Tag: pendidikan lingkungan

  • Peran Penting Pendidikan Lingkungan dalam Menahan Laju Perubahan Iklim

    Peran Penting Pendidikan Lingkungan dalam Menahan Laju Perubahan Iklim

    7cloud.asia – Pendidikan lingkungan punya peran penting dalam upaya melawan perubahan iklim. Tanpa pendidikan lingkungan, para pemimpin masa depan tidak akan mampu mengatasi tantangan lingkungan yang dihadapi.

    Pendidikan lingkungan dapat melibatkan orang tua dan guru, mereka dapat membantu siswa memahami peran mereka sebagai penjaga lingkungan dengan mendorong siswa melakukan kegiatan di luar ruangan.

    Program pembelajaran dan pendidikan lingkungan akan mendukung generasi muda yang terlibat dalam aktivisme siswa.

    Berikut tulisan di earth.org untuk merayakan Hari Guru Sedunia 2023, yang setiap tahun jatuh pada tanggal 5 Oktober.

    Charlie Fletcher, sang penulis melihat pentingnya pendidikan lingkungan hidup dan cara mengatasi perubahan iklim diajarkan di ruang kelas. Pendidikan dapat membawa perubahan dalam upaya melawan perubahan iklim.

    Baca: Perubahan iklim akibatkan jutaan anak putus sekolah

    Survei terbaru menunjukkan bahwa masyarakat yang berpendidikan lebih tinggi cenderung memandang perubahan iklim sebagai ancaman.

    Dan, saat ini, sebagian besar orang melihat perubahan iklim sebagai ancaman besar bagi planet kita.

    Namun, mempromosikan pendidikan lingkungan hidup di sekolah bisa jadi rumit karena perubahan iklim dipandang sebagai isu “politik” yang bersifat bipartisan di beberapa negara.

    “Selain itu banyak badan pendidikan yang menentang sepenuhnya pendidikan iklim,” tulis Fletcher.

    Lebih banyak hal yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa generasi muda memiliki akses terhadap pendidikan lingkungan hidup.

    Pendidikan iklim yang baik akan memberikan para pengambil keputusan di masa depan keterampilan yang mereka perlukan untuk mengadvokasi alam, melindungi lingkungan yang rentan, dan memitigasi dampak pemanasan global.

    Baca: Cara tepat mengenalkan perubahan iklim pada anak

    Pentingnya pendidikan lingkungan yang sering kali diabaikan dalam upaya melawan perubahan iklim.

    Meskipun perubahan kebijakan dan komitmen global diperlukan untuk mencegah pemanasan global semakin memburuk, peningkatan pendidikan adalah langkah pertama untuk mencapai tujuan kita.

    Pendidikan lingkungan hidup juga dapat membantu meringankan kecemasan siswa terhadap perubahan iklim dan dampak yang ditimbulkannya.

    Hal ini secara luas didefinisikan sebagai “ketakutan kronis terhadap kehancuran lingkungan hidup” dan mungkin diperburuk oleh kurangnya pemahaman.

    Guru yang dengan jelas menjelaskan mekanisme di balik pemanasan global akan membekali siswa dengan pengetahuan yang diperlukan untuk melakukan satu tindakan terhadap perubahan iklim.

    “Hal ini dapat membantu anak didik merasa berdaya dan menumbuhkan apresiasi yang lebih besar terhadap sumber daya bumi,” imbuh Fletcher.

    Baca: Pendidikan yang memberikan solusi bagi upaya menangkal perubahan iklim

    Pendidikan lingkungan hidup juga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan pemecahan masalah.

    Hal ini sangat penting dilakukan saat ini, karena siswa harus mampu mengevaluasi dampak jangka panjang dari kebijakan sosial, ekonomi, dan ekologi.

    Upaya dan aktivisme global sering kali sangat bergantung pada pemahaman menyeluruh mengenai isu tersebut dan kemampuan untuk meyakinkan pihak lain bahwa sesuatu harus dilakukan.

    Peningkatan dalam pendidikan publik juga dapat meningkatkan rasa kepedulian dan membantu upaya konservasi, khususnya program pendidikan lingkungan hidup yang dapat membuat perbedaan nyata bagi para peneliti yang melakukan advokasi untuk perubahan kebijakan.

    Misalnya, program publik baru-baru ini seperti Planet Earth II dan Wild Isles dari BBC yang dinilai berdampak signifikan terhadap para peneliti di Universitas Exeter di Inggris.

    Berkaca pada program publik tersebut, Profesor Callum Roberts menyatakan bahwa “Inggris sekarang harus memberikan perlindungan yang tulus untuk satwa liar,” dan harus fokus pada pembangunan ketahanan terhadap perubahan iklim.

    Sumber: earth.org, baca artikel asli di sini

  • Pendidikan Lingkungan Hidup Dimulai dari Keluarga, Mendapa Tidak?

    Pendidikan Lingkungan Hidup Dimulai dari Keluarga, Mendapa Tidak?

    7cloud.asia – Pendidikan lingkungan hidup diyakini penting dalam upaya manahan laju perubahan iklim.

    Pendidikan lingkungan hidup dapat memberdayakan para pengambil keputusan di masa depan dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perubahan iklim.

    Namun, menghubungkan siswa dengan sumber daya yang mereka perlukan untuk memahami pemanasan global bisa jadi sulit – terutama jika siswa tinggal di negara seperti Amerika Serikat, dimana perubahan iklim kadang dipandang sebagai isu “politik” yang partisan.

    Orang tua yang sadar akan perubahan iklim dapat mengenalkan anak-anak mereka terhadap perubahan iklim melalui permainan di luar ruangan di lingkungan yang alami.

    Taman bermain alami, seperti taman bermain yang terbuat dari bahan-bahan ramah lingkungan dan benda-benda temuan, adalah tempat yang tepat untuk mendiskusikan perlindungan lingkungan dan pentingnya pengelolaan sumber daya bumi.

    Menjalani gaya hidup berkelanjutan di rumah dapat menjadi bagian penting dari pendidikan lingkungan hidup bagi anak-anak.

    Baca: Pentingnya pendidikan lingkungan dalam memerangi perubahan iklim

    Orang tua dapat membantu anak-anak mereka memahami pentingnya keberlanjutan dengan mengurangi jejak karbon di rumah mereka secara bersama-sama.

    Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan dan mempraktikkan kebiasaan ramah lingkungan di rumah seperti mendaur ulang furnitur dan membuat kompos sisa makanan serta mengajari anak-anak cara mendaur ulang.

    Atau juga dengan membantu mengurangi emisi kita sendiri dan meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.

    Namun, pelajar yang peduli terhadap perubahan iklim juga harus diberdayakan untuk terlibat dalam aktivisme untuk pelestarian sumber daya alam bumi dalam jangka panjang.

    Aktivisme pemuda juga memiliki dampak yang berarti terhadap kebijakan dan menunjukkan kepada politisi bahwa perubahan iklim adalah isu hangat bagi para pemilih di masa depan.

    Baca: Cara generasi muda berkontribusi dalam upaya memerangi perubahan iklim

    Aktivisme yang sukses dimulai dengan mendidik siswa tentang isu-isu tersebut. Guru dapat memperkuat pemahaman siswa mereka tentang perubahan iklim dan perlindungan ekologi dengan mengadakan proyek siswa yang mendorong pembelajaran di luar ruangan.

    Dengan cara ini, siswa akan belajar untuk merasa bangga dengan dunia di sekitar mereka dan menjadi siap untuk berbagi pengetahuan mereka dengan orang lain.

    Sebagian besar sekolah menengah atas dan universitas memiliki kelompok advokasi iklim yang dapat diikuti oleh generasi muda untuk memperkuat suara mereka dan membuat perbedaan.

    Siswa dapat melanjutkan advokasi iklim mereka dengan bergabung dengan kelompok yang telah bermitra dengan Climate Action Network (CAN assist 1900+).

    Organisasi ini mendapatkan dukungan dan pendanaan yang mereka perlukan untuk mencegah degradasi lingkungan dan melawan perubahan iklim.

    Siswa yang sadar iklim juga dapat bermitra dengan organisasi non-pemerintah (LSM), seperti WWF, Yayasan Konservasi Afrika, Born Free AS, Bebaskan Diri Dari Plastik

    LSM-LSM ini menangani permasalahan lingkungan hidup terbesar saat ini dan dapat menempatkan siswa pada posisi untuk memaksimalkan dampaknya dan memperoleh keterampilan pengembangan profesional yang penting.

    Sumber:earth.org

  • Pendidikan Lingkungan Hidup Sejak Dini: Daftar Website Sediakan Info Soal Perubahan Iklim

    Pendidikan Lingkungan Hidup Sejak Dini: Daftar Website Sediakan Info Soal Perubahan Iklim

    7cloud.asia – Mengantisipasi dampak perubahan iklim, dunia memerlukan lebih dari sekadar niat baik dan pemahaman masyarakat.

    Dunia butuh aksi nyata dan kebijakan yang bertujuan untuk menahan laju perubahan iklim sekaligus menghadapi tantangan perubahan iklim.

     

    Para pengambil keputusan di masa depan perlu dibekali dengan keterampilan interdisipliner untuk mengatasi tantangan-tantangan yang ditimbulkan oleh perubahan iklim.

    Namun, banyak guru yang tidak memiliki perlengkapan yang memadai untuk mengajarkan pendidikan lingkungan hidup di kelas mereka.

    Ada banyak hal yang harus dilakukan untuk memberdayakan guru yang sadar perubahan iklim. Para profesor harus merasa nyaman mendiskusikan fakta-fakta mengenai perubahan iklim di kelas mereka.

    Baca: Peran pendidikan dalam upaya mengatasi perubahan iklim

    Kabar baiknya, para guru saat ini bisa melakukannya temukan banyak sumber daya gratis tentang perubahan iklim dari situs-situs yang terpercaya.

    Beberapa laman berita lingkungan hidup yang didedikasikan untuk pemirsa muda, earth.org memiliki situs web Anak-anak yang bertujuan untuk menjelaskan berbagai topik lingkungan kepada generasi muda.

    Kunjungi Kids.Earth.Org untuk mempelajari lebih lanjut tentang perubahan iklim

    Selain itu juga ada NASA’s Vital Signs of the Planet, WWF’s Science that Affects Our World
    British Council’s Climate Resources for School Teachers

    Laman-laman ini dapat diakses secara gratis dan menyediakan informasi tentang lingkungan yang dapat diterapkan di kelas mana pun. 

    Baca: Mengenalkan isu perubahan iklim dari rumah

    Sebuah proyek yang terinspirasi oleh perubahan iklim akan membantu siswa memahami pentingnya pendidikan lingkungan.

    Ini juga akan memberi mereka keterampilan yang mereka perlukan untuk menghadapi orang-orang yang skeptis di masa depan.

    Pendidikan lingkungan hidup adalah kunci untuk memahami perubahan iklim. Pendidikan iklim yang kuat dapat memberdayakan siswa dan membantu mencegah mereka terlibat dalam kelompok advokasi dan aktivis.

    Bahkan pengalaman pendidikan kecil, seperti berpartisipasi dalam aksi bersih lingkungan, dapat membantu siswa memahami pentingnya pengelolaan dan membangun keterampilan interdisipliner yang mereka perlukan untuk mengadvokasi perlindungan lingkungan.

    Sumber:earth.org

  • Belajar dari Jepang, BRIN Kembangkan Sistem Pendidikan Lingkungan Mutakhir

    Belajar dari Jepang, BRIN Kembangkan Sistem Pendidikan Lingkungan Mutakhir

    7cloud.asia – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset (PR) Pendidikan berkolaborasi dengan Indonesian Education Promoting Foundation (IEPF) untuk menerapkan pendidikan lingkungan melalui bahan ajar digital.

    Kolaborasi itu ditandai dengan seminar bertajuk “Transformasi Pendidikan Lingkungan dalam Pencapaian SDGs di Indonesia: Digitalisasi Bahan Ajar dan Lesson Study” di Kampus BRIN Kawasan Sains Sarwono Prawirohardjo, Jakarta, Selasa (12/11/2024).

    Seminar tentang pendidikan lingkungan ini diadakan dalam kerangka kerja sama IEPF dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) yang sudah bermitra dengan Dinas Pendidikan di Kota Kupang, Kabupaten Manggarai Barat, dan Kabupaten Tabanan.

    Pendidikan lingkungan sebelumnya telah diterapkan di Kota Tangerang Selatan melalui proyek “Proyek untuk Mendukung Pendidikan Lingkungan SDGs di Pulau-Pulau Terpencil Menggunakan Bahan Ajar Digital dan Lesson Study Ala Jepang.”

    Sistem pendidikan lingkungan yang akan diterapkan mengajak anak-anak berpikir kritis dan memahami bagaimana tindakan mereka memengaruhi lingkungan.

    Baca: Ketimpangan akses membuat pendidikan tereksklusi

    Guru akan berperan sebagai fasilitator dan teladan, mengajarkan metode berbasis kondisi nyata di lingkungan sekitar peserta didik melalui proses pembudayaan dan pembelajaran mandiri.

    Melalui pendidikan lingkungan, anak-anak juga dapat mempelajari STEAM (Sains, Teknologi, Art/Seni, dan Matematika) serta aspek sosial budaya.

    Selain pengetahuan dan sikap, anak-anak akan dilatih keterampilan yang berguna, seperti pengelolaan sampah, menyelamatkan diri dari bencana, dan upaya lain dalam mengatasi masalah lingkungan.

    Kepala Pusat Riset Pendidikan BRIN, Trina Fizzant, menyoroti pentingnya belajar dari Jepang, yang dikenal sebagai bangsa dengan kesadaran lingkungan yang sangat tinggi.

    Di Jepang, kesadaran dan tanggung jawab terhadap lingkungan, seperti pengelolaan sampah, air, tanah, dan energi, dipupuk sejak dini, baik di keluarga maupun sekolah.

    Baca: Pendidikan lingkungan pada anak bantu cegah penyakit menular

    “Kita harus mempelajari cara mereka merawat lingkungan dan menanamkan nilai-nilai ini kepada anak-anak,” ujar Trina.

    Trina menambahkan, Indonesia masih menghadapi berbagai masalah lingkungan, seperti sampah yang menumpuk dan pencemaran air serta tanah.

    Ia menekankan bahwa pendidikan lingkungan sejak dini adalah kunci untuk mengatasi persoalan ini, dan upaya tersebut memerlukan dukungan dari keluarga, masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah.

    Seminar itu menghadirkan pembicara dari IEPF dan PR Pendidikan BRIN, dengan peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, seperti sekolah, perguruan tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, komunitas lingkungan, lembaga penelitian, dan lainnya.

    Kegiatan itu merupakan awal dari kerja sama antara IEPF dan PR Pendidikan BRIN yang akan dikembangkan dengan implementasi pendidikan lingkungan lebih luas.

    Kolaborasi ini diharapkan membuka peluang kerja sama baru dengan lembaga-lembaga lain, memperkuat upaya kolektif dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di Indonesia.

  • Pakar: Masalah Lingkungan di Indonesia Lahirkan Beragam Model Pendidikan Lingkungan

    Pakar: Masalah Lingkungan di Indonesia Lahirkan Beragam Model Pendidikan Lingkungan

    7cloud.asia – Dosen Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM, Prof. Agus Suwignyo, mengatakan banyaknya permasalahan lingkungan di Indonesia telah melahirkan beragam model pendidikan lingkungan.

    Berdasarkan identifikasinya, terdapat 462 kasus lingkungan selama kurun waktu 74 tahun dari tahun 1950 hingga 2024.

    Kasus-kasus tersebut diklasifikasikan menjadi enam ragam pendidikan yaitu cerita hantu, dongeng dan mitos; ritual dan upacara keagamaan; refleksi dan opini publik tentang bencana.

    Pendidikan lingkungan juga terwujud dalam gerakan, aktivisme serta program penghijauan; kepemimpinan komunitas dan inisiatif aksi; serta pertunjukan seni budaya dan karya sastra.

    “Ragam pendidikan lingkungan terbentuk dari permasalahan lingkungan yang berkembang di masyarakat. Oleh karena itu, setiap program memiliki sasaran yang berbeda,” katanya dalam keterangan tertulisnya kepada media beberapa waktu lalu.

    Baca: Pendidikan lingkungan dan pemahaman soal perubahan iklim

    Menurutnya, Indonesia menghadapi persoalan lingkungan yang sangat serius akibat politik lingkungan yang terus berubah. Sumber utama persoalan lingkungan di Indonesia adalah deforestasi dan manajemen yang buruk atas sampah.

    Bagi Agus, perkembangan persoalan lingkungan di masa lalu turut memberikan dampak terhadap ragam pendidikan lingkungan.

    Seiring dengan perubahan zaman dan perkembangan teknologi, fungsi ragam pendidikan mengalami penurunan pengaruh terhadap lingkungan tersebut.

    Ia menekankan pentingnya sejarah pendidikan lingkungan yang kontekstual dengan zaman dan sesuai dengan segmen di dalam masyarakat yang menjadi sasaran pendidikan tersebut.

    Baca: Di Melbourne, pendidikan lingkungan jadi pusat perhatian sejak SD

    “Pemerintah dapat membuat sinergi pendidikan lingkungan berbasis komunitas yang sudah ada di masyarakat,” tekannya.

    Sebelumnya Prof. Agus memenuhi undangan sebagai professor tamu dari Royal Holloway, University of London (RHUL) pada tanggal 28 Januari hingga 19 Februari 2026 lalu.

    Selama tiga minggu berada di Inggris, Agus Suwignyo melaksanakan kegiatan akademik dan riset yaitu mengajar serta melakukan kolaborasi penelitian dan publikasi dengan kolega dari Departemen Sejarah RHUL, Dr. Simone Gigliotti.

    Ia juga berkesempatan mengisi perkuliahan di dua tempat yaitu RHUL dan Royal Asiatic Society yang mengulas sejarah pendidikan lingkungan di Indonesia.