Tag: Pundi Perempuan

  • Yuk! Bantu Korban Kekerasan dengan Menggalang Dana untuk Pundi Perempuan

    Yuk! Bantu Korban Kekerasan dengan Menggalang Dana untuk Pundi Perempuan

    7cloud.asia – Di sela kegiatan Ngopi Bareng Media pada Jumat (11/10/2024) lalu, terungkap kisah pilu pendampingan korban kekerasan termasuk kekerasan seksual di sejumlah daerah.

    Meski UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) sudah disahkan lebih dua tahun lalu, masih banyak korban kekerasan seksual yang tak bisa mendapatkan keadilan karena berbagai hal, salah satunya adalah tidak tersedianya dana.

    “Kadang penanganan kasus kekerasan seksual terhenti karena korban dan pendamping tidak punya uang untuk membayar visum yang biayanya mencapai Rp500 ribu hingga Rp1 juta,“ ujar Direktur Esksekutif Indonesia untuk Kemanusiaan atau IKa, Sita Soepomo.

    Selama ini, ujarnya, banyak pendamping melakukan pendampingan kasus kekerasan secara pro bono. Bahkan, tidak jarang, para pendamping mengeluarkan uang dari kantungnya sendiri. Padahal biaya penanganan kasus rata-rata berkisar Rp5 hingga 10 juta.

    Kisah pilu lainnya diungkapkan Komisioner Komnas Perempuan, Veryanto Sitohang. Dia menceritakan bagaimana seorang pendamping dan korban kekerasan yang didampinginya di Sulawesi Selatan harus puasa, karena uang yang dimiliki hanya cukup untuk membayar uang perahu dan biaya visum.

    “Karena dia tahu visum sangat penting dalam penanganan kasus perkosaan,“ ujar Veryanto getir.

    Baca: Dua tahun UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual

    Di acara Ngopi Bareng sore itu, diungkapkan pengaduan kasus kekerasan seksual yang diterima Komnas Perempuan melonjak tajam.

    Setiap hari setidaknya 15 laporan kekerasan terhadap perempuan yang masuk dalam pencatatan Komnas Perempuan. Kondisi ini menunjukkan kesadaran masyarakat tentang kekerasan semakin tinggi.

    Sayangnya lonjakan kasus ini tidak diimbangi dengan kenaikan sumber daya yang ada sehingga banyak kasus kekerasan yang tidak bisa diproses secara hukum.

    Karena itu Sita mengajak media untuk berkontribusi meningkatkan pemahaman dan kepedulian publik dalam pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual.

    Memanfaatkan momen peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Kampanye Internasional 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, IKa mengajak anak muda di Indonesia untuk berpartisipasi dalam kampanye dan penggalangan dana untuk mencegah dan mengakhiri kekerasan terhadap perempuan lewat Pundi Perempuan.

    Pundi Perempuan, merupakan salah satu dari empat pundi yang dibentuk IKa sebagai wadah penggalangan dana bagi penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan.

    Baca: Implementasi UU TPKS masih alami kendala

    “Dukungan Pundi Perempuan diperuntukkan bagi lembaga pengada layanan (Women’s Crisis Center/WCC) yang mendampingi perempuan dan anak korban kekerasan di berbagai wilayah Indonesia,“ imbuh Sita.

    Ditambahkan, Pundi Perempuan dibentuk pada tahun 2003 bersama Komnas Perempuan dan hingga saat ini telah mendukung 173 lembaga pengada layanan.

    Beberapa tahun terakhir, IKa juga berfokus pada pemberian dukungan bagi inisiatif tingkat lokal yang dimotori oleh orang muda melalui hibah kecil yang bersifat sebagai katalis.

    Dukungan ini adalah bentuk kontribusi Ika dalam menyiapkan orang muda sebagai bonus demografi bagi negara dan bangsa Indonesia, melalui pelibatan dan peningkatan pemahaman terkait isu-isu keadilan sosial, khususnya kekerasan terhadap perempuan.

    “Momen peringatan Sumpah Pemuda menjadi momen yang tepat bagi Ika untuk menyatakan dan menyampaikan ajakan bagi orang muda untuk berpartisipasi dalam pencegahan terhadap perempuan melalui kegiatan kampanye NyataNyala,“ ujar Sita.

    IKa, lanjutnya, juga mendukung inisiatif lokal dalam kerangka keadilan sosial, hak asasi manusia, dan kelestarian lingkungan melalui hibah kecil, berbagi pengetahuan, mengaktifkan jaringan dan kesukarelawanan.

    Rangkaian Acara Nyata Nyala akan berlangsung dari tanggal 11 Oktober 2024 sampai 14 Desember 2024.

    Rita menambahkan, NyataNyala merupakan perwujudan aksi nyata dan kolaborasi orang muda dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan di Indonesia.

  • Jangan Lewatkan! Give Back Sale Pundi Perempuan Kembali Digelar Pekan Ini

    Jangan Lewatkan! Give Back Sale Pundi Perempuan Kembali Digelar Pekan Ini

    7cloud.asia – Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan,  setiap tahun berlangsung pada 25 November hingga 10 Desember.

    Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) bersama Komnas Perempuan turut mendukung kampanye tersebut melalui Kampanye NyataNyala: ”Nyata Aksi Nyata Semangat” untuk mencegah dan menghapus kekerasan terhadap perempuan.

    Caranya, dengan kembali mengadakan Give Back Sale (GBS) Pundi Perempuan pada Rabu-Sabtu, 11-14 Desember 2024 di Ke:kini ruang bersama, Jalan Cikini Raya No. 43-45 Menteng, Jakarta Pusat, pukul 10.00 – 20.00 WIB.

    GBS Pundi Perempuan yang diselenggarakan secara rutin dua kali setiap tahunnya merupakan upaya penggalangan dana publik untuk dukungan terhadap kerja-kerja pendampingan perempuan korban kekerasan yang dilakukan oleh Lembaga Pengada Layanan/ Women Crisis Centre (WCC).

    GBS Pundi Perempuan kali ini menekankan pentingnya peran pendamping yang dengan setia terus menempuh ‘jalan sunyi’, mengambil pilihan yang tidak populer.

    “Mereka tanpa lelah dan tanpa pamrih dengan segala resiko yang tidak mudah untuk mendampingi para perempuan korban kekerasan agar mendapatkan keadilan seutuhnya,“ ucap Sekar Pireno Ks, Komunitas Pemberdaya IKa –pengelola GBS Pundi Perempuan.

    Sekar menegaskan, GBS Pundi Perempuan hadir bukan sekedar sebuah penggalangan dana publik biasa.

    Tapi lebih dari itu adalah sebuah statement kuat dan konsisten untuk dukungan nyata terhadap kerja-kerja para pendamping dalam proses memperjuangkan keadilan bagi perempuan korban kekerasan dan dukungan buat korban untuk terus berani bersuara.

    “Hal ini juga sebagai upaya mendorong terwujudnya penghapusan kekerasan terhadap perempuan yang sejalan dengan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 HAKTP) yang diperingati setiap tahunnya.“ tambah Sekar.

    Pada tahun 2023, Komnas Perempuan mencatat 289.111 kasus kekerasan berbasis gender (KBG) di Indonesia. Sebagian besar kekerasan terjadi di ranah personal, termasuk kekerasan psikis, fisik, seksual, dan ekonomi.

    Untuk tahun 2024, data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menunjukkan bahwa sudah terdapat 12.576 kasus kekerasan berbasis gender, dengan mayoritas korban adalah perempuan.

    Angka-angka tersebut tentunya akan terus meningkat jika upaya pendampingan tidak dilakukan secara terus menerus, tidak melulu oleh lembaga pengada layanan, tapi juga seluruh pihak.

    ”Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) sebagai Organisasi Sumber daya Masyarakat Sipil mengambil peran untuk mendukung dan menguatkan kerja kawan-kawan Lembaga Pengada Layanan atau Women Crisis Centre (WCC) sebagai ujung tombak dalam upaya menekan angka kekerasan terhadap perempuan melalui hibah kecil “Pundi Perempuan”, ”ucap Sita Supomo, Direktur Eksekutif IKa.

    “Hingga tahun ini, IKa sudah memberikan dukungan bagi 173 WCC di seluruh Indonesia. Dukungan tersebut belum menjangkau seluruh WCC yang ada dan melalui penggalangan dana publik, salah satunya GBS Pundi Perempuan, IKa masih terus berusaha agar dapat memperluas dukungannya,” tambah Sita.

    Penyelenggaraan GBS Pundi Perempuan tahun ini merupakan penyelenggaraan tahun ke-9 setelah pada bulan Juli 2024 kemarin berhasil mengumpulkan donasi sebesar 121 juta.

    Kami, imbuh Sekar, terus mengharapkan dukungan masyarakat dengan hadir di GBS Pundi Perempuan yang diselenggarakan pada 11-14 Desember 2024, Pkl. 10.00-20.00 WIB.

    “Seberapapun dukungan Anda sangat berarti buat perempuan korban kekerasan. Ajaklah kawan, kolega dan kerabat untuk turut mendukung GBS Pundi Perempuan,“ tutup Sekar.