7cloud.asia – Pemerintah Swedia mengatakan pihaknya menolak pembangunan 13 kincir angin lepas pantai di Laut Baltik, setelah pihak militer negara itu menyebut proyek tersebut dapat mengganggu kemampuan pertahanan mereka.
Menteri Iklim Romina Pourmokhtari, dalam sebuah konferensi pers pada Senin (4/11/2024) mengatakan bahwa ijin pembangunan bagi kincir angin untuk keperluan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang sudah direncanakan ditolak.
Karena pembangunan 13 kincir angin lepas pantai di Laut Baltik itu “akan memiliki dampak yang tidak dapat diterima terhadap kepentingan pertahanan”.
Keseluruhan 13 proyek tersebut direncanakan di kawasan pesisir Laut Baltik di tenggara Swedia yang merupakan anggota paling baru NATO. Lokasi ini tepat di seberang kawasan milik Rusia, yaitu Kaliningrad.
Baca: Kota besar di dunia dalam ancaman cuaca ekstrem parah pada 2050
Keputusan ini mengikuti sebuah penelitian yang dilakukan Angkatan Bersenjata Swedia, yang dipublikasikan oleh lembaga siaran public SVT pekan lalu.
Laporan itu menunjukkan bahwa proyek tersebut dapat secara signifikan menggangu sensor yang digunakan pihak militer.
Menara dan juga bilah kincir yang berputar di turbin angin itu memancarkan gema radar dan menimbulkan bentuk ganguan yang berbeda.
“Di tengah situasi keamanan serius yang dihadapi Swedia saat ini, kepentingan pertahanan harus memperoleh perhatian lebih,” kata Menteri Pertahanan Pal Jonson kepada para jurnalis.
Baca: Separuh populasi dunia terancam krisis air
Jonson mengatakan, ladang angin lepas pantai di kawasan itu dapat mengganggu radar-radar militer dan menunda pendeteksian rudal jelajah yang datang, yang memendekkan jangka waktu peringatan dari dua menit menjadi hanya 60 detik.
“Salah satu pengalaman dari Ukraina adalah bahwa Rusia menggunakan banyak sistem jarak jauh, baik untuk rudal jelajah maupun rudal balistik,” kata Jonson.
Asosiasi Industri Listrik Tenaga Bayu di Swedia mengatakan bahwa keputusan tersebut “mengejutkan”.
“Ini problematis karena pemerintah secara kategoris menutup seluruh kawasan itu untuk potensi produksi listrik tanpa penilaian keseluruhan yang tepat,” kata mereka dalam sebuah pernyataan.
Baca: Pulau ini sepenuhnya hidup dari energi terbarukan dan ramah lingkungan
Jonson mengatakan bahwa kawasan pesisir di sisi barat daya dan barat laut Swedia lebih cocok untuk proyek-proyek Pembangkit Listrik Tenaga Bayu lepas pantai. Sumber: VOA Indonesia
