Tag: puncak jaya

  • Cegah Kelaparan Terulang Pemerintah Bangun Lumbung Sosial di Puncak Jaya Papua Tengah

    Cegah Kelaparan Terulang Pemerintah Bangun Lumbung Sosial di Puncak Jaya Papua Tengah

    7cloud.asia – Pemerintah telah menyediakan bantuan untuk daerah kelaparan dan kekeringan akibat El Nino di distrik Agandugume, Puncak Jaya, Papua Tengah.

    Seperti diberitakan, ada 6 warga Puncak Jaya Papua Tengah yang meninggal akibat kekeringan yang dipicu fenomena alam El Nino.

    Kejadian kekeringan di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah merupakan siklus tahunan, namun tahun ini sangat parah karena adanya fenomena El Nino.

    Pemerintah dalam hal ini Kemensos, TNI dan Polri telah menyalurkan bantuan untuk menghadapi kondisi tanggap darurat.

    Baca: Seberapa besar ancaman El Nino bagi ketahanan pangan

    Menteri Sosial, Risma Triharini mengatakan pihaknya mematangkan rencana pendirian lumbung sosial yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Puncak Jaya Papua Tengah.

    Lumbung sosial di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah akan berbeda dengan lumbung sosial di daerah lain karena kondisi topografi, cuaca dan budaya.

    “Ini yang kita lagi pikirkan karena kondisinya berbeda dengan wilayah lain di Indonesia yang tadi saya sampaikan kondisinya sampe minus,” ujar Mensos di Jakarta, Kamis (3/8/2023) 

    Untuk pembangunan lumbung sosial di Papua Tengah ini, Kemensos akan melibatkan pihak gereja. 

    Baca: Mengapa El Nino memicu kemarau panjang

    Pelibatan gereja juga dilakukan saat melakukan survei langsung ke lokasi setelah musim dingin selesai.

    Berdasarkan komunikasi awal, tanaman yang paling cocok adalah umbi-umbian karena lebih tahan lama dibandingkan beras. Selain itu, asupan protein hewani juga menjadi perhatian Mensos.

    “Kemarin kita diskusi soal daging itu susah sekali. Misalnya kita kirim daging yang ada bumbunya, mereka ngomong ini daging apa, sehingga paling mudah kita akan ternakkan babi, kita gemukan dengan koordinir gereja,” katanya.

    Pemenuhan asupan daging dengan beternak babi adalah pilihan yang paling mungkin dilakukan di Papua Tengah ini.

    Baca: Antisipasi gagal panen akibat El Nino, pemerintah siapkan dana Rp 8 T

    Daging dari peternakan babi nantinya bisa digunakan sebagai buffer stock dan dapat dimakan saat musim dingin seperti saat ini.

    Lumbung sosial rencananya akan dikelola oleh gereja karena ke pemerintah daerah terdekat terkendala jalan dan transportasi.

    Selain itu, gereja berada paling dekat dengan masyarakat sehingga saat kekeringan melanda, buffer stock bisa langsung disalurkan dan tidak ada lagi yang meninggal karena kelaparan.

    Sumber: Antaranews.com

     

  • El Nino Percepat Laju Lelehnya Salju Abadi Gunung Puncak Jaya

    El Nino Percepat Laju Lelehnya Salju Abadi Gunung Puncak Jaya

    Foto: ilmugeografi.com

    7cloud.asia – Pemanasan global mengancam keberadaan salju abadi atau tutupan es di Gunung Puncak Jaya, Papua. Fenomena El Nino memperparah kondisi ini.

    Fenomena El Nino yang terjadi saat ini diperkirakan akan turut mempercepat kepunahan tutupan es di Puncak Jaya tersebut.

    Dampak El Nino pada keberadaan salju abadi di Puncak Jaya ini diungkapkan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati dalam seminar berjudul ”Salju Abadi Menjelang Kepunahan: Dampak Perubahan Iklim?” di Jakarta, Selasa (22/8/2023).

    Baca: KLHK temukan sejumlah spesies baru di hutan Indonesia

    Melelehnya salju abadi di Puncak Jaya juga mengancam ekosistem yang ada di sekitar salju abadi tersebut. 

    “Perubahan iklim juga berdampak pada kehidupan masyarakat adat setempat yang telah lama bergantung pada keseimbangan lingkungan dan sumber daya alam di wilayah tersebut,” jelas Dwikora seperti yang dilansir Antaranews.

    Dwikorita menjelaskan Indonesia menjadi salah satu lokasi unik di wilayah tropis karena memiliki salju abadi.

    Dwikorita memaparkan salju abadi di Puncak Jaya ini adalah sebuah keajaiban alam yang menarik banyak perhatian dari kalangan ilmuwan, peneliti, serta pecinta alam. 

    Baca: Mengenal hari spesies terancam punah sedunia

    Sayangnya, dalam beberapa dekade terakhir, terjadi penurunan drastis luas area salju abadi tersebut.

    Ia memaparkan, sejak tahun 2010, Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) BMKG bersama Ohio State University, AS, telah melakukan studi terkait analisis paleo-klimatologi berdasarkan inti es (ice core) pada gletser Puncak Jaya.

    BMKG dengan didukung PT Freeport Indonesia kemudian terus melakukan kegiatan pemantauan secara berkala terhadap luas dan tebal gletser di Puncak
    Jaya. 

    Baca: Mengenal ekosistem lamun yang bisa jernihkan pesisir

    Hasilnya, sejak pengamatan dilakukan sampai saat ini, tutupan es di Puncak
    Jaya mengalami pencairan dan menuju kepunahan.

    Pada 2010, tebal es diperkirakan mencapai 32 meter dan laju penipisan es sebesar 1 meter per tahun terjadi pada tahun 2010-2015.

    Kemudian saat terjadi El Nino kuat pada tahun 2015-2016, penipisan es pun mencapai 5 meter per tahun. 

    Baca: Pendidikan yang memberikan solusi bagi perubahan iklim

    Dengan kondisi seperti itu, Dwikorita mengajak semua pihak perlu meningkatkan
    kesadaran tentang pentingnya menjaga dan melindungi lingkungan.

    Upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim harus dilakukan bersama baik oleh pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta dan pihak terkait lainnya.

    Selain itu, upaya lain yang perlu dilakukan adalah pengurangan emisi Gas Rumah
    Kaca dan penerapan energi baru atau terbarukan.

    ”Kita perlu terus menjaga dan mengendalikan laju kenaikan suhu dengan cara mentransformasikan energi fosil menjadi energi yang lebih ramah lingkungan,” katanya.

    Baca: Ekspor pasir laut mengancam kelestarian ekosistem pesisir

    Sebelumnya, dalam Dialog untuk Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka
    Panjang Nasional di BAPPENAS, BMKG mengimbau perlunya program yang lebih sistematis dan berkelanjutan untuk pemantauan terhadap parameter lingkungan.

    Donaldi Sukma Permana, Pakar Klimatologi BMKG yang memimpin Studi Dampak Perubahan Iklim pada Gletser di Puncak Jaya menjelaskan dalam rentang waktu tahun 2016-2022, laju penipisan es terjadi sekitar 2,5 meter per tahun.

    Sedangkan luas tutupan es pada tahun 2022 sekitar 0,23 kilometer persegi dan
    terus mengalami pencairan. Hal ini lanjut Donaldi, sebagai salah satu faktor yang
    ikut berkontribusi terhadap peningkatan tinggi muka laut secara global.

    Reporter: Nurakhmayani disarikan dari berbagai sumber