Tag: perlindungan

  • Lebih dari 15 Ribu Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual, Save the Children Desak Kolaborasi Tak Sekadar Seremoni

    Lebih dari 15 Ribu Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual, Save the Children Desak Kolaborasi Tak Sekadar Seremoni

     

    7cloud.asia – Kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia masih menjadi alarm serius. Sepanjang 2025, lebih dari 15 ribu anak menjadi korban kekerasan seksual, sementara ribuan lainnya mengalami kekerasan fisik. Ironisnya, mayoritas kasus justru terjadi di dalam rumah.

    Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA), tercatat lebih dari 15.300 kasus kekerasan seksual terhadap anak dan 12.160 kasus kekerasan fisik sepanjang 2025.

    Sebanyak 60,1 persen kasus terjadi di lingkungan rumah, tempat yang semestinya menjadi ruang paling aman bagi anak.

    Persoalan anak tidak berhenti pada kekerasan. Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) juga menunjukkan 29,8 juta anak masih mengalami ketertinggalan pembelajaran, sementara prevalensi stunting masih berada di angka 19,8 persen.

    Baca: Hingga Hari Ini, Kekerasan Seksual Masih Berulang

    CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, mengatakan tingginya angka kekerasan dan berbagai persoalan anak menunjukkan bahwa perlindungan anak belum bisa dibebankan kepada satu pihak saja.

    Dessy menambahkan, selama 50 tahun, Save the Children Indonesia belajar bahwa perubahan yang paling bermakna tidak pernah lahir dari satu pihak, melainkan dari kolaborasi.

    “Berbagai capaian yang telah diraih menunjukkan bahwa perubahan nyata bagi anak dapat terwujud ketika semua pihak bergerak bersama,” jelas Dessy dalam Diskusi Media: Mengawal Ekosistem Perlindungan Anak yang diselenggarakan oleh Save the Children Indonesia di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

    Sejak 1976, Save the Children Indonesia mengaku telah mendorong pemenuhan hak anak melalui berbagai program, mulai dari kesehatan dan gizi, pendidikan dasar, perlindungan anak, hingga peningkatan ketahanan masyarakat menghadapi bencana.

    Baca: Komnas Perempuan Kutuk Penyekapan YTT di Bandung

    Organisasi tersebut juga berkontribusi dalam penguatan pola pengasuhan berbasis keluarga melalui regulasi nasional, memperluas partisipasi anak lewat Children and Youth Advisory Network (CYAN) dalam isu perubahan iklim dan keamanan digital, serta mendukung pengembangan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

    Di sektor kesehatan, kampanye Stop Pneumonia yang dijalankan pada 2019-2022 disebut turut mendorong pemerintah memasukkan vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) ke dalam program imunisasi dasar nasional.

    Meski demikian, Dessy menegaskan tantangan perlindungan anak masih sangat besar sehingga diperlukan langkah yang lebih konkret.

    Baca: Kemiskinan dan Ketidakharmonisan Keluarga Membuat Perempuan Jadi Korban Kekerasan

    “Keberpihakan terhadap anak tidak boleh berhenti sebagai komitmen, tetapi harus diwujudkan dalam kolaborasi yang semakin kuat dan aksi konkret yang berkelanjutan,” tegasnya.

    Salah satu bentuk aksi konkret dan peringatan 50 tahun kiprahnya di Indonesia, Save the Children akan menggelar Festival Pahlawan Anak pada 1-16 Agustus 2026 di Gandaria City, Jakarta Selatan.

    Festival tersebut akan menghadirkan pameran imersif, diskusi, permainan interaktif, hingga pertunjukan musik sebagai upaya meningkatkan kesadaran publik terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak.