Tag: pengerukan

  • Pengerukan Kali Kamal Mencapai Segmen Ketiga dan Dijadwalkan Rampung Akhir Tahun Ini

    Pengerukan Kali Kamal Mencapai Segmen Ketiga dan Dijadwalkan Rampung Akhir Tahun Ini

    7cloud.asia – Pengerukan segmen ketiga Kali Kamal di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, mulai dari Jembatan Menceng Raya sampai Jalan Satu Meret kini masuk tahap sosialisasi.

    Sosialisasi tersebut utamanya dilakukan untuk memberitahu warga tentang lalu lintas alat berat serta truk pengangkut lumpur di area sekitar selama proses pengerukan Kali Kamal berlangsung.

    “Mau turun satu alat lagi tapi masih proses sosialisasi ke warganya. Jadi sekarang sudah mau turun pengerukan yang segmen tiga,” kata Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat Purwanti Suryandari di Jakarta pada Kamis (15/8/2024).

    Adapun pengerukan Kali Kamal dibagi menjadi tiga segmen pengerjaan, yakni segmen pertama mulai dari Jembatan Kapuk Kamal sampai dengan Jembatan Risma.

    Kemudian segmen kedua mulai dari mulai dari Jembatan Risma sampai dengan Jembatan Menceng Raya.

    Baca Juga: Embung Pekayon Jakarta Timur Direvitalisasi, Jadi Area Tangkapan Air yang Dilengkapi Pusat Kegiatan Masyarakat

    Hingga 26 Juli 2024, pengerukan segmen pertama telah mencapai 90 persen dan kini sudah hampir selesai.

    “Segmen pertama sudah hampir selesai, tinggal dikit lagi persentasenya belum bisa dirinci. Terus segmen kedua juga masih terus berproses, sudah majulah dari kemarin (26 Juli 2024),” kata Purwanti.

    Pengerukan Kali Kamal yang telah dimulai sejak 2 Mei 2024 itu ditargetkan rampung akhir tahun ini.

    Purwanti menyebutkan bahwa genangan yang sering terjadi di sekitar Kali Kamal utamanya diakibatkan debit aliran dari Cisadane melalui Pintu Air 10 di Tangerang melewati Rawa Bokor menuju Saluran Irigasi.

    Genangan di sekitar Kali Kamal juga akibat genangan rob yang terjadi di daerah Muara.

    “Jakarta Barat itu kan cekungan dan punya elevasi lebih rendah dari daerah Utara. Nah itu mengakibatkan durasi waktu genangan di Tegal Alur jadi lebih lama surut,” kata Purwanti.

    Baca Juga: Konservasi Air: DKI Jakarta Andalkan 147 Waduk dan Embung yang Ada

    Selain itu, kata Purwanti, ditambah dengan adanya beberapa penghalang aliran seperti jembatan orang yang melintang sungai, banyak sedimentasi dan elevasi dasar saliran yang tidak beraturan.

    Beberapa daerah rawan genangan adalah RW 1 (Rawa Melati), RW 03, tepatnya di belakang Rusun Tegal Alur di Jalan Lingkungan III), kemudian RW 3, 15, 13 di Jalan Prepedan, RW 9 (Gang Sadun).

    “Sementara penanganannya itu pembangunan Pompa Kamal dengan Kapasitas 30 meter kubik per detik,” kata Purwanti.

    Purwanti mengatakan bahwa dengan adanya pompa tersebut lokasi Gang Sadun sampai dengan Jembatan (RW 09) tidak lagi tergenang.

    “Saat ini masih pengerukan kali, tujuannya untuk turunkan elevasi dasar saluran dan buat elevasi kali beraturan,” kata Purwanti.

    Baca Juga: DKI Ajukan Pembangunan 8 Sistem Polder untuk Mencegah Banjir di APBD 2025

    Kali Kamal awalnya merupakan saluran irigasi memiliki panjang saluran induk sekitar 4,5 kilometer dengan luas catchment area (daerah tangkapan air) sekira seluas 1.618 hektar.

    Kali Kamal berhilir di Jakarta Utara dengan sebagian alirannya mengalir melintasi wilayah Jakarta Barat dan Provinsi Banten. Saat ini perubahan Kali Kamal dari aliran irigasi ke aliran drainase belum optimal.

    Secara garis besar terdapat empat aliran yang menuju Kali Kamal, yakni Saluran Penghubung Tegal Alur yang berhulu di saluran pinggir Tol Lingkar Luar Barat, kemudian Saluran Penghunung Palem Lestari yang berhulu di Perumahan Taman Palem Lestari.

    Kemudian Saluran Penghubung Kamal Benda yang berhulu dari Tangerang dan lalu saluran irigasi yang berhulu dari Rawa Bokor Tangerang sampai Pintu Air 10 Kali Cisadane.

    Sumber:Antaranews.com

  • Pengerukan Sungai dan Danau di Jakarta berlanjut hingga Agustus 2025

    Pengerukan Sungai dan Danau di Jakarta berlanjut hingga Agustus 2025

    7cloud.asia – Pengerukan sedimentasi sungai dan waduk akan terus dilakukan Pemprov DKI Jakarta hingga Agustus 2025 mendatang

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan bahwa pengerukan sungai dan waduk ini adalah upaya untuk mengantisipasi banjir dan bukan pencitraan Pemprov DKI Jakarta

    “Pengerukan yang kita lakukan (pada awal menjabat) bukan untuk kosmetik atau pencitraan,” kata Rano Karno di Jakarta, Rabu (9/4/2025).

    Menurut dia bahwa program pengerukan sungai dan waduk yang ada di DKI Jakarta merupakan janji politik saat kampanye pada Pilkada 2024 dan saat ini program tersebut terus dilakukan dan direncanakan hingga bulan Agustus 2025 mendatang.

    Baca: Pemkot Jakarta Selatan keruk Kali Baru Barat untuk mitigasi banjir

    Rano Karno mengatakan bahwa pengerukan sedimentasi dilakukan untuk kembali menormalkan sungai dan waduk yang ada, agar daya tampung bisa bertambah.

    Selain itu, pengerukan tersebut juga diharapkan dapat mencegah banjir yang sering terjadi di daerah itu terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi.

    “Kami sudah hitung Jakarta akan mengalami satu hujan yang menyebabkan banjir. Tapi kami bersyukur dengan pengerukan sungai walaupun terjadi banjir, tapi tidak sebesar yang kita prediksi,” ujarnya.

    Selain pengerukan sungai dan waduk, Pemprov DKI juga mewaspadai terjadinya banjir rob di utara Jakarta, sehingga dilakukan antisipasi dengan pembuatan bronjong untuk menahan air laut pasang.

    Baca: Pengerukan Kali Kamal untuk mitigasi banjir

    Upaya tersebut kata dia cukup berhasil dalam menanggulangi bencana banjir rob di daerah yang rawan.

    Untuk itu, Pemprov DKI juga berupaya membuat tanggul laut setinggi 2,5 meter dan akan dikerjakan dalam waktu dekat ini.

    “Untuk pembangunan tanggul wilayah utara bisa dimulai setelah lebaran ini,” katanya

  • Kali Irigasi Bekasi Tengah Dikeruk untuk Cegah Banjir di Jakarta

    Kali Irigasi Bekasi Tengah Dikeruk untuk Cegah Banjir di Jakarta

    7cloud.asia – Pengerukan kali, terutama di daerah perbatasan juga menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menangani banjir di Jakarta.

    “Saya sudah memutuskan bahwa pengerukan di pinggir-pinggir Jakarta ini segera dilakukan karena menjadi prioritas utama,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau pengerukan Kali Irigasi Bekasi Tengah, Cakung, Jakarta Timur, Senin (7/7/2025).

    Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan banjir dan pengairan di wilayah tersebut berjalan optimal.

    Pramono menjelaskan, irigasi di Kali Irigasi Bekasi Tengah ini awalnya dibangun pemerintah pusat untuk mengatasi banjir dan sebagai sumber pengairan.

    Namun, seiring berjalannya waktu, perawatan Kali Irigasi Bekasi Tengah ini beralih menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengatasi masalah banjir yang kerap terjadi.

    Baca: Warga Pesisir Jakarta diminta mewaspadai banjir rob

    Pengerukan Kali Irigasi Bekasi Tengah di Cakung ini dilakukan sepanjang 5,3 kilometer. Aliran ini melewati tiga kelurahan yang terdiri dari Kelurahan Ujung Menteng, Kelurahan Cakung Timur dan Cakung Barat.

    Aliran Kali Irigasi Bekasi Tengah ini berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum.

    Pada 2025, beberapa kegiatan pengerukan dilakukan di sepanjang aliran Kali Irigasi Bekasi Tengah atau inspeksi PAM. Di antaranya pengerukan Kali Irigasi Bekasi Tengah segmen A dari Kanal Banjir Timur sampai gerbang Perum Metland Ujung Menteng.

    Pengerukan ini dilakukan sejak 12 Februari hingga 19 Mei 2025. Sedangkan volume terkeruk mencapai 5.753 meter kubik dengan panjang 1.100 meter.

    Kemudian pengerukan Kali Irigasi Bekasi Tengah segmen B dari gerbang Perum Metland hingga Kali Cakung Drain. Pengerukan ini sedang berjalan dengan rencana volume yang akan dikeruk sebanyak 10.147 meter kubik dengan panjang 4200 meter.

    Baca: Pramono Anung akan lanjutkan program normalisasi Sungai Ciliwung

    Pramono menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI terus menyisir daerah rawan banjir untuk dilakukan langkah preventif, salah satunya melalui pengerukan aliran sungai di berbagai titik di Jakarta.

    Selain pengerukan, juga direncanakan perbaikan turap saluran penghubung irigasi di Jalan Inspeksi PAM, Kelurahan Cakung Barat, sepanjang 386 meter dengan tinggi turap dirancang mencapai tiga meter.

    Terkait banjir yang terjadi sejak Minggu (6/7) malam, Gubernur Pramono menyebut jajaran Dinas SDA dan para wali kota di lima wilayah telah berkoordinasi untuk memantau dan melakukan langkah cepat dalam menangani genangan.

    Pihak Pemprov, ujar Pramono, meminta Dinas SDA untuk siaga. Pengalaman sejak semalam menunjukkan bahwa kinerja kita sudah baik. Khususnya dalam menjaga kawasan strategis agar tidak terdampak.

    “Sekitar pukul 12 malam, semua genangan sudah tertangani dengan baik, dan pagi ini semuanya berjalan lancar,” jelasnya.

    Baca: Pengerukan sungai dan danau di Jakarta berlanjut hingga Agustus 2025