7cloud.asia – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset (PR) Politik, Rabu (30/10/2024) meluncurkan Indeks Pelembagaan Partai Politik (Parpol)
Penyusunan indeks pelembagaan parpol ini telah melewati sejarah perjalanan panjang yaitu sejak tahun 2020. Dengan ketua proyek penelitian atau koordinator penelitian yang dipimpin oleh Firman Noor, Periset Senior PR Politik BRIN.
Periset PR Politik BRIN Mouliza Kristhoper Donna Sweinstani mengatakan, penilaian indeks pada tahun 2019-2024 ini dikategorikan dalam kategori terlembaga baik, sedang, kurang, dan tidak terlembaga.
Adapun indeks rata-rata pelembagaan partai politik mencatat skor 74,16 yaitu rata- rata sudah di tingkat sedang.
”Sedangkan lima skor tertinggi diperoleh PKS, Nasdem, PAN, PDIP, dan Golkar 68,83. Lima tertinggi,” terangnya dalam sebuah diskusi publik yang mengusung tema parameter ilmiah untuk membangun parpol modern di Indonesia. berlangsung di Gedung Widya Graha, Jakarta.
Ia menambahkan, skor tersebut tidak untuk menilai baik tidaknya parpol, namun untuk menjadi bahan bersama agar bisa diperbaiki lagi lebih modern.
Kepala PR Politik BRIN, Athiqah Nur Alami mengungkapkan, Indeks tersebut untuk yang pertama di Indonesia yang akan menjadi parameter dalam membangun politik modern di indonesia.
Upaya ini, diungkapkannya, muncul dari berbagai polemik wacana politik seperti lemahnya supremasi hukum, memudarnya etika politik, dan sejumlah dugaan kecurangan.
“Kita ketahui bersama, keberadaan parpol di indonesia dan perannya, sangat penting untuk memperkuat demokrasi dan semangat reformasi di indonesia,” ungkapnya. Namun semua proses yang terjadi sampai saat ini, menurut pandangannya, masih menghadapi tantangan.
Di sisi lain, parpol masih menjadi pilar penting dalam demokrasi. Berangkat dari pengamatan para periset, Athiqah menjelaskan parpol tidak sepenuhnya independen, juga tidak mandiri tidak hanya dalam mengambil keputusan, tetapi juga dalam hal pendanaan.
Untuk itu, ia menegaskan, pihaknya merasa penting hasil risetnya untuk memperoleh indikator atau parameter dalam mengukur sejauh mana parpol indonesia sudah melembaga.
“Tidak hanya menciptakan parpol yang modern, tetapi juga parpol berkontribusi memainkan peran mendorong dan memperkuat demokrasi di indonesia,” urainya.
Maka tim risetnya berupaya menyusun dan memformulasikan indeks tersebut dengan mengamati sejumlah sembilan parpol, sebagai sampel.
Periset PR Politik BRIN Mouliza Kristhoper Donna Sweinstani menjelaskan, riset ini dilakukan dalam beberapa fase. Fase pertama, tahun 2020 dimulai dengan menyusun kajian konseptual.
Hal ini lantaran melihat kajian – kajian tentang pelembagaan parpol yang selama ini masih berkiblat pada teori barat.
“Kami ingin kontekskan dengan konteks indonesia dan hasil kajian tersebut sudah kami tuliskan dalam sebuah buku yang kini terjual bebas di toko – toko buku,” terangnya.
Fase kedua, 2021 – 2022, dikisahkannya, timnya membuat pilot project index dengan menyusun konstruk. Hasilnya, 2022 – 2023, dilakukan kami uji publikkan.
Riset di lapangan dilakukan meliputi wilayah sejumlah tujuh provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, Bali, dan sumatera Barat.
Donna menjelaskan, hasil konstruk tersebut memiliki 3 dimensi, yaitu derajat kesisteman, infusi nilai, dan kemandirian. Ia mengungkapkan sumber datanya dari dokumen yang sah yang dimiliki parpol.
Sementara Firman Noor, selaku ketua proyek penelitian tersebut memberikan perspektif analisis.
“Bagi kalangan akademisi dan peneliti, silakan gunakan indeks kami untuk diduplikasi dan dimodifikasi dalam memotret kualitas parpol di manapun berada. Karena bagaimanapun parpol adalah aset bangsa yang luar biasa,” ucapnya.
