Tag: pilpres

  • Soal Banjir Bansos Jelang Pilpres, Risma: Saya Nggak Ngurusi

    Soal Banjir Bansos Jelang Pilpres, Risma: Saya Nggak Ngurusi

    7cloud.asia – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengaku tidak ikut campur dengan ‘bombardir’ paket bantuan sosial (bansos) menjelang Pilpres 2024.

    Hal ini diungkapkan Risma menjawab pertanyaan anggota dewan dalam rapat di Komisi VIII DPR beberapa waktu lalu di Gedung DPR/MPR.

    Dalam rapat tersebut, sejumlah anggota dewan mempertanyakan paket bansos yang diberikan secara bertubi-tubi beberapa hari sebelum pencoblosan.

    Bansos itu menjadi sorotan lantaran dianggap bernilai politis dan menggunakan anggaran dari APBN yang besar. Tetapi Risma mengaku tidak memegang langsung anggaran tersebut.

    Dia menjelaskan memang pemerintah setiap tahun mengeluarkan anggaran melalui SPM Surat Perintah Membayar (SPM) dan langsung disalurkan ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos melalui bank penyalur.

    Baca: 20 persen pemilih ditawari bansos

    Artinya, Kemensos tidak secara langsung memegang anggaran bansos tersebut. SPM pada tahun ini telah dikeluarkan pada 26 Januari lalu.

    “Kami itu pegang uang besar itu seperti akuarium, kita bisa lihat, nggak bisa pegang. Karena uang itu langsung ke KPM [dari Kemenkeu], bukan lewat kami uangnya,” jelas Risma seperti yang dilansir Detik.com.

    Pihaknya hanya bertanggung jawab menjalankan Program Perlindungan Sosial dengan anggaran sebesar Rp 78 triliun dari total alokasi anggaran Rp 497 triliun.

    “Sisanya ya saya nggak ngurusi. Kenapa? Ya saya ngurus ini aja mumet gitu kan, ini komplain sini, komplain sana,” ujar kader PDI Perjuangan ini .

    Bansos yang disalurkan oleh Kemensos, lanjut Risma, mengikuti data penerima bansos yang sudah ada. Sehingga nama-nama yang tidak ada dalam daftar tidak akan diberikan bansos.

    Baca: Anggaran bansos melonjak jelang pilpres

    Pada kesempatan tersebut, politikus PKS dan PDIP sempat mencecar Risma soal paket bansos yang melimpah jelang pencoblosan pilpres 14 Februari lalu.

    Salah satunya anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PDI-P, My Esti Wijayati. Dia merujuk pada kejadian di daerah pemilihannya Yogyakarta di mana bansos gencar disalurkan ke masyarakat pada Januari dan Februari 2024.

    “Bantuan sosial yang mengalir itu, yang kami lihat, saya soalnya langsung juga ke beberapa ke banyak titik, ada beras macam-macam bergulir, saya enggak tahu tulisannya, orang tahu itu bansos, bansos ya tahunya dari Kemensos,” ungkap Esti.

    Baca: Jor-joran bansos penyebab harga beras naik

    “Bombardir bansos yang mengalir tiada henti. Belum habis yang satu datang yang satu, belum habis yang kedua datang yang ketiga hingga jelang pencoblosan,” lanjut Esti.

    Sementara itu, anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS, Iskan Qolba Lubis mempertanyakan sumber anggaran bansos pemerintah yang disalurkan pada Januari-Februari 2024 kemarin.

    “Penyaluran bansos di awal Januari-Februari, itu anggaran 2023 atau 2024? Karena setahu saya, saya kan di Badan Anggaran (Banggar), biasanya Januari-Februari itu belum banyak program karena program datang dari ketika sudah pajak datang,” ujar Iskan.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Massoud Pezeshkian dan Saeed Jalili Akan Bersaing di Putaran Kedua Pilpres Iran

    Massoud Pezeshkian dan Saeed Jalili Akan Bersaing di Putaran Kedua Pilpres Iran

    7cloud.asia – Pemilihan presiden Iran 2024 berlanjut ke putaran kedua usai tidak ada satupun dari empat calon presiden berhasil mendapat lebih dari 50 persen suara atau mayoritas.

    Juru bicara komisi pemilihan umum Iran Mohsen Eslami, dalam pernyataannya Sabtu (29/6/2024) mengatakan putaran kedua pilpres Iran akan digelar pada Jumat (5/7/2024) pekan depan.

    Calon presiden Massoud Pezeshkian, anggota parlemen dari kubu reformis, dan Saeed Jalili, mantan sekretaris dewan keamanan nasional dan negosiator nuklir Iran, akan berkompetisi di putaran kedua ini.

    Pemilih Iran pada Jumat (28/6/2024) memilih calon presiden yang mereka harapkan menggantikan Ebrahim Raisi, yang meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter di utara negara tersebut pada 19 Mei lalu.

    Baca: Calon presiden Massoud Pezeshkian unggul di Pilpres Iran

    Eslami menyatakan bahwa surat suara yang terhimpun dari 58.640 tempat pemungutan suara (TPS) di seantero Iran dan 344 lainnya di luar negeri telah semuanya dihitung.

    Lebih dari 61 juta warga Iran berhak memilih dalam pilpres Iran kali ini, namun kurang dari separuhnya yang memberikan suaranya.

    Dari 24.535.185 atau 24,5 juta lebih suara yang dihitung, Pezeshkian mengungguli putaran pertama pemilu dengan mendapatkan 10.415.991 atau 10,42juta suara, sementara Jalili mendapat 9.473.298 atau 9,47juta suara.

    Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf dan mantan menteri kehakiman Mostaf Pourmohammadi gugur dalam pilpres Iran karena hanya mendapat masing-masing 3.383.340 dan 206.397 suara.

    Baca: Presiden Ebrahim Raisi meninggal

    Sementara, dua capres lainnya, Amirhossein Ghazizadeh Hashemi and Alireza Zakani mengundurkan diri sebelum pemilihan berlangsung.

    Undang-undang pemilu Iran menetapkan bahwa jika tidak ada satupun capres yang memperoleh lebih dari 50 persen suara, maka dua calon dengan raihan suara tertinggi akan maju ke putaran kedua pemilu.

    Putaran kedua Pilpres Iran dilaksanakan pada Jumat pertama setelah hasil pemilu pertama diumumkan.

    Pilpres Iran ini dilakukan untuk mengisi kekosongan kursi presiden Iran, menyusul tewasnya Presiden Ibrahim Raisi, Menteri Luar Negeri Hossein Amirabdollahian, dan sejumlah pejabat lainnya pada 19 Mei 2024.

    Mereka tewas ketika helikopter yang mereka tumpangi jatuh di daerah Varzaqan, Provinsi Azerbaijan Timur di Iran utara.

    Sumber: Antara/IRNA-OANA

  • Iran Gelar Pilpres Putaran Kedua di Tengah Rendahnya Partisipasi Masyarakat

    Iran Gelar Pilpres Putaran Kedua di Tengah Rendahnya Partisipasi Masyarakat


    7cloud.asia – Iran menggelar pemilihan presiden (pilpres) putaran kedua pada Jumat (5/7/2024) yang mempertemukan mantan perunding nuklir Saeed Jalili, dengan mantan menteri kesehatan, Massoud Pezeshkian.

    Pada putaran pertama, keduanya harus berjuang untuk membujuk masyarakat yang skeptis untuk memberikan suara. Putaran pertama Iran menunjukkan jumlah pemilih terendah dalam sejarah Republik Islam Iran.

    Pejabat pemerintah hingga Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei memperkirakan tingkat partisipasi yang lebih tinggi seiring dengan berlangsungnya pemungutan suara.

    Dalam tayangan oleh televisi pemerintah, tidak tampak kepadatan terjadi di tempat-tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh negara itu.

    Namun, sejumlah video online menunjukkan beberapa TPS lengang, sementara survei terhadap puluhan lokasi di ibu kota, Teheran, memperlihatkan lalu lintas sepi di tengah kehadiran petugas keamanan yang ketat di jalan-jalan.

    Berikan Suara pada Putaran Kedua
    Pemungutan suara ditutup setelah tengah malam, setelah pemungutan suara diperpanjang, seperti yang sudah menjadi tradisi di Iran. TV pemerintah Iran mengatakan hasil awal diperkirakan akan diumumkan pada Sabtu (6/7/2024).

    Khamenei menegaskan rendahnya jumlah pemilih pada putaran pertama pada 28 Juni tidak mewakili referendum mengenai teokrasi Syiah di Iran.

    Namun, banyak pihak yang tetap kecewa karena Iran telah dilanda sanksi ekonomi yang berat selama bertahun-tahun, tindakan keras pasukan keamanan terhadap protes massal, dan ketegangan dengan negara-negara Barat terkait program nuklir Teheran.

    Iran semakin meningkatkan pengayaan uraniumnya hingga mencapai tingkat yang setara dengan senjata.

    Jalili memiliki reputasi sebagai tokoh yang keras kepala di kalangan diplomat Barat selama perundingan mengenai program nuklir Iran, sesuatu yang dibarengi dengan kekhawatiran di dalam negeri atas pandangan garis kerasnya mengenai kewajiban berjilbab di Iran.

    Pezeshkian, seorang ahli bedah jantung, telah berkampanye untuk melonggarkan penerapan jilbab dan menjangkau negara-negara Barat, meskipun selama beberapa dekade ia juga mendukung Khamenei dan paramiliter Garda Revolusi Iran.

    Para pendukung Pezeshkian telah memperingatkan Jalili akan membawa pemerintahan bergaya “Taliban” ke Teheran, sementara Jalili mengkritik Pezeshkian karena menjalankan kampanye yang menyebarkan rasa takut.

    Kedua kandidat tersebut memberikan suaranya pada Jumat di Teheran selatan, yang dipadati banyak permukiman miskin. Meskipun Pezeshkian unggul dalam putaran pertama pemungutan suara, Jalili berusaha mengamankan suara orang-orang yang mendukung ketua parlemen garis keras, Mohammad Bagher Qalibaf, yang berada di urutan ketiga dan kemudian mendukung mantan negosiator tersebut.

    Pezeshkian tidak memberikan komentar setelah pemungutan suara, dan berjalan keluar bersama mantan Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif, yang mencapai kesepakatan nuklir Iran pada 2015 dengan negara-negara besar.

    Massa yang gaduh mengepung orang-orang tersebut, sambil berteriak: “Harapan bangsa ini telah tiba!”

    “Saat ini seluruh dunia mengakui bahwa rakyatlah yang menentukan siapa presiden empat tahun ke depan,” kata Jalili setelahnya.

    “Ini adalah hak Anda untuk memutuskan orang mana, jalur mana, dan pendekatan apa yang harus memerintah negara ini dalam empat tahun ke depan.”

    Namun, seperti yang terjadi sejak Revolusi Islam pada 1979, perempuan dan mereka yang menyerukan perubahan radikal dilarang mengikuti pemilu, sementara pemilu itu sendiri tidak diawasi oleh lembaga pemantau yang diakui secara internasional. Kementerian Dalam Negeri, yang bertanggung jawab atas kepolisian, mengawasi hasilnya.

    Sumber:VOAIndonesia

  • Tokoh Reformis Masoud Pezeshkian Terpilih Jadi Presiden Iran

    Tokoh Reformis Masoud Pezeshkian Terpilih Jadi Presiden Iran

    7cloud.asia – Masoud Pezeshkian, seorang anggota parlemen reformis veteran, terpilih sebagai presiden baru Republik Islam Iran setelah mengalahkan saingannya dari Partai Konservatif Saeed Jalili dalam pemilihan presiden putaran kedua.

    Masoud Pezeshkian seperti dilaporkan Anadolu, Sabtu (6/7/2024), mengumpulkan 16.384.403 (16,384 juta) suara dari 30.530.157 suara yang dihitung.

    Sementara pesaing Masoud Pezeshkian, Jalili tertinggal dengan 13.538.179 (13,54 juta) suara pada putaran kedua Pilpres Iran yang diikuti jumlah pemilih yang relatif lebih tinggi.

    Pemungutan suara dibuka pada Jumat (5/7/2024) pukul 08:00 pagi waktu setempat di seluruh negeri dan pemungutan suara diperpanjang tiga kali sebelum mencapai puncaknya pada tengah malam dengan lebih dari 30 juta orang memberikan suara.

    Jumlah pemilih pada pemilu putaran kedua tercatat lebih dari 50 persen dari total penduduk, jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah pemilih pada putaran pertama sebesar 40 persen dan jumlah pemilih pada pemilu presiden 2021 sebesar 48,8 persen.

    Baca Juga: Iran Gelar Pilpres Putaran Kedua di Tengah Rendahnya Partisipasi Masyarakat

    Menurut data resmi, sekitar 61 juta warga Iran berhak memilih dalam pemilu selain sekitar 10 juta warga Iran yang tinggal di luar negeri.

    Penghitungan suara dimulai segera setelah pemungutan suara ditutup pada tengah malam dan jumlah penghitungan suara tahap pertama diumumkan oleh Kementerian Dalam Negeri pada pukul 02.30.

    Pada awalnya, Pezeshkian unggul tipis dengan 1,26 juta suara berbanding 1,24 juta untuk Jalili. Namun, seiring berjalannya penghitungan, kesenjangan antara kedua kandidat semakin lebar.

    Penghitungan terakhir diumumkan oleh Kementerian Dalam Negeri sekitar pukul 06:45 dengan Pezeshkian memperoleh lebih dari 16,3 juta suara dibandingkan Jalili yang memperoleh 13,5 juta suara, jauh lebih unggul dibandingkan kandidat konservatif.

    Pada pemilu 28 Juni, Pezeshkian memperoleh 10,4 juta suara dari 24,5 juta suara yang dihitung dan Jalili menempati posisi kedua dengan 9,4 juta.

    Baca Juga: Presiden Iran Ebrahim Raisi Meninggal Dalam Kecelakaan Helikopter, Indonesia Berduka

    Pezeshkian akan menggantikan Presiden Ebrahim Raisi yang tewas dalam kecelakaan helikopter pada 19 Mei bersama tujuh orang lainnya.

    Masoud Pezeshkian sebelumnya menjabat sebagai Menteri Kesehatan di pemerintahan Mohammad Khatami (2001-2005) selain mewakili Tabriz di parlemen sejak 2008.

    Sebagai seorang ahli jantung, Pezeshkian juga mengepalai Universitas Ilmu Kedokteran Tabriz yang merupakan salah satu institusi medis terkemuka di Iran utara.

    Dua pencalonannya yang gagal sebelumnya untuk kursi kepresidenan terjadi masing-masing pada tahun 2013 dan 2021.

    Sumber : Antaranews.com/Anadolu

  • Wakil Ketua MPR:Pilpres dan Pileg Perlu Dipisah Agar Caleg Lebih Dikenali

    Wakil Ketua MPR:Pilpres dan Pileg Perlu Dipisah Agar Caleg Lebih Dikenali

    7cloud.asia – Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid menyebut Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif (Pileg) harus dipisah atau diselenggarakan tidak secara serentak.

    Pemisahan Pilpres dan Pileg ini agar warga bisa mengenali calon legislatif (caleg) yang akan dipilih untuk mewakili suaranya.

    Menurut Jazilul, pemilu 2024 yang diselenggarakan serentak itu membuat pembahasan Pileg akhirnya tidak memunculkan visi dan misi para calon legislatif karena semua mata tertuju kepada para calon presiden dan wakil presiden.

    “Kenapa itu harus dipisahkan? Ya supaya fokus masing-masing,” kata Jazilul di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (26/7/2024).

    Baca: Megawati sebut Pemilu 2024 sebagai yang terburuk

    Selain itu, dia mengatakan pemilu serentak juga berdampak pada anggota partai politik pun pada akhirnya memiliki kinerja yang tidak jelas.

    Pasalnya, seorang calon legislatif akan secara bersamaan bekerja untuk pemenangan seorang ketua umumnya yang maju di Pilpres.

    “Itu terjadi di tingkat satu, tingkat dua, nah oleh sebab itu supaya fokus itu masyarakat supaya bisa memilih calon-calonnya dengan jelas,” ucapnya.

    Selain itu, dia juga mendorong adanya aturan yang bisa menguatkan terhadap keberadaan partai politik. Sebab menurutnya para partai politik merupakan organisasi yang mampu melahirkan calon pemimpin.

    Baca: Kecurangan Jokowi di Pemilu 2024 berpeluang terulang di Pilkada

    Sejauh ini, menurutnya survei mencatat bahwa partai politik kerap menjadi institusi yang tidak dipercayai oleh masyarakat.

    Maka dia ingin agar partai politik melahirkan pemimpin yang bisa dipercaya masyarakat sehingga bisa meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem partai politik.

    “Di situ penting banget, nah itu revisi-nya di paket undang-undang politik. Termasuk juga hal-hal lain banyak sebenarnya apakah itu presidensial treshold, parlimentary treshold,” tutur dia.

    Sumber:Antaranews.com