Tag: perbelanjaan

  • Sempat Menjadi Pusat Perbelanjaan Elit, Begini Kondisi Pasaraya Blok M Saat Ini

    Sempat Menjadi Pusat Perbelanjaan Elit, Begini Kondisi Pasaraya Blok M Saat Ini

    7cloud.asia – Gelap dan sepi. Begitu kesan yang muncul ketika ruangkota memasuki Pasaraya Blok M beberapa waktu lalu. Bagai memasuki gedung tua yang kurang terawat, tak tampak lagi kemegahan pusat perbelanjaan ini.

    Kegelapan ini seakan memastikan selesai sudah era kejayaan Pasaraya Blok M tersebut.

    Pasaraya Blok M, pusat perbelanjaan yang berada di wilayah Jakarta Selatan ini pada tahun 1990an hingga 2000an merupakan tempat nongkrong anak muda.

    Tempat yang menempel dengan terminal bus Blok M ini kerap dipakai sebagai tempat ngeceng, begitu istilah mereka saat itu.

    Lampu yang terang benderang dan pendingin ruangan yang kencang membuat siapapun pengunjung yang lewat jadi tertarik masuk ke dalam. Meski hanya sekadar melihat-lihat, tapi suasana Pasaraya Blok M saat itu masih ramai.

    Baca: Penataan kawasan bisa kurangi banjir di Jakarta

    Salah satu pusat perbelanjaan yang dapat dikatakan mewah di masanya itu setiap lantai menyediakan barang yang berbeda. Misalnya lantai satu khusus menjual parfum dan aneka perawatan tubuh.

    Lantai dua khusus menjual aneka sepatu dan tas perempuan. Begitu seterusnya setiap lantai.

    Barang bermerek baik lokal maupun intenasional dengan mudah ditemui di tempat ini.

    Selain itu, hampir setiap lantai juga tersebar sales girl yang menawarkan produknya masing-masing.

    Belum lagi musik yang menghibur pengunjung sesuai dengan tema. Misalnya jelang Natal, maka musik yang akan diputar akan bertema Natal.

    Baca: Bak kota mati, seperti ini kondisi Blok M Mal

    Tak hanya itu, seluruh lantai juga dihiasi dengan aksesoris Natal, seperti pohon Natal, lonceng-lonceng, pita, dan lain-lain.

    Sales girl atau salesman juga mengenakan baju bertema Natal, seperti baju sinterklas.

    Kini suasana itu berubah drastis. Tidak ada lagi lampu terang benderang dan pendingin ruangan yang kencang anginnya.

    Suara sales yang biasanya banyak menawarkan berbagai jenis barang kepada para pengunjung yang lewat seakan tenggelam dalam kesunyian pusat perbelanjaan ini.

    Tidak ada pula musik yang mengalun menghibur para pengunjung hingga betah berlama-lama di tempat perbelanjaaan elit tersebut.

    Baca: Membangun Jakarta menjadi lebih layak huni

    Kini hanya 3 lantai yang dioperasikan untuk berbelanja. itupun hanya menawarkan produk lokal. Sementara barang-barang bermerek terkenal dari dalam maupun luar negeri sudah tidak ada lagi.

    Silvi (34), salah seorang sales girl menjelaskan, situasi seperti ini bermula sejak sebelum pandemi Covid-19. Tepatnya tahun 2017, dimana saat itu pusat perbelanjaan Matahari yang menempati satu lantai itu tutup.  

    “Kaget ya kak? Memang sekarang bisa dibilang 80 persen toko tutup semua,” kata Selvi saat berbincang-bincang dengan 7cloud.asia.

    Menurutnya gerai-gerai yang tutup secara bertahap, sejak tahun 2017.

    “Itu masih banyak, kak. Baru Matahari aja yang tutup. Tidak lama kan pandemi Covid tuh, baru deh banyak yang tutup. Sampe sekarang yang rame di lantai atas doang, ruang kantor,” ungkap perempuan yang bekerja sejak tahun 2010 ini.

    Baca: Seperti ini repotnya membeli rumah di Jabodetabek

    Silvi mengira kondisi ekonomi ditambah pula dengan maraknya toko online membuat gerai-gerai di Pasaraya banyak yang tutup.

    Pasaraya Blok M berdiri sejak tahun 1974 yang didirikan oleh Abdul Latief, seorang pengusaha dan mantan menteri pada era Presiden Soeharto.

    Pasaraya merupakan sebuah pusat ritel dan komersial hasil pengembangan PT Pasaraya Internatonal Hedonisarana (ALatief Corporation).

    Nama Pasaraya sendiri telah beberapa kali berganti, dari awalnya Pasaraya Sarinah Jaya, Pasaraya Big & Beautiful, Pararaya Grande, hingga Pasaraya The Pride of Indonesia

    Kawasan Pasaraya saat ini terdiri dari Gedung A-B ditambah office Sentraya (41 lantai). Gedung A-B memiliki luas mencapai 98 ribu m2 ditambah Sentraya 74 ribu m2.

    Beberapa yang telah hadir di komplek ini antara lain Kantor Pusat Gojek, office Kopi Kenangan, office BPD Hipmi Jaya, dan sebagainya.

    Reporter: Nurakhmayani