7cloud.asia – Hujan mulai mengguyur beberapa wilayah di Indonesia. Empat kabupaten di Kalimantan Timur (Kaltim) diprakirakan mengalami hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada Minggu-Senin (15-16/10/2023).
Melansir Antaranews, Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan BMKG Balikpapan, Iwan Munandar empat daerah tersebut adalah Kabupaten Berau, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Mahakam Ulu.
Sedangkan enam daerah lainnya yang cerah, berawan, dan hujan ringan, adalah Kota Bontang, Balikpapan, Samarinda, Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Kutai Timur.
“Dampak hujan lebat disertai petir antara lain banjir, sungai meluap, jalan licin, dan tanah longsor, sehingga semua pihak harus waspada,” ujar Iwan.
Untuk meminimalisir dampak serta mitigasi bencana, BMKG menyampaikan prakiraan cuaca ini ke pihak terkait di kabupaten/kota termasuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Selanjutnya Iwan menjelaskan hujan ringan diperkirakan terjadi di Kota Samarinda pada Minggu pukul 14.00 hingga 20.00 WITA, hampir di semua kecamatan.
Hujan ringan masih akan berlanjut pada Senin dini hari di Kecamatan Loa Janan Ilir, Sungai Kunjang, Palaran, dan Samarinda Seberang. Senin Subuh berpotensi hujan terjadi di seluruh Kecamatan di Samarinda.
Sedangkan kabupaten yang diprakirakan hujan lebat disertai petir antara lain di Berau, terjadi pada Minggu sekira pukul 17.00 WiITA di empat kecamatan yakni Tanjung Redeb, Gunung Tabur, Sambaliung, dan Teluk Bayur.
Kemudian pada pukul 20.00 WITA hujan lebat disertai petir di tiga kecamatan yakni Kelay, Pulau Derawan, dan Kecamatan Segah.
Sedangkan sebagian besar kecamatan lainnya hujan ringan hingga pukul 23.00 WITA, dan pada Senin Subuh hujan ringan hanya di Kecamatan Maratua.
“Untuk Kabupaten Mahakam Ulu, hujan disertai petir diprakirakan terjadi pada Senin dini hari hanya di Kecamatan Long Hubung, sedangkan sebagian besar kecamatan lainnya diprakirakan hujan ringan mulai Minggu pukul 14.00 hingga Senin pukul 08.00 WITA,” ungkap Iwan.
Reporter: Nurakhmayani









