Tag: Petugas KPPS

  • Pemilu 2024: ICW dan KontraS Sebut KPU Kurang Serius Evaluasi Beban Petugas KPPS

    Pemilu 2024: ICW dan KontraS Sebut KPU Kurang Serius Evaluasi Beban Petugas KPPS

    7cloud.asia – Banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia saat dan pasca Pemilu 2024 menjadi perhatian Indonesia Corruption Watch (ICW) dan KontraS

    Hingga Senin (19/2/2024) tercatat ada  84 petugas KPPS Pemilu 2024 yang meninggal dunia. Angka ini terdiri dari 71 orang merupakan bagian dari penyelenggara pemilu, sementara 13 di antaranya adalah pengawas pemilu.

    Sementara itu, per tanggal 21 Februari 2024 (seminggu pasca Pemilu), angka kematian petugas Pemilu 2024 telah mencapai setidaknya 94 orang, sementara lebih dari 13.000 lainnya tercatat sakit.

    Angka ini memang lebih kecil dibanding Pemllu 2019, di mana  terdapat 894 petugas KPPS meninggal diduga karena kelahan dan setidaknya 5.175 orang lainnya jatuh sakit.

    Baca: Mayoritas petugas KPPS meninggal karena serangan jantung

    ICW dan KontraS menilai masih banyaknya petugas KPPS yang meninggal menunjukkan bahwa KPU gagal melakukan evaluasi secara serius.

    Tingginya angka korban ini menandakan bahwa KPU tidak serius dalam melakukan evaluasi dan perbaikan dari pelaksanaan Pemilu 2019.

    “Walaupun sudah membangun langkah antisipatif seperti melibatkan dinas kesehatan, skrining riwayat kesehatan, dan mengatur batasan umur, 
    nyatanya upaya tersebut belum sepenuhnya efektif,“ demikian ICW dan KontraS dalam pernyataan tertulis di laman resminya. 

    Penjelasan KPU soal kelelahan yang menjadi alasan utama meninggalnya petugas KPPS tahun ini, persis dengan yang terjadi pada 2019.

    Baca: PDI Perjuangan resmi tolak Sirekap dan minta dilakukan audit forensik oleh lembaga independen

    Beban kerja yang sangat berat mulai dari pembuatan TPS hingga rekapitulasi suara menyebabkan para petugas yang terlibat mengalami kelelahan luar biasa.

    Belum lagi, Pemilu tahun 2024 diselenggarakan secara serentak dengan lima kotak suara. Secara umum pun, petugas KPPS rata-rata bekerja selama 24-36 jam kerja non-stop.

    Hal ini jelas tidak manusiawi, mengingat honor yang diterima pun hanya sebesar Rp 1.100.000, walaupun untuk sejumlah pihak angka tersebut sudah cukup besar.

    ”Selain itu, kami menilai bahwa regulasi teknis yang tidak akomodatif
    juga menjadi penyebab dari kelelahannya para petugas,” imbuh ICW dan KontraS.

    Baca: Komisi II akan evaluasi penggunaan Sirekap

    Berdasarkan data yang berhasil diidentifikasi, setidaknya terdapat delapan petugas yang meliputi pengawas, Linmas dan KPPS dengan umur antara 50-60 tahun.

    Adapun penyebab utama dari meninggalnya petugas tersebut yakni didominasi oleh kelelahan dan sebagian kecil lainnya karena penyakit.

    Karena itu KPU diminta lebih serius melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.