Tag: pecinta alam

  • International Eco Jambore, Upaya KALIRA Ajak Masyarakat Menjaga Lingkungan

    International Eco Jambore, Upaya KALIRA Ajak Masyarakat Menjaga Lingkungan

    7cloud.asia – Berbagai upaya dilakukan Komunitas KALIRA untuk mengajak masyarakat peduli lingkungan. salah satunya dengan menggelar acara International Eco Jamboree pada 2–5 Desember 2025.

    Acara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Tanah Dunia pada 5 Desember ini  bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.

    Tak hanya itu, acara yang akan berlangsung di Perpustakaan Nasional, Jakarta tersebut juga mengajak masyarakat, khususnya para pegiat lingkungan dan pecinta alam, untuk berpartisipasi aktif dalam pelestarian alam.

    Baca: Luas Hutan di Pulau Jawa Tinggal 15 Persen

    “Program ini bukan hanya kegiatan edukasi, tetapi juga inisiatif strategis untuk memperkuat budaya keberlanjutan di masyarakat,” jelas Rr. Kori Soenarko, koordinator Publicity International Eco Jamboree 2025.

    Lebih jauh, perempuan yang akrab disapa kak Oie ini berharap masyarakat dapat melihat bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab bersama dan bisa dimulai dari langkah yang sederhana namun konsisten.

    Rencananya acara yang berlangsung selama empat hari ini melibatkan 500-an peserta termasuk perwakilan dari pegiat dan pecinta lingkungan, dan masyarakat umum.

    Baca: Pembakaran Plastik Jadi Sumber Utama Mikroplastik di Udara

    Selanjutnya kak Oie menjelaskan berbagai jenis kegiatan yang menginspirasi dan mendidik, seperti Eco Craft Display yang berlangsung pada 2 hingga 4 Desember 2025, Ruang Pameran Lt.4.

    Pameran ini menampilkan karya seni berbasis ramah lingkungan, mulai dari kerajinan tangan hingga kaligrafi dan lukisan. Para seniman dan peserta diharapkan dapat menunjukkan kreativitas mereka dalam menciptakan karya seni yang mencerminkan keberlanjutan dan kelestarian lingkungan.

    Selain itu, para peserta dapat mengikuti Eco Applicative Work Competition dengan mengajukan karya ilmiah aplikatif yang berfokus pada solusi praktis untuk masalah lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 4 Desember di auditoriun Perpustakaan Nasional.

    Baca: Masalah Sampah Harus Ditangani dari Hulu ke Hilir

    Kegiatan lainnya adalah Eco Fashion yang menghadirkan koleksi busana berbahan ramah lingkungan.

    Kemudian para peserta diajak untuk mengikuti seminar yang membahas isu-isu global terkait lingkungan hidup seperti perubahan iklim, keberlanjutan dan inovasi lingkungan bersama para pakar lingkungan

    Di hari terakhir, 5 Desember, para peserta diajak bersih-bersih Sungai Cisadane bersama komunitas dan masyarakat setempat.

    “Harapan kami sederhana, melalui program ini semakin banyak pihak yang tidak hanya memahami isu lingkungan, tetapi juga tergerak untuk berkontribusi menjaga keberlanjutan bumi,” jelas kak Oie.