Tag: pembatasan kecepatan

  • Pembatasan Kecepatan ke 30 Km/Jam Terbukti Efektif Turunkan Kecelakaan Lalu Lintas

    Pembatasan Kecepatan ke 30 Km/Jam Terbukti Efektif Turunkan Kecelakaan Lalu Lintas

    7cloud.asia – Lima negara bagian dan wilayah di Australia sejak 2021 telah melakukan uji coba atau merencanakan menerapkan pembatasan kecepatan dan zona 30 kilometer per jam (30km/jam).

    Namun, sejumlah kalangan mempertanyakan apakah pembatasan kecepatan 30 km/jam ini benar-benar mendesak dan diperlukan, atau malah merupakan kebijakan yang disebut “negara pengasuh” atau kegiatan penggalangan pendapatan.

    Jalanan berkecepatan rendah atau zona 30 kilometer per jam bukan hanya tentang keselamatan jalan dan peningkatan pendapatan denda. Dengan membangun jalan yang lebih aman, pemerintah dan kota-kota di seluruh dunia menciptakan kota yang lebih layak huni.

    Manfaatnya meliputi tingkat kejahatan yang rendah, warga yang lebih aktif secara fisik, konektivitas sosial yang lebih besar, peningkatan pengeluaran di bisnis lokal, dan pengurangan polusi.

    Penelitian menunjukkan bahwa pembatasan kecepatan 30 km/jam di jalan-jalan perumahan lokal dapat mengurangi angka kematian akibat kecelakaan jalan di Australia sebesar 13 persen.

    Manfaat ekonominya juga cukup signifikan, yakni mencapai sekitar 3,5 miliar dolar Australia tau setara dengan Rp44,82 triliun setiap tahun.

    Baca: Memperlambat Transportasi Meningkatkan Aksesibilitas Warga Kota

    Belajar dari negara lain, penting untuk menjalankan kampanye pendidikan publik untuk menginformasikan masyarakat dan para pemengaruh atau opinion leader.

    Kunci keberhasilan lainnya adalah menemukan pendukung politik yang kuat untuk kecepatan yang lebih rendah di jalan-jalan perumahan.

    Kepemimpinan dibutuhkan untuk melawan mitos tentang batas kecepatan 30 km/jam yang menyesatkan opini publik dan politik.

    Sebagai bagian dari kampanye Streets for Life untuk Pekan Keselamatan Jalan Global, Perserikatan Bangsa-Bangsa telah membongkar mitos internasional seputar pembatasan kecepatan 30 km/jam atau zona 30 kilometer per jam

    Untuk mendukung tuntutan domestik terhadap pembatasan kecepatan 30 km/jam, dalam artikel ini kami membongkar lima mitos umum tentang kebijakan zona 30 kilometer per jam di Australia.

    Mitos #1: Batas kecepatan 30 km/jam tidak berpengaruh
    Cedera lalu lintas adalah penyebab kematian nomor satu pada anak-anak usia sekolah. Lebih dari 1.100 warga Australia meninggal di jalan raya setiap tahunnya.

    Baca: Gerakan Slow City di Kota-kota di Dunia

    Bukti sangat jelas, bahwavpeluang seorang pejalan kaki untuk selamat ketika ditabrak mobil meningkat tajam ketika kecepatan mobil dikurangi.

    Peluang untuk selamat melonjak dari hanya 10 persen pada kecepatan 50 km/jam menjadi 90 persen pada kecepatan 30 km/jam.

    Kecepatan adalah kontributor paling umum terhadap cedera lalu lintas – lebih umum daripada alkohol, narkoba, dan kelelahan.

    Untuk mengurangi risiko cedera serius, batas kecepatan 40 km/jam tidak cukup rendah. Peluang selamat ketika tertabrak mobil meningkat dari 60 persen pada kecepatan 40 km/jam menjadi 90 persen pada kecepatan 30 km/jam.

    Pengurangan batas kecepatan menjadi 30 km/jam di daerah perkotaan seperti zona pejalan kaki padat, zona sekolah, dan area lalu lintas lokal sangat dibutuhkan untuk mengurangi kematian dan cedera parah.

    Dua pertiga dari semua kecelakaan di New South Wales terjadi di daerah metropolitan.

    Di daerah-daerah ini, 60 persen kecelakaan fatal terjadi di jalan-jalan lokal dan jalan penghubung (menuju jalan arteri) dengan batas kecepatan 50-60 km/jam.

    Untuk mencapai target keselamatan jalan dan tujuan nol kematian akibat kecelakaan jalan, batas kecepatan 30 km/jam sangat penting. Empat mitos lainnya akan kami ulas dalam tulisan selanjutnya.

    Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation dalam bahasa Inggris, baca artikel asli di sini.