Tag: Pet

  • Galon Sekali Pakai Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Le Minerale Soal Limbah Plastik PET yang Diproduksinya

    Galon Sekali Pakai Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Le Minerale Soal Limbah Plastik PET yang Diproduksinya

    7cloud.asia – Produsen air minum dalam kemasan atau AMDK Le Minerale menyatakan, pihaknya telah menarik kembali sebanyak lebih dari 35.000 ton sampah plastik PET (polyethylene terephthalate) untuk didaur ulang.

    Langkah penarikan sampah plastik PET ini merupakan salah satu upaya sebagai upaya menjalankan Gerakan Ekonomi Sirkular Nasional (GESN).

    “Selama kurang lebih 3 tahun berjalan, Le Minerale telah berhasil menarik kembali sebanyak lebih dari 35.000 ton sampah botol dan galon plastik PET,” kata Sustainability Manager Le Minerale Irene Atmadja dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (10/8/2024).

    Sebelumnya, Komunitas Nol Sampah menyoroti tanggung jawab produsen galon sekali pakai dalam mengurangi sampah plastik.

    Dalam rilis yang disiarkan pada Selasa (30/7/2024), Koordinator Komunitas Nol Sampah Wawan Some mengatakan, produsen galon sekali pakai wajib mendaur ulang sampah kemasan produknya.

    Wawan mendesak pemerintah membuka data produsen mana saja yang sudah mematuhi Permen 75 tahun 2019 tentang Pengurangan Sampah Plastik.

    Baca: Komunitas Nol Sampah soroti tanggung jawab produsen plastik

    “Faktanya saya yakin belum semuanya bisa didaur ulang, belum bisa semuanya ditarik sama mereka walaupun klaim mereka kan katanya ukuran besar akan memudahkan untuk ditarik kembali dan didaur ulang,” kata Wawan.

    Dia menegaskan berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2018 yang diturunkan menjadi Peraturan Menteri KLHK No 75 tahun 2019 menyebutkan bahwa produsen bertanggung jawab atas sampah plastik yang mereka hasilkan.

    Dalam penjelasannya, Irene Atmadja mengatakan sampah plastik dari Le Minerale tersebut dikelola melalui program Integrated Closed Loop Circular Economy yang turut berkolaborasi dengan berbagai pihak.

    Salah satunya adalah kolaborasi bersama PT Bumi Indus Padma Jaya sebagai pabrik daur ulang foodgrade yang mengolah bekas plastik PET menjadi bahan baku baru.

    Hasil daur ulang diolah menjadi botol Le Minerale baru dan produk lainnya, termasuk produk fesyen.

    Untuk produk fesyen, Le Minerale menggandeng sejumlah merek yang mengolah plastik PET menjadi baju, jaket, sepatu, dan lain sebagainya. Dua dari merek tersebut di antaranya Aerostreet dan Cosmonauts.

    Baca: Penanganan sampah plastik seharusnya dari pengurangan produksi

    Kami, ujarnya, ingin terus mengedukasi konsumen dengan cara yang kreatif bahwa kemasan plastik PET dapat diubah menjadi produk baru yang berguna dan stylish.

    “Kami pun akan segera meluncurkan produk fesyen hasil kolaborasi terbaru dengan brand lokal seperti Pijakbumi dan Kivee,” tambah dia.

    Komitmen terhadap ekonomi sirkular juga diwujudkan melalui partisipasi dalam Festival LIKE 2024 oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

    Dalam kegiatan itu, Le Minerale memperkenalkan mesin Reverse Vending Machine (RVM) untuk pengumpulan botol plastik, hasil kerja sama dengan PlasticPay sejak Mei 2023.

    Sebagai upaya mengedukasi para pengunjung, booth Le Minerale juga dilengkapi dengan permainan edukatif, serta pengalaman interaktif tentang proses daur ulang dan manfaatnya.

    “Dengan mendukung dan berpartisipasi aktif dalam Festival LIKE 2024, Le Minerale berharap dapat menginspirasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengurangan sampah plastik dan daur ulang, serta turut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi generasi mendatang,” ujar Irene.

    Sumber:Antaranews.com

  • Produsen Air Minum Dalam Kemasan Terus Mendorong Penggunaan Galon Berbahan PET Daur Ulang

    Produsen Air Minum Dalam Kemasan Terus Mendorong Penggunaan Galon Berbahan PET Daur Ulang

    7cloud.asia – Produsen air minum dalam kemasan Aqua, terus berupaya memperluas penggunaan kemasan berbahan plastik jenis polyethylene terephthalate (PET) daur ulang

    Penggunaan kemasan berbahan plastik jenis PET ini akan diterapkan pada produk Aqua galon guna ulangnya melalui komitmen #BijakBerplastik.

    “Kami memakai plastik sesuai kebutuhan dan momen konsumsi produk kami. Hampir 70 persen bisnis AQUA menggunakan kemasan yang digunakan ulang sebagai komitmen untuk mengurangi sampah plastik,” kata Corporate Communications Director Aqua Arif Mujahidin dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (16/1/2025).

    Arif menuturkan hal tersebut merupakan wujud komitmen Aqua dalam menerapkan penerapan ekonomi sirkular seklaigus menjadi lebih ramah lingkungan

    Galon bening guna ulang berbahan PET itu merupakan produk inovasi Aqua yang bertujuan untuk menjawab kebutuhan dan preferensi konsumen terhadap kemasan galon yang ramah lingkungan dan lebih jernih.

    Baca: Industri air minum dalam kemasan sembunyikan krisis air global

    Dengan galon berbahan PET ini, konsumen dapat melihat produk air di dalamnya dengan jelas.

    Ia mengklaim bahwa galon guna ulang PET yang sudah diperkenalkan di Manado, Sulawesi Utara dan wilayah Jabodetabek pada 2024 lalu merupakan produk resmi Aqua yang aman, dapat melindungi kualitas kandungan mineral dan ramah lingkungan.

    Galon serupa sudah didistribusikan sejak 2019 untuk para konsumen di Bali yang memiliki daya beli lebih tinggi dan lebih sadar kelestarian lingkungan.

    “Sebagian besar kemasan galon air minum masih menggunakan konsep kemasan guna ulang, salah satunya karena kesadaran akan pentingnya mengurangi sampah kemasan plastik yang bisa mengotori lingkungan,” ujar dia.

    Pemilik agen Aqua di Denpasar, Bali, Adi, mengatakan bahwa galon guna ulang berbahan PET terlihat lebih bersih, transparan dan tidak mudah pecah.

     

    Baca: Galon air minum dalam kemasan yang aman untuk kesehatan dan lingkungan

    “Penjualan galon bening guna ulang ini pun sangat menjanjikan untuk kami para agen, karena animo masyarakat untuk membelinya sangat tinggi,” ujarnya.

    Agen lainnya, Bagus dan Adhi Wijaya dari daerah yang sama, menambahkan bahwa tampilan galon yang lebih bersih dan transparan jadi salah satu alasan konsumen tertarik membeli galon itu.

    “Kelihatannya, galon bening guna ulang yang transparan ini lebih laku di Bali karena tampilannya yang terlihat lebih bersih dan transparan ini mungkin membuat masyarakat senang untuk membelinya,” ucap dia.

    Industri air minum dalam kemasan (AMDK) menyatakan mendukung dan siap bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan kelestarian lingkungan serta memberi dampak perekonomian bagi masyarakat.

    Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung agenda pemerintah Indonesia, yakni Target Bersih Sampah 2025 melalui pengurangan sampah sebesar 30 persen dan penanganan sampah sebesar 70 persen.

    Baca: Kontroversi galon air minum dalam kemasan sekali pakai

    Sebelumnya, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar, Kementerian Perindustrian Merrijantij Punguan Pintaria mengatakan industri AMDK di Indonesia sudah semakin maju dan memenuhi standar nasional serta internasional.

    Kemenperin, katanya lagi, mengapresiasi komitmen kalangan industri untuk terus berinovasi pada produk-produknya agar bisa mengedepankan tanggung jawab terhadap lingkungan sekaligus memberikan manfaat kebaikan bagi masyarakat.

    “Apa yang produsen AMDK dengan menghadirkan varian kemasan baru Galon Guna Ulang PET yang ramah lingkungan serta senantiasa mengikuti pedoman Standar Nasional Indonesia ini patut dicontoh oleh pelaku industri lainnya,” katanya saat mengunjungi pabrik Aqua, di Mambal, Bali, Rabu (31/7/2024) lalu.

    Periset Ahli Madya bidang Polimer dari Pusat Riset Teknologi Polimer BRIN, Syuhada menyatakan bahwa bahan PET aman digunakan digunakan secara berulang, selama kualitas kemasannya memenuhi standar yang berlaku, melalui proses pencucian menyeluruh dan proses sterilisasi.

    “Merupakan pilihan yang bijak bagi produsen AMDK dengan memanfaatkan Galon Guna Ulang PET sebagai varian kemasan produk mendampingi kemasan PC yang sebelumnya sudah hadir, karena bahan tersebut bisa digunakan kembali sekaligus didaur ulang,” katanya.