Tag: perlindungan sosial

  • Skema Perlindungan Sosial (Perlinsos) Direformasi Agar Lebih Adaptif terhadap Perubahan Iklim

    Skema Perlindungan Sosial (Perlinsos) Direformasi Agar Lebih Adaptif terhadap Perubahan Iklim

    7cloud.asia – Hasil reformasi perlindungan sosial (perlinsos) yang kini sudah rampung diharapkan dapat menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia.

    Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Maliki mengatakan reformasi sistem pelindungan sosial ini untuk mendukung fokus pembangunan, pemerintah.

    Dalam hal ini, ujarnya, Bappenas terus berupaya untuk memperkuat aspek hukum Perlindungan sosial (Perlinsos).

    ”Ini sudah diamanatkan oleh presiden, kemudian juga sudah dituangkan di dalam RKP (Rencana Kerja Pemerintah), baik pada 2021, yaitu rencana kerja pemerintah yang ditetapkan di dalam Peraturan Presiden, RKP 2022 maupun RKP 2023,” ujarnya dalam Seminar Nasional Menuju Indonesia Sejahtera 2045 yang dipantau secara virtual, Jakarta, Kamis (28/3/2024).

    Baca: Bansos dibiayai dari uang pajak rakyat

    Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa ada sejumlah reformasi yang telah dilakukan pemerintah sebagai prasyarat menuju transformasi sosial sebagaimana Visi Indonesia Emas 2045.

    Pertama adalah transformasi data yang melakukan konvergensi dan integrasi pengelolaan sumber data kemiskinan ekstrem agar program perlinsos bisa diberikan secara tepat sasaran.

    Jadi, ujarnya, data selama ini relatif masih sangat banyak, dan kita sebenarnya mempunyai aset data cukup kaya.

    “Namun, dalam hal ini, kita bersama-sama berupaya untuk bisa mengkonsistenkan seluruh pendataan tersebut, sehingga setidaknya data itu bisa mempunyai informasi yang sama, akurat, dan juga bisa terkini dan konsisten terutama,” ujar dia.

    Baca: Penyaluran Bansos sering tidak tepat sasaran, data rakyat miskin harus dibenahi

    Kedua adalah pengembangan skema perlinsos yang lebih adaptif karena Indonesia sangat rentan terhadap bencana, khususnya akibat perubahan iklim.

    Maliki mngatakan, bencana akibat perubahan iklim disebut akan terus-menerus terjadi yang dengan sangat cepat mengubah nasib seseorang.

    Oleh karena itu, seluruh penduduk Indonesia harus dilindungi dan bisa beradaptasi terhadap berbagai perubahan yang terjadi, baik bencana seperti perubahan iklim maupun pandemi, melalui skema perlinsos adaptif.

    Ketiga, pemerintah juga dinyatakan telah menjalankan dan menyempurnakan program penyaluran bantuan sosial (bansos) nontunai.

    Baca: Ganjar-Mahfud gagas KTP Sakti untuk integrasi data

    Beberapa langkah penyempurnaan yang dilaksanakan yaitu digitalisasi bansos untuk memastikan penerima tepat sasaran dalam rangka memberdayakan masyarakat.

    Kemudian, inovasi skema pembiayaan seperti kolaborasi yang telah dilakukan antara Bappenas dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) guna mensinergikan pelbagai bantuan, khususnya dari filantropi keagamaan.

    Skema pembiayaan Perlinsos secara kolaborasi ini diharapkan memberikan dampak lebih baik lagi terhadap penduduk Indonesia.

    Salah satu upaya reformasi perlinsos selanjutnya adalah integrasi perencanaan, program, dan penganggaran pada kementerian/lembaga yang terkait kemiskinan ekstrem di tingkat pusat maupun daerah.

    Baca: Antisipasi perubahan iklim, perlindungan hukum bagi masyarakat menjadi penting

    Langkah ini juga termasuk monitoring dan evaluasi secara berkala guna melihat efektivitas implementasi program.

    ”Dengan paradigma baru,  upaya pencapaian sasaran kemiskinan mendekati 0 persen menjadi bagian integral dari agenda dan misi transformasi sosial menuju transformasi Indonesia.

    ”Tiga arah pembangunan utama di dalam agenda transformasi sosial ini telah ditetapkan dalam satu nafas pembangunan, yaitu kesehatan untuk semua, kemudian pendidikan berkualitas, dan juga pelindungan sosial yang adaptif,” ujar Maliki.

    Sumber: Antaranews.com