Tag: perhimpunan guru

  • Perhimpunan Guru Tolak Makan Siang Gratis, Ini Alasannya

    Perhimpunan Guru Tolak Makan Siang Gratis, Ini Alasannya

    7cloud.asia – Rencana program makan siang gratis mendapat penolakan dari Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G). Pasalnya pembiayaan program tersebut dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

    Menurut Kepala Bidang Advokasi Guru P2G, Iman Zanatul Haeri dana bos tersebut sebagian digunakan untuk membayar gaji guru dan tenaga pendidik honorer.

    “Ini sama saja dengan memberi makan gratis siswa dengan cara mengambil jatah makan para gurunya. Sebab ada guru honorer yang hanya mengandalkan dana BOS,” jelas Iman seperti yang dilansir CNN Indonesia.

    Memang, lanjut Iman, gizi anak Indonesia saat ini masih banyak yang belum terpenuhi. Tetapi, para guru juga harus mendapatkan asupan gizi.

    Baca: DPR khawatir program makan siang gratis diimplementasikan secara serampangan

    Dengan menggunakan dana BOS untuk program makan siang gratis, maka ia khawatir nantinya tidak menyejahterakan guru dan memajukan pendidikan Indonesia.

    Program makan siang gratis tak berhak menyedot Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

    “Apalagi kalau harus menanggung beban makan siang gratis. Kita perlu mendiskusikan ini secara serius ketika presiden terpilih nanti sudah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU),” katanya.

    Selanjutnya Iman mengungkapkan dana BOS dari pemerintah pusat setiap tahun selalu turun. Misalnya pada 2022 ke 2023, di mana dana BOS disebut berkurang hingga Rp539 miliar.

    Kondisi dana BOS yang semakin turun ini akan tambah parah dengan beban pembiayaan makan siang gratis. Alih-alih menyukseskan makan siang gratis, sekolah malah tidak bisa membiayai apapun.

    Baca: Ekonom khawatir makan siang gratis membenani RAPBN

    “Artinya, untuk sepiring nasi anak sekolah seharga Rp15 ribu saja pemerintah belum bisa memenuhinya. Jadi, tidak bisa diambil dari anggaran BOS yang jelas-jelas kurang,” tegasnya.

    Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto hadir dalam simulasi makan siang gratis di SMP Negeri 2 Curug, Tangerang, Banten.

    Ada 4 menu yang disajikan dalam simulasi pada Kamis (29/2) tersebut, yakni nasi ayam, nasi semur telur, gado-gado, dan siomay. Makan siang gratis diberikan untuk 4 kelas dari sekitar total 900 murid di sekolah tersebut.

    Simulasi ini dengan menggunakan dana Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, bukan dari APBN.

    Hadir dalam acara tersebut, mantan Bupati Tangerang yang juga Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar.

    Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran DKI Jakarta itu yang mengusulkan kepada Airlangga untuk menggunakan dana BOS dalam program makan siang gratis.

    Baca: Respon Sri Mulyani soal makan siang gratis masuk RAPBN 2025

    “Pola pendanannya, nah ini Pak (Airlangga), kita mengusulkan melalui BOS Spesifik atau BOS Afirmatif untuk khusus penyediaan makan siang bagi siswa. Ini bisa dengan rekening yang terpisah untuk setiap sekolah, dari BOS Reguler dipisah dengan BOS Afirmatif atau Spesifik ini,” jelas Zaki kepada Airlangga.

    “Penyalurannya melalui rekening sekolah langsung. Untuk kegiatan pendampingan dan organisasi perangkat daerah (OPD) ini didanai oleh APBD, ketersedian dana sekolah dan pemantauan oleh pemerintah daerah ini semua dari APBD kabupaten/kota,” sambungnya.

    Airlangga mempertimbangkan penggunaan dana BOS untuk mendanai program Prabowo-Gibran tersebut.

    “Kalau model untuk SD-SMP kita relatif punya sistem, punya pipeline anggaran, salah satunya melalui BOS, dan secara spesifik itu bisa dibuat,” katanya.

    Reporter: Nurakhmayani