7cloud.asia – Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta memaparkan kendala yang dihadapi petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) melaksanakan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih sementara di sejumlah apartemen di Jakarta.
Petugas Pantarlih kesulitan mengakses dan menghubungi penghuni apartemen tersebut. Hingga saat ini, masih ada beberapa apartemen di Jakarta yang belum bisa diakses petugas.
“Kami sudah menyurati Dinas Perumahan dan juga ke pengelola apartemen agar petugas dapat difasilitasi,” kata Ketua Divisi Data dan Informasi KPU DKI Jakarta Fahmi Zikrillah di Jakarta, Senin (15/7/2024).
Untuk mengatasi hal ini, kata Fahmi, pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah pengelola apartemen agar bisa memberikan akses dan memfasilitasi para petugas dalam menjalankan coklit DPS.
Fahmi mengatakan bahwa proses coklit merupakan hal penting dalam pelaksanaan Pilkada, mengingat dari data itu menjadi tolok ukur KPU untuk menetapkan logistik dan persiapan pemilihan Pilkada DKI 2024 lainnya.
Baca Juga: Kecurangan di Pemilu 2024 Berpeluang Terulang di Pilkada Serentak
“Untuk itu, kami sudah meminta difasilitasi, agar pelaksanaan coklit dapat berjalan optimal,” katanya.
Fahmi menambahkan, pihaknya juga berupaya mendirikan posko coklit di sejumlah apartemen.
“Kami berkoordinasi langsung dengan badan pengelola apartemen Daan Mogot City, hasilnya kami difasilitasi untuk membuka posko layanan coklit bagi warga yang tinggal di sana,” katanya.
Fahmi melanjutkan hingga Senin, Pantarlih telah melakukan coklit 7.867.029 (7,867 juta) daftar pemilih sementara (DPS) di Jakarta Utara, Selatan, Barat, Timur, Pusat dan Kabupaten Kepulauan Seribu.
Baca Juga: DPR: Pemecatan Hasyim Asy’ari Jadi Peringatan untuk Menjaga Etika
Adapun total DPS pada Pilkada 2024 di Jakarta tercatat sebanyak 8,3 juta pemilih.
“Saat ini pantarlih seluruh DKI Jakarta sudah melakukan coklit sebanyak 95,18 persen dari target,” katanya.
Kendala pelaksanaan coklit DPS Pilkada antara lain terjadi di kawasan Kembangan hingga Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
“Kemarin ada beberapa kendala seperti di apartemen, ketika petugas kita melakukan coklit sulit ketemu penghuni sehingga kita lakukan pendekatan dengan pengelola agar disambungkan,” kata Ketua KPU Jakarta Barat, Cucum Sumardi, Senin.
Namun demikian, lanjutnya, petugas coklit akhirnya berhasil melakukan pendataan daftar peserta pemilu di lingkungan tersebut.
Tidak hanya di lingkungan permukiman warga, pihaknya juga melakukan proses yang sama di panti sosial di Jakarta Barat.
Rangkaian proses Coklit itu dilakukan oleh 7.168 petugas di seluruh tempat pemungutan suara (TPS) Jakarta Barat. Tercatat ada 1.916.936 jumlah pemilih sementara di Jakarta Barat.
Jumlah tersebut sudah mencapai 100 persen dari seluruh nama yang telah terdaftar di KPU Jakarta Barat.
Sumber:Antaranews.com

