7cloud.asia – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan ada lebih dari 42 juta ton puing bangunan di Gaza dari reruntuhan bangunan yang rusak akibat serangan membabibuta Israel.
Sebanyak 42 juta ton puing bangunan itu termasuk bangunan yang hancur, tetapi masih berdiri, dan bangunan yang telah rata dengan tanah.
Menurut PBB, jumlah tersebut 14 kali lipat dari jumlah puing bangunan yang terkumpul di Gaza antara 2008 hingga dimulainya perang setahun lalu, dan lebih dari lima kali lipat jumlah yang ditinggalkan oleh Pertempuran Mosul di Irak 2016-2017.
Jika ditumpuk, tumpukan itu mampu memenuhi Piramida Agung Giza yang merupakan piramida terbesar di Mesir – sebanyak 11 kali. Dan jumlahnya terus bertambah setiap hari.
Dilansir VOA Indonesia, PBB berupaya membantu, sementara otoritas Gaza mempertimbangkan cara untuk menangani puing-puing itu, menurut penuturan tiga pejabat PBB.
Baca: Israel hanyavsisakan 9,5 persen zona aman di Gaza
Kelompok Kerja Pengelolaan Puing yang dipimpin PBB dengan otoritas Palestina berencana membuat proyek percontohan di Khan Younis dan Kota Deir El-Balah di Gaza tengah untuk mulai membersihkan puing-puing pinggir jalan pada bulan ini.
“Tantangannya sangat besar,” kata Alessandro Mrakic, kepala Kantor Gaza untuk Program Pembangunan PBB (UNDP) yang menjadi salah satu ketua kelompok kerja tersebut.
“Ini akan menjadi operasi besar-besaran, tetapi pada saat yang sama, penting bagi kita untuk memulainya sekarang.” imbuh Mrakic.
Militer Israel mengatakan pasukan Hamas bersembunyi di antara warga sipil dan akan menyerang mereka di mana pun mereka muncul, dan di saat yang bersamaan juga berupaya menghindari melukai warga sipil.
Ketika ditanya tentang puing-puing tersebut, unit militer Israel COGAT mengatakan bahwa mereka bermaksud untuk meningkatkan penanganan limbah dan akan bekerja sama dengan PBB untuk memperluas upaya tersebut.
Baca: Jutaan warga Palestina mengungsi ke tempat minim fasilitas
Mrakic mengatakan koordinasi dengan Israel sangat baikm tetapi diskusi terperinci tentang rencana masa depan belum dilakukan.
Tenda-tenda di Tengah Reruntuhan
Israel memulai serangannya setelah Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober tahun lalu. Serangan itu menewaskan sekitar 1.200 warga Israel dan menyandera lebih dari 250 orang yang sebagian besar telah dibebaskan.
Serangan balasan Israel yang berlangsung hingga hari ini, menewaskan hampir 42.000 warga Palestina, kata otoritas kesehatan Palestina.
Di darat, puing-puing ditumpuk tinggi di atas trotoar pejalan kaki dan diangkut menggunakan kereta keledai di jalan sempit berdebu yang dulunya merupakan jalan yang ramai.
“Siapa yang akan datang ke sini dan membersihkan puing-puing untuk kami? Tidak seorang pun. Jadi, kami melakukannya sendiri” kata sopir taksi Yusri Abu Shabab, setelah membersihkan cukup banyak puing dari rumahnya di Khan Younis untuk mendirikan tenda.
Baca: Konflik Israel-Hamas hancurkan masa depan anak-anak Gaza
Dua pertiga bangunan di Gaza sebelum perang, sebanyak lebih dari 163.000 bangunan saat ini telah rusak atau rata dengan tanah, menurut data satelit PBB. Sekitar sepertiganya merupakan bangunan bertingkat tinggi.
Setelah perang tujuh minggu di Gaza pada 2014, UNDP dan mitranya membersihkan 3 juta ton puing atau sekitar 7 persen dari total puing yang ada pada saat ini.
Mrakic mengutip perkiraan awal yang tidak dipublikasikan bahwa akan dibutuhkan biaya 280 juta dolar atau sekitar Rp4,3 triliun untuk membersihkan 10 juta ton.
Hal ini berarti dibutuhkan sekitar 1,2 miliar dolar atau sekitar Rp18,7 triliun jika perang dihentikan sekarang.
Perkiraan PBB pada April menunjukkan akan dibutuhkan waktu sekitar 14 tahun untuk membersihkan seluruh puing-puing tersebut.
Sumber:VOAIndonesia
