Tag: pemadaman

  • Kebakaran TPA Rawakucing Tangerang Masuki Hari ke-5

    Kebakaran TPA Rawakucing Tangerang Masuki Hari ke-5

    7cloud.asia – Kebakaran TPA (Tempat Pembuangan Akhir) kembali terjadi. Kali ini kebakaran terjadi di TPA Rawakucing, Tangerang. Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah memantau melalui udara.

    Dengan menumpang helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Arief didampingi oleh Komandan Korem, Brigjend TNI Putranto Gatot Sri Handoyo.

    “Memasuki hari keempat sudah terpantau berkurang ya, berkat upaya dan kerja keras dari tim gabungan serta kolaborasi juga dengan Kementerian LHK, BNPB dan TNI-Polri. Akan kita upayakan terus hingga tuntas,” jelas Arief, seperti yang dilansir Antaranews.

    baca juga: periode juni-oktober 2023 terjadi 14 kali kebakaran tpa

    Memasuki hari kelima, Pemerintah Kota Tangerang bekerja sama dengan BNPB mulai mengerahkan helikopter water bombing sebagai langkah lanjutan guna mempercepat proses pemadaman.

    “Dan untuk hasil pantauan udara tadi terlihat untuk yang di sebelah selatan itu asapnya sangat pekat, untuk api sudah tidak terlihat ya karena asap putihnya sangat pekat jadi kemungkinan api yang ada di bawah sampah yang harus mulai kita tangani,” paparnya. 

    Pada kesempatan itu, Arief meminta kepada tim gabungan penanganan kebakaran agar dapat menyiapkan akses untuk alat berat serta kendaraan pemadam agar dapat menjangkau ke titik-titik api.

    “Sesuai arahan dari BNPB juga ini kita sudah instruksikan kepada petugas yang ada di lapangan agar membuka akses untuk kendaraan alat berat dan pemadam agar dapat lebih mudah masuk, tidak perlu memutar.

    Baca juga: Pengelolaan sampah dengan ditimbun sudah saatnya diakhiri

    Tujuannya untuk menyisir dan menyasar langsung ke titik-titik api terutama yang ada di bawah sekam,” urainya.

    Selain itu, Arief juga mengatakan pihaknya memerlukan alat khusus untuk mendeteksi suhu panas bumi atau geothermal.

    Hal ini diperlukan agar dapat mengoptimalkan upaya pemetaan api yang ada di dalam tumpukan sampah.

    “Nah untuk api yang ada di dalam ini perlu di mapping menggunakan drone geothermal, makanya kita akan coba upayakan untuk kerja sama atau pinjam selain tentunya akan ada helikopter water bombing tambahan dari BNPB,” jelasnya.

    baca juga: kebakaran di tempat pembuangan sampah akhir atau tpa suwung diduga api dipicu gas metana

    Selanjutnya Arief menjelaskan pihaknya akan berkolaborasi dengan berbagai pihak terutama Pemerintah Pusat juga akan terus diupayakan guna mengoptimalkan penanganan kebakaran yang terjadi di TPA Rawa Kucing.

    “Selain bantuan berupa alat, kami bersama Kodim Kota Tangerang juga sedang mengupayakan kolaborasi dengan Kodim Kota Solo untuk mendatangkan tenaga-tenaga ahli yang sudah berpengalaman menangani kebakaran yang kemarin terjadi juga di TPA Putri Cempo,” ucapnya.

    Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Maryono Hasan  mengungkapkan kegiatan water bombing di TPA Rawakucing dengan helikopter akan dilakukan hingga malam hari.

    “Jika tak ada gangguan, kemungkinan akan sampai malam kegiatan operasional water bombing dengan helikopter ini,” ujarnya.

    BPBD lanjutnya juga akan menambah jumlah helikopter yang melakukan water bombing menjadi dua unit. Satu unit helikopter yang saat ini melakukan pemadaman datang dari Bali.

    “Ke depan akan berlanjut dengan mendatangkan satu lagi helikopter dari Jambi. Sehingga proses pemadaman bisa efektif,” ujarnya.

    kebakaran di tpa purbahayu pangandaran sudah empat hari belum padam

    Pada kegiatan water bombing yang dilakukan Senin (23/10/2023), sebanyak 1.500 liter air disiram di atas gunungan sampah TPA Rawakucing untuk dua kali trip.

    Fokus penyiraman adalah yang masih ada kepulan asap dengan harapan tak menimbulkan api lagi, sehingga personil di darat bisa melakukan pendinginan.

    “Sumber air berasal dari Sungai Cisadane. Semoga upaya ini bisa mengatasi kebakaran yang terjadi,” ujarnya.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya kebakaran di TPA Rawakucing Kota Tangerang di wilayah Neglasari terjadi pada hari Jumat (20/10) pukul 14.00 WIB diduga akibat cuaca panas.

    Dugaan sementara, api muncul pertama kali di area landfill pintu satu. Namun karena kencangnya tiupan angin merambat ke tumpukan sampah di pintu dua dan tiga.

    Data dari BPBD Kota Tangerang sejumlah kendaraan terbakar, gudang timbang dan sederet bedeng pengepul pun hangus terbakar.

    Selain itu, Pemkot Tangerang mengevakuasi warga ke tiga lokasi yakni kantor Kecamatan Neglasari, GOR Neglasari dan Dinas Sosial Kota Tangerang.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Lampu-lampu di Jakarta Dipadamkan Selama Satu Jam, Emisi Karbon Turun 70,67 Ton

    Lampu-lampu di Jakarta Dipadamkan Selama Satu Jam, Emisi Karbon Turun 70,67 Ton

    7cloud.asia – Aksi pemadaman lampu di sejumlah lokasi dan gedung di Jakarta selama satu jam pada Sabtu (27/4/2024) malam mampu menurunkan kadar emisi karbon sebesar 70,67 ton.

    “Aksi pemadaman lampu ini mampu menurunkan kadar emisi karbon (CO2) sebesar 70,67 ton,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

    Aksi pemadaman lampu yang dilakukan mulai pukul 20.30 WIB sampai 21.30 WIB ini dalam rangka upaya menghemat energi dan mengurangi emisi karbon di Jakarta.

    Menurut Asep, penurunan emisi karbon (CO2) sebesar 70.67 ton ini dihitung berdasarkan 83 MWhx0,85 kg CO2/KWh yang harusnya dikonsumsi untuk menyalakan lampu-lampu.

    Baca Juga: Satu Jam Penuh Makna dalam Earth Hour yang Terbesar dalam Sejarah

    Dalam aksi tersebut, lampu-lampu penerangan di beberapa jalan protokol, gedung-gedung milik swasta, gedung komersial, pusat perbelanjaan, restoran, hotel dan apartemen menjadi gelap selama 60 menit.

    Pemadaman juga dilakukan di ikon-ikon Kota Jakarta seperti Monumen Nasional (Monas), Patung Selamat Datang Bundaran HI hingga Gedung Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, kecuali di rumah sakit, Puskesmas, klinik dan lain sebagainya.

    “Aksi ini merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta untuk menyosialisasikan target pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada tahun 2030,” ujar Asep.

    Asep menjelaskan, menurut hasil perhitungan dari pemadaman lampu pada Sabtu (27/4) menunjukkan terjadi penghematan konsumsi listrik sebesar 83 MWh yang merupakan selisih beban listrik antara jam 20.30 WIB dan 21.30 WIB.

    Baca Juga: WWF Serukan Earth Hour Secara Serentak pada 23 Maret 2024

    Dengan penghematan ini, diperoleh penghematan materiil sebesar Rp120.121.280 dihitung berdasarkan penghematan listrik sebesar 83 MWh dengan harga Rp1.444,70 per KWh.

    Menurut Asep, angka-angka itu menunjukkan bahwa aksi hemat energi memiliki dampak yang signifikan terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca dan penghematan biaya. Karena itu, program ini akan terus dijalankan beberapa kali dalam satu tahun.

    Asep berharap warga Jakarta dapat membudayakan hemat energi dalam kesehariannya. Asep juga mengajak seluruh warga Jakarta untuk ikut berpartisipasi dalam “Aksi Hemat Energi dan Pengurangan Emisi Karbon” ini dengan melakukan beberapa langkah sederhana di rumah.

    “Dengan aksi hemat energi yang dilakukan secara konsisten, kita dapat menciptakan Jakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan,” kata Asep.

    Sumber:Antaranews.com

  • Korupsi Batu Bara Picu Pemadaman Massal, Polri Didorong Ungkap Pemalsu Dokumen

    Korupsi Batu Bara Picu Pemadaman Massal, Polri Didorong Ungkap Pemalsu Dokumen

    7cloud.asia – Aparat penegak hukum didorong untuk melakukan investigasi total dugaan korupsi pemenuhan pasokan batu bara yang memicu terjadinya blackout di Sumatra dan sejumlah wilayah di Indonesia.

    Polri diminta untuk segera menemukan dan mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab dari kasus ini.

    Seperti diberitakan, Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri tengah mengusut kasus dugaan korupsi pemenuhan pasokan batu bara yang memicu terjadinya blackout di sejumlah wilayah Indonesia.

    Kasus ini telah naik ke tingkat penyidikan. Kortas Polri menemukan adanya dua perusahaan yang diduga melakukan penyimpangan hukum terhadap pemenuhan pasokan batu bara.

    Diduga, sejumlah modus dilakukan terduga pelaku dalam kasus ini. Salah satunya ialah manipulasi dokumen.

    Penyidik juga menemukan manipulasi terkait dengan kuantitas batu bara yang dipasok ke PLTU, serta dugaan penyimpangan. Hal itu berdampak pembayaran atau harga kontrak tidak sesuai dengan kondisi pasokan yang sebenarnya atau yang riil.

    Kerugian negara ditaksir mencapai Rp5 triliun akibat praktik nakal yang telah dilakukan selama 6 tahun ini.

    Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut dugaan korupsi pengadaan dan pasokan batu bara untuk sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) ini menunjukkan ini masalah struktural

    Baca: Pemadaman Listrik Bergilir Semakin Sering Terjadi

    Bahwa kasus korupsi di sektor batubara tidak hanya mengenai perizinan pertambangan batubara, ekspor-impor, atau pembangunan PLTU, tetapi juga dalam rantai pasok (fuel supply chain) untuk operasional pembangkit.

    “Kami mendesak aparat penegak hukum untuk memberikan penjelasan lebih rinci mengenai bagaimana dugaan korupsi tersebut berhubungan dengan pemadaman listrik yang baru-baru ini terjadi,“ demikian ICW dalam pernyataan yang diterima 7cloud.asia, Rabu (8/7/2026)

    ICW menegaskan, Aparat penegak hukum semestinya bisa menjelaskan lebih jauh hal-hal relevan seperti PLTU mana saja yang menerima pasokan batubara, bagaimana penyimpangan terkait manipulasi dan volume batubara mempengaruhi operasional pembangkit, dan bagaimana itu bisa mengganggu sistem kelistrikan.

    Ditambahkan, kasus ini juga mengindikasikan permasalahan tata kelola yang serius di PLN. Beberapa pertanyaan harus dijawab oleh PLN, seperti bagaimana PLN selama ini memastikan kualitas dan kuantitas batubara? Mengapa dugaan manipulasi bisa lolos? Bagaimana pengawasan internal, audit, dan manajemen risiko selama ini dilakukan?

    “Harus ada transparansi kontrak di sektor ketenagalistrikan, dari mulai kontrak pengadaan bahan bakar hingga kontrak jual beli listrik (power purchase agreement),“ imbuhnya.

    Keterbukaan kontrak penting agar publik dapat mengawasi pelaksanaan kontrak dan mendeteksi penyimpangan sejak awal, termasuk memastikan tidak ada klausul yang akan merugikan publik.

    Kasus ini lagi-lagi menunjukkan keharusan untuk melepas ketergantungan dari energi fosil. Jebakan energi fosil (fossil lock in) justru semakin melanggengkan praktik korupsi. Transisi energi yang berkeadilan harus segera dilakukan.

    Hal senada diungkapkan Anggota Komisi III DPR, Abdullah. Dia menegaskan, investigasi kasus dugaan korupsi batu bara harus menjadi titik awal reformasi penanganan kejahatan korupsi sektor strategis.

    “Tentunya langkah baik ini harus dibarengi dengan penindakan yang terukur. Kita berharap Polri segera menemukan pihak-pihak yang bertanggung jawab dari kasus dugaan korupsi itu,” ujarnya seperti dikutip Parlementaria.

    Baca: Pemadaman Massal adalah Dampak Ketergantungan pada Batu Bara

    “Bukan hanya dari pihak swasta saja, tapi usut juga dari sisi regulator karena dalam sektor pelayanan publik seperti ini, bukan hanya perusahaan yang punya peran,” imbuhnya.

    Ia memandang, pengungkapan dugaan korupsi tata niaga batu bara menunjukkan bahwa kejahatan korupsi pada sektor strategis semakin berkembang dengan pola yang kompleks.

    Apalagi menurutnya, kasus seperti itu melibatkan rantai transaksi yang panjang, berbagai entitas usaha, serta aliran keuangan yang sulit ditelusuri.

    “Dalam konteks seperti ini, keberhasilan penegakan hukum juga tidak cukup diukur dari penetapan tersangka, tetapi dari kemampuan negara membongkar keseluruhan jaringan kejahatan yang memungkinkan praktik tersebut berlangsung dalam waktu lama,” paparnya.

    Maka dari itu, Abdullah menilai bahwa penanganan korupsi pada sektor energi perlu mengedepankan pendekatan follow the money dan follow the assets.

    Dengan begitu, lanjutnya, proses penyidikan tidak berhenti pada pelaku lapangan, tetapi mampu mengidentifikasi aktor intelektual, penerima manfaat utama (beneficial owner), serta seluruh aset yang diperoleh dari hasil tindak pidana.

    “Pendekatan seperti itu penting agar pemberantasan korupsi benar-benar memberikan efek jera sekaligus memulihkan kerugian negara secara optimal,” tegas Abdullah.

    Abdullah pun mendorong Polri, Kejaksaan, PPATK, BPK, dan lembaga penegak hukum lainnya memperkuat Joint Financial Crime Investigation untuk seluruh perkara korupsi yang berkaitan dengan sektor sumber daya alam dan energi.

    “Kolaborasi tersebut perlu didukung dengan pertukaran data keuangan secara real time, penguatan kemampuan financial forensic, serta percepatan mekanisme penyitaan dan pemulihan aset agar hasil tindak pidana tidak sempat dialihkan atau disembunyikan,” sebutnya.

    Baca: Utang PLN Tambah Rp156 M Setiap Hari