Tag: perpustakaan

  • Jumlah Titik Baca di Jakarta Meningkat Pesat

    Jumlah Titik Baca di Jakarta Meningkat Pesat

    7cloud.asia – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta, terus memperluas akses layanan perpustakaan agar dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga kurang mampu.

    “Bukan hanya untuk kelompok yang mampu, tapi juga bagi yang kurang mampu. Salah satunya melalui perpustakaan keliling,” ujar Kepala Dispusip DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono Jumat (8/8/2025).

    Menurutnya, Dispusip juga mengoptimalkan fasilitas perpustakaan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dengan menambah koleksi buku dan memperbanyak titik baca.

    Jumlah titik baca di Jakarta berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, dari 1.672 titik pada 2022–2024, menjadi 2.403 titik pada 2025. Dispusip DKI Jakarta menargetkan jumlah titik baca mencapai 3.003 titik pada 2026.

    Baca: Minat baca dan literasi masyarakat Indonesia rendah

    Untuk meningkatkan minat baca, Dispusip berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk memberdayakan Karang Taruna. Sejumlah rumah susun (rusun) juga telah memiliki perpustakaan atau pojok baca untuk memenuhi kebutuhan literasi warga.

    “Kami melakukan perawatan dan pengelolaan secara rutin dan berkelanjutan, agar perpustakaan tidak hanya ada secara fisik, tapi juga benar-benar berfungsi,” tandasnya.

    Sebelumnya, anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz juga mendorong Dispusip memperbanyak fasilitas pojok baca, terutama di rumah ibadah dan kawasan padat penduduk.

    Dikatakan Aziz, keberadaan pojok baca di lokasi-lokasi strategis bisa menumbuhkan minat baca, khususnya di kalangan generasi muda yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai daripada buku.

    “Pekerjaan rumah kita saat ini adalah meningkatkan minat baca dengan menyediakan fasilitas yang mendukung, seperti buku-buku bacaan,” ujar Aziz, Rabu (30/7/2025).

    Baca: Mengenalkan kebiasaan membaca pada anak sejak dini

    Ia menilai, rumah ibadah merupakan lokasi ideal untuk menghadirkan pojok baca karena umumnya memiliki ruang yang cukup luas, terutama di tengah kawasan padat penduduk yang minim fasilitas publik.

    Aziz berharap, anak-anak terdorong untuk meningkatkan literasi sejak dini dengan disediakannya buku-buku yang menarik.

    Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pendekatan kreatif untuk menarik minat baca anak-anak, misalnya melalui kegiatan mendongeng.

    Dia menilai, perlu ada upaya aktif untuk mempromosikan pojok baca agar benar-benar dimanfaatkan masyarakat.