Tag: Patahan Citarik

  • Mengenal Patahan Citarik yang Memicu Gempa Bogor

    Mengenal Patahan Citarik yang Memicu Gempa Bogor

    7cloud.asia – Pada Kamis (10/4/2025) Bogor dilanda gempa magnitudo 4.1 yang berpusat sekitar 2 kilometer dari Kota Bogor dimana bisa dikatakan titiknya berada di Kota Bogor.

    Warga Bogor dan sekitarnya merasakan guncangan gempa yang relatif kuat dan terdengar suara gemuruh/dentuman. Kejadian suara gemuruh ini menurut Daryono, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, muncul karena getaran frekuensi tinggi dekat permukaan.

    Suara ini sekaligus sebagai bukti bahwa gempa yang terjadi memiliki kedalaman hiposenter sangat dangkal. Semua gempa sangat dangkal disertai dengan suara ledakan, dentuman dan gemuruh dan ini adalah kejadian normal

    Fenomena gempa Bogor ini adalah fenomena gempa tektonik dan tidak berhubungan dengan aktifitas Gunung Salak, pengeboran, pengalihan isu atau apapun itu.

    “Jika ada yang mengaitkan gempa ini dengan hal-hal lain di luar penyebab tektonik maka itu semua adalah hoax,” ujar Daryono sebagaimana dikutip dari pesan yang diterima 7cloud.asia

    Untuk pertanyaan apakah patahan ini berpotensi menyebabkan gempa besar, maka jawabannya adalah iya. Hanya saja perlu diingat bahwa gempa tidak bisa diprediksi sama sekali kapan tepatnya akan terjadi.

     

    Baca: Megathrust yang bisa picu gempa dan tsunami di Indonesia

    Dijelaskan oleh Daryono, gempa Bogor dipicu patahan Citarik merupakan patahan aktif yang memulai aktifitasnya sejak 15.000.000 tahun lalu pada masa Miosen.

    Patahan Citarik ini memiliki panjang sekitar 250 kilometer yang membentang dari Pelabuhanratu di Sukabumi hingga ke Ujung Pantai Utara Bekasi. Adapun sesar ini terbagi ke dalam tiga segmen patahan yaitu Segmen Selatan, Segmen Tengah dan Segmen Utara

    Patahan Citarik ini memiliki mekanisme pergerakan Sinistral Strike Slip (Bergerak mendatar ke kiri) dengan laju pergerakan yang belum diketahui

    Keberadaan Patahan Citarik ini dibuktikan dari beberapa morfologi yang terjadi di sepanjang patahan ini yaitu terjadinya kelurusan perbukitan diwilayah Gunung Salak di mana terlihat rekahan di Gunung Salak.

    Patahan Citarik ini juga mempengaruhi pembentukan Gunung Salak lalu terlihat juga kelurusan perbukitan diwilayah Citeureup Bogor.

    Patahan ini melewati beberapa wilayah padat pemukiman yaitu Kota Bogor, Cileungsi, Gunung Putri dan Bekasi.

    Jika dilihat dari aktifitas kegempaannya Patahan Citarik ini terbilang minim menghasilkan gempa bumi dan bagian paling aktif kegempaan dari patahan ini adalah berada di Segmen Selatan yaitu antara Pelabuhanratu hingga Kota Bogor.

    “Di bagian ini sering terjadi gempa kecil dan swarm,” imbuh Daryono.

    Baca: BRIN petakan sesar di Pulau Jawa

    Sejarah gempa
    Meski relatif minim, kegempaan dari Patahan Citarik bukan berarti tak ada. Gempa-gempa di sekitar patahan ini didominasi oleh gempa swarm (gempa bergerumbul dalam kejadian relatif berdekatan).

    Berikut beberapa sejarah gempa yang kemungkinan besar dari aktifitas patahan Citarik ini:
    1. Tahun 1833 di Jakarta dan 1852 di Bogor namun gempa ini tidak diketahui kekuatannya (Irsyam et al 2010)

    2. M5.6 pada 9 Februari 1975 gempa ini terjadi pada kedalaman 27 kilometer dan berpusat di wilayah Gunung Salak serta dirasakan MMI VI Pamijahan. V Kabandungan, Ciampea, Bogor, Ciawi, Leuwiliang (USGS)

    3. M5.4 pada 12 Juli 2000 gempa berada dikedalaman 33 kilometer dan berpusat diwilayah Ciawi dan Caringin serta dirasakan MMI V di Bogor dan Ciawi (USGS)

    4. M4.3 pada 20 Desember 2000 gempa berpusat di wilayah Taman Sari dan dirasakan dalam intensitas MMI III-IV di Taman Sari dan Bogor (USGS)

    5. M4.4 pada 3 November 2003 pusat gempa sekitar 8 kilometer Timur Kota Bogor pada kedalaman 33 kilometer yang berada dekat di jalur Patahan Citarik (USGS)

    6. M4.1 pada 11 Oktober 2008 di wilayah Kabandungan pada kedalaman 10 kilometer (USGS)

    7. M5.0 pada 10 Maret 2020 di wilayah Kabandungan pada kedalaman 10 kilometer dan gempa ini dirasakan MMI V. Gempa ini menyebabkan banyak kerusakan di wilayah Kabandungan

    8. Beberapa gempa swarm terjadi di sekitar patahan ini tahun 2019 dan 2020 di wilayah Kabandungan dan Desa Malasari