif, seseorang akan mendapatkan persepsi baik dari perbuatan orang lain kemudian bercermin untuk melihat apa yang kurang dari dirinya.

    Seseorang juga dapat merasa malu karena secara tak langsung menjadi orang yang dibantu. Perasaan ini bisa menggerakkan seseorang menjadi pihak yang membantu.

    Baca: Seperti ini media memotret aksi lingkungan yang dilakukan anak muda

    Penulis juga menemukan bagaimana konten-konten positif yang diunggah Pandawara Group memancing munculnya konten serupa dari akun lain.

    Misalnya, akun tiktok Pandawara Cilik yang berisikan konten bersih-bersih lingkungan, serupa dengan aksi Pandawara Group.

    Mereka juga memiliki semboyan yang sama, yakni “bukan membersihkan tapi mengurangi”.

    Menghadapi eco-anxiety. Dunia telah merasakan dampak perubahan iklim yang begitu hebat, dari mulai banjir bandang di Pakistan, kebakaran hebat di Kanada, maupun kekeringan parah di wilayah tanduk Afrika.

    Dampak perubahan iklim jauh lebih parah dibandingkan perkiraan para ilmuwan.

    Sementara, di Indonesia, polusi udara juga menjadi perhatian karena menyekap warga di kota-kota besar, mengakibatkan ratusan ribu warga mengalami gangguan pernapasan.

    Baca: Bumi butuh aksi nyatamu untuk selamatkan lingkungan

    Cuaca ekstrem juga mengakibatkan banjir di suatu tempat dan kekeringan di tempat lainnya, dengan jarak tak terpaut jauh.

    Di masa depan, situasi tersebut berisiko memicu eco-anxiety yang lebih intens bagi anak muda.

    Karena itu, kita mesti belajar menghadapi–bukan menghindari–keresahan lingkungan agar berdampak minimal bagi kehidupan.

    Salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah mengonsumsi konten-konten media digital secara seimbang.

    Kita harus menghindari menyaksikan konten bermuatan negatif terlalu banyak, serta menebusnya dengan konten positif dan konten hiburan lainnya.

    Konsumsi konten memang bukan satu-satunya cara. Kita bisa menjajal langkah lainnya seperti berpartisipasi dalam aksi lingkungan.

    Baca: Greta Thunberg berjuang untuk lingkungan sejak umur 8 tahun

    Atau bisa juga dengan bersosialisasi dengan komunitas pegiat lingkungan, hingga healing dengan pergi ke tempat yang bernuansa alami seperti gunung dan pantai.

    Kita juga tak bisa melupakan aksi self-care seperti tidur yang cukup, berolahraga teratur, dan makan yang bergizi untuk menopang kesehatan mental kita.

    Sumber: The Conversation