7cloud.asia – Perempuan dan para ibu menjadi target utama dalam kampanye konsumerisme yang dibangun oleh industri, media maupun platform media sosial.
Bujukan atau ajakan untuk selalu membeli yang “baru” mengempur perempuan dan para ibu setiap saat. Ajakan untuk membeli kebutuhan rumah tangga terbaru, produk perawatan diri terbaru, fesyen tren terbaru, dan kebutuhan terbaru lainnya datang tiada henti.
Hal ini juga berlaku untuk perlengkapan anak yang umur pemakaiannya kadang hanya beberapa bulan saja. Banyak perempuan terjebak dalam praktik ini, karena tidak ingin dianggap sebagai ibu yang pelit untuk.
“Untuk anak masak membeli barang bekas orang lain,” demikian stigma yang sering dilontarkan masyarakat dan para pengiklan untuk membujuk perempuan untuk tidak membeli barang second untuk putra-putrinya.
Padahal, membeli barang second untuk anak bukanlah kesalahan apalagi dosa. Dan, mengharuskan membeli barang baru untuk sesuatu yang umur pemakaiannya hanya dalam hitungan bulan adalah pemborosan.
Baca: Dengan tidak membeli barang baru berarti ikut menjaga lingkungan
Hal ini juga bisa berdampak negatif pada lingkungan. Beban yang harus ditanggung lingkungan akan semakin besar, karena setelah digunakan beberapa saat barang-barang ini lantas tidak bisa digunakan dan akan memenuhi ruangan.
Untuk menjawab tantangan ini, komunitas Minimalist Moms Indonesia secara rutin menggelar acara Pasar Tukar setiap dua bulan sekali. Untuk bulan September ini, Pasar Tukar akan digelar di Kota Bandung pada Sabtu (13/9/2025).
Di acara ini para perempuan dapat memperpanjang manfaat barang layak pakai/guna dengan menghibahkan ataupun mengadopsi barang yang dibutuhkan.
Kepada 7cloud.asia, Evi Syahida dari Minimalist Moms Indonesia memaparkan, mereka yang tertarik ikut Pasar Tukar dapat melakukan mini decluttering di rumah dan membawa beberapa barang yang ingin dihibahkan (maksimal 5 barang)
“Barang dikumpulkan untuk kemudian diadopsi oleh peserta lain, barang yang tidak teradopsi, dibawa pulang kembali oleh pemiliknya,” ujarnya.
Baca: Menguak kebohongan di balik konsumerisme
Buat Anda yang ketinggalan mengikuti Pasar Tukar hari ini, Minimalist Moms Indonesia akan menggelar acara bertajuk “Menjadi Ibu & Perempuan di Tengah Arus Konsumerisme” spesial Hari Tanpa Belanja Sedunia (Buy Nothing Day) di Karawaci, pada 26 Oktober mendatang.
Tak hanya Pasar Tukar, acara ini juga akan diisi dengan berbagai acara menarik lainnya, seperti sharing session terkait pengalaman perempuan dalam melawan gempuran konsumerisme.
“Tujuannya, meningkatkan peran komunitas bisa menjadi penguat melawan gempuran konsumerisme sekaligus membentuk jejaring support system bagi perempuan yang memiliki prinsip yang sejalan nilai MinimalistMom,“ terang Visya.
Melalui MMID Playdate, Minimalist Moms Indonesia ingin menghadirkan ruang aman bagi para perempuan maupun ibu untuk berbagi pengalaman, membangun kesadaran, dan menemukan cara-cara praktis menghadapi arus konsumerisme dengan lebih bijak.
Di kegiatan ini, para ibu juga berkesempatan memperkenalkan gaya hidup ramah lingkungan kepada putra-putrinya.
Baca: Dampak gaya hidup konsumtif pada lingkungan
Lewat aktivitas ide activity, anak-anak akan diajak belajar tentang pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dengan prinsip 5R (reduce-reuse-recycle-replace-replant) yang disesuaikan dengan range usia.
“Sesi ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tapi juga menstimulasi sensori dan melatih kecakapan sosialisasi anak,” ujar Visya.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat menyediakan ruang refleksi bagi perempuan dan ibu untuk membicarakan pengalaman mereka menghadapi tekanan konsumerisme sekaligus menumbuhkan kesadaran akan dampak negatif konsumerisme pada kehidupan sehari-hari.
Pada akhirnya, lewat kegiatan ini diharapkan bisa membangun dukungan komunitas agar perempuan dan ibu tidak merasa sendiri dalam perjalanan melawan banjir konsumerisme.
Minimalist Moms Indonesia adalah komunitas perempuan (single & menikah) pegiat hidup minimalis dan media edukasi hidup minimalis dalam keseharian dan pengasuhan dengan tagline yang dibawa adalah #MinimalisMulaidariRumah.
Salah satu value yang dibawa adalah hidup berkesadaran dengan meminimalisasi (minim) sisa konsumsi serta bijak mengelola dan #BijakMembuang.
