Tag: Pocket Art Exhibition

  • #01 Pocket Art Exhibition: Ketika Gagasan Besar Dituangkan dalam Kanvas Seukuran 10×10 Centimeter

    #01 Pocket Art Exhibition: Ketika Gagasan Besar Dituangkan dalam Kanvas Seukuran 10×10 Centimeter

    7cloud.asia – Kecil itu indah. Dan, sebuah ruang kecil tak selalu berarti miskin gagasan. Ruang yang kecil akan tetap mampu memuat gagasan besar.

    Itulah yang ingin diungkap #01 Pocket Art Exhibition yang resmi dibuka pada Rabu (1/7/2026) di TSpace Bintaro. Pameran yang akan berlangsung hingga akhir Juli ini menampilkan 252 karya, baik karya dua dimensi maupun tiga dimensi.

    Sebanyak 149 perupa berpartisipasi dalam pameran #01 Pocket Art Exhibition yang dikuratori oleh Dick Syarir, perupa senior yang juga pensiunan dosen Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

    Meskipun memiliki ukuran yang sama, setiap karya menampilkan karakter, teknik, dan gagasan yang berbeda, mencerminkan kekayaan praktik seni rupa kontemporer Indonesia.

    Keunikan #01 Pocket Art Exhibition terletak pada formatnya yang mungil yakni 10×10 cm, sehingga menantang para seniman untuk merangkum ide, emosi, dan eksplorasi artistik dan menuangkannya dalam bidang yang terbatas.

    Namun, dalam ruang yang kecil tersebut justru lahir karya-karya yang mampu menyampaikan pesan yang kuat, personal, dan mengundang pengunjung untuk mengamati setiap detail secara lebih dekat.

    Baca: Lukisan Karya Michael Jackson akan Dilelang Total Seharga 1 Juta Dolar

    Penggagas Jakarta Pocket Art Project, Machfoed Gembong dalam keterangan tertulisnya kepada ruangkotacom mengatakan bahwa Pocket Art Exhibition lahir dari keinginan untuk menghadirkan platform seni yang inklusif dan mudah diakses oleh berbagai kalangan.

    Pocket Art Project, ujarnya, bukan sekadar pameran karya berukuran 10 × 10 sentimeter. Ini adalah gerakan yang membuktikan bahwa sebuah ruang kecil mampu memuat gagasan yang besar.

    “Kami ingin menghadirkan kesempatan yang setara bagi para perupa—baik yang telah memiliki nama maupun yang baru memulai perjalanan berkesenian—untuk bertemu dalam satu ruang apresiasi yang sama.”

    Gembong menambahkan, format karya yang seragam menghadirkan tantangan kreatif yang menarik bagi setiap peserta.

    “Ketika semua seniman bekerja pada ukuran yang sama, yang berbicara bukan lagi besar kecilnya karya, melainkan kekuatan konsep, teknik, dan karakter visual masing-masing. Di sinilah keindahan Pocket Art muncul. Setiap karya menjadi sangat personal dan mengundang pengunjung untuk melihat lebih dekat.” imbuhnya

    Ia berharap Pocket Art Exhibition dapat berkembang menjadi agenda seni tahunan yang mampu memperluas jaringan perupa Indonesia sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan komunitas seni di tingkat internasional.

    Baca: Kontroversi Artjog 2026: Saat Oligarki Masuk Ruang Seni, Independensi Budaya dalam Tanda Tanya

    Pocket Art Exhibition juga digadangnya dapat menjadi platform yang terus berkembang, mempertemukan seniman, kolektor, kurator, galeri, dan masyarakat dalam sebuah ekosistem seni yang sehat, terbuka, dan berkelanjutan.

    “Semoga dari pameran sederhana ini lahir kolaborasi-kolaborasi baru yang membawa seni Indonesia semakin dikenal, baik di dalam maupun di luar negeri,” imbuhnya.

    Senada dengan Gembong, Agung Kirasave, owner DigitalCom yang menjadi supporting partner dalam pameran ini mengatakan antusiasme seniman membuat karya dalam ukuran 10x10cm merupakan sebuah tantangan tersendiri.

    Alhasil, open call pameran Pocket Art ini menjadi viral dan mengundang peminat yang sangat banyak. Saking banyaknya perupa yang ingin ikut serta, panitia harus membatasi peserta pameran mengingat space pameran yang tersedia.

    “Pameran ini membuktikan bahwa sebuah pameran seni perlu dikemas secara apik dan memiliki ide yang kreatif,” ujar Agung.

    Baca: Tayangan Kuliner di Netflix Mendorong Eksplorasi Budaya dan Wisata

    Pocket Art Exhibition membuktikan bahwa karya seni tidak harus berukuran besar untuk memberikan dampak yang mendalam.

    Di atas bidang seluas 10 × 10 sentimeter, para perupa berhasil menghadirkan ratusan gagasan, cerita, dan eksplorasi artistik yang memperkaya pengalaman dunia seni rupa Indonesia.

    Dalam sambutannya, Chesna Anwar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pameran yang memberikan ruang bagi begitu banyak perupa untuk berkarya dalam format yang unik.

    Menurutnya, pameran ini menunjukkan bahwa kreativitas tidak ditentukan oleh ukuran media, melainkan oleh kekuatan ide dan keberanian bereksperimen.

    Inovasi lahir, ujarnya, dari keberanian untuk melihat sesuatu secara berbeda, dan seni adalah salah satu ruang terbaik untuk melatih cara berpikir tersebut. Pocket Art Exhibition membuktikan bahwa sebuah bidang kecil dapat memuat gagasan yang besar.

    ”Semoga semangat ini terus mendorong lahirnya karya-karya yang memperkaya kehidupan budaya Indonesia,” pungkasnya.