Tag: produsen

  • Produsen Dinilai Tak Serius dan Tak Transparan Kelola Sampah Plastik

    Produsen Dinilai Tak Serius dan Tak Transparan Kelola Sampah Plastik

    7cloud.asia – Ini kisah sampah plastik. Di pedalaman Papua, para aktivis lingkungan dari Greenpeace menemukan botol air kemasan berbahan PET yang sebenarnya bisa didaurulang. 

    Tapi karena di Papua belum ada instalasi daur ulang sampah plastik, maka botol air kemasan bertahan menjadi sampah. 

    Temuan ini memicu tanda tanya tentang keseriusan produsen mengurangi sampah plastik yang mereka hasilkan. 

    Pasalnya, komitmen produsen dalam mengurangi sampah plastik sangat besar pengaruhnya pada produksi sampah nasional.

    Inisiatif masyarakat saja dinilai tidak cukup untuk menahan laju produksi sampah plastik jika tidka didukung dengan kebijakan dan kemauan produsen.

    Baca: Daftar lima produsen sampah plastik dunia

    Itu sebabnya, salah satu yang dituntut Koalisi Pawai Bebas Plastik dalam aksi mereka Minggu (30/7/2023) lalu adalah tanggung jawab produsen mengelola sampah plastik pasca konsumsi.

    Koalisi Bebas Plastik juga menuntut transparansi produsen terkait peta jalan pengurangan sampah plastik mereka.

    Muharram Atha Rasyadi, Pengkampanye Urban Greenpeace Indonesia dalam jumpa pers Pawai Bebas Plastik 2023 mengatakan transparansi penting, agar masyarakat bisa memantau langkah-langkah yang sudah dilakukan. 

    “Karena ketika transparan, peta jalan (pengurangan sampah plastik, red) bisa diakses oleh publik yang sebagian besar adalah konsumen produk mereka,” imbuh Atta.

    Baca: Konsep guna ulang dinilai lebih efektif kurangi sampah plastik

    Ketika kita bisa melihat, kita bisa mengevaluasi langkah pengurangan sampah yang dilakukan oleh masing-masing produsen. 

    “Dengan demikian mereka bisa memilih produsen yang program pengurangan sampahnya jauh lebih serius,” ujarnya. 

    Namun, sayangnya hingga saat ini pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) belum bersedia membuka data itu secara transparan dengan alasan konfidensial.

    Padahal, menurut Atta, yang dibutuhkan publik adalah data atau skema kasar tentang langkah mereka mengurangi sampah plastik yang diproduksi dan bukan sesuatu yang mendetail yang merupakan rahasia perusahaan.

    Baca: Dunia targetkan turunkan sampah plastik hingga 80 persen

    Kesadaran produsen di Indonesia dalam mengurangi sampah plastik mereka memang masih memprihatinkan.

    Pedoman pelaksanaan kewajiban produsen dalam pengurangan sampah termasuk sampah plastik telah dirilis sejak 2019.

    Pedoman itu diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.

    Tujuannya mendorong produsen mengurangi sampah terutama sampah plastik hingga 30 persen dibandingkan prediksi timbulan sampah plastik tahun 2029.

     
    Semula, Peta Jalan Pengurangan Sampah Plastik oleh Produsen rencananya terimplementasi penuh tahun 2023 ini.
     
     
    Namun, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK, hingga Juni 2023, baru ada 42 produsen yang telah menyerahkan dokumen perencanaan pengurangan sampah plastik mereka.

    Dari angka tersebut, 16 di antaranya sudah mulai melaksanakan pilot project hingga tahap implementasi.

    “Tahun ini, diharapkan ada 408 produsen yang akan menyelesai dokumen perencanaan peta jalan pengurangan sampah,” kata Direktur Pengurangan Sampah KLHK, Vinda Damayanti Ansjar, seperti dikutip Liputan 6 beberapa waktu lalu.

    Baca: KLHK ajak warga ‘boikot’ produk yang tak peduli sampah plastik