Tag: puskesmas

  • Seluruh Puskesmas di Jakarta Akan Sediakan Psikolog

    Seluruh Puskesmas di Jakarta Akan Sediakan Psikolog

    7cloud.asia – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menargetkan seluruh puskesmas di ibu kota memiliki layanan psikolog tahun ini. Langkah ini merupakan bagian dari penguatan layanan kesehatan mental di tingkat layanan primer.

    Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengungkapkan, saat ini dari total 44 puskesmas kecamatan di Jakarta, sebanyak 28 di antaranya sudah memiliki tenaga psikolog.

    “Tahun ini kita targetkan semua puskesmas memiliki psikolog. Jadi puskesmas benar-benar punya layanan kesehatan mental, termasuk layanan berhenti merokok dan konseling lainnya,” ujar Ani, Rabu (6/8/2025).

    Menurutnya, layanan kesehatan mental di puskesmas juga akan terintegrasi dengan layanan kesehatan jiwa di rumah sakit serta sistem konsultasi daring Jakcare yang bisa diakses 24 jam.

    Baca: JakCare bantu warga Jakarta yang punya masalah kesehatan mental

    “Ini kita integrasikan, jadi masyarakat bisa mengakses layanan mana pun. Apalagi dalam keadaan darurat, karena psikolog di puskesmas tidak bisa melayani 24 jam,” jelas Ani.

    Ia menambahkan, layanan Jakcare yang digagas Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung itu dijalankan oleh psikolog profesional bersertifikat serta menjamin kerahasiaan identitas pengguna.

    “Jakcare ini dilayani oleh psikolog yang memiliki surat tanda registrasi, dan buka 24 jam. Kami komitmen menjaga kerahasiaan setiap masyarakat yang mengakses layanan ini,” tandasnya.

    Baca: Memilih buku self help yang berdampak pada kesehatan mental

    Dinkes DKI berharap penguatan layanan psikologis ini dapat menjawab kebutuhan masyarakat terhadap dukungan kesehatan mental yang lebih mudah, cepat, dan terpercaya.

    Menurut data Kementerian Kesehatan, DKI Jakarta merupakan provinsi dengan share penderita gangguan kesehatan mental tertinggi secara nasional yakni sebanyak 24,3 persen

    Untuk itu, penanganan orang dengan gangguan kesehatan mental harus mendapatkan perhatian serius.

    Baca: Teman Cerita dari Ganjar Pranowo bantu anak muda yang punya masalah kesehatan mental

  • Update Banjir Sumatera: Tiga Puskesmas di Daerah Terdampak Belum Beroperasi

    Update Banjir Sumatera: Tiga Puskesmas di Daerah Terdampak Belum Beroperasi

    7cloud.asia – Memasuki hari ke-41 pasca bencana ekologi banjir Sumatera, masih ada tiga pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang belum beroperasi.

    Ketiga puskesmas tersebut yakni Puskesmas Rusip Antara di Aceh Tengah, Puskesmas Jambur Lak Lak di Aceh Tenggara, dan Puskesmas Lokop di Aceh Timur.

    Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pada Konferensi Pers Update Penanganan Bencana Sumatra di Grha BNPB, Jakarta, Rabu (7/1/2025) menjelaskan, Puskesmas Lokop mengalami kerusakan paling parah akibat tertimpa kayu besar hingga bangunannya hancur.

    “Yang (di) Lokop ini benar-benar sudah hancur, jadi sekarang sedang kita bangun baru,” ujarnya.

    Baca: Seluruh Rumah Sakit terdampak banjir Sumatera telah kembali beroperasi

    Untuk memastikan layanan tetap berjalan, operasional puskesmas yang rusak dialihkan sementara ke gedung lain, seperti kantor dinas atau fasilitas pemerintah setempat.

    Menkes Budi menambahkan bahwa tahap pemulihan puskesmas menjadi tantangan yang lebih berat karena jumlah fasilitas yang terdampak jauh lebih banyak dibandingkan rumah sakit.

    Berdasarkan hasil pendataan, terdapat 867 puskesmas terdampak bencana di tiga provinsi. Dari jumlah tersebut, 152 puskesmas mengalami kerusakan berat hingga harus menghentikan operasional sementara.

    Upaya pemulihan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembersihan lokasi, relokasi layanan sementara, hingga pembangunan ulang bagi fasilitas yang mengalami kerusakan total.

    Baca: Pembatasan pemberitaan penanganan banjir Sumatera

    Hingga awal Januari 2026, sebagian besar puskesmas di daerah terdampak banjir Sumatera telah kembali melayani masyarakat.

    Menkes Budi menekankan bahwa peran puskesmas sangat vital, tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan harian bagi masyarakat, tetapi juga dalam melayani ratusan ribu pengungsi yang tersebar di lebih dari seribu titik pengungsian.

    Kemenkes mencatat sebanyak 87 rumah sakit terdampak, dengan sembilan di antaranya sempat tidak dapat beroperasi. Namun, berkat dukungan lintas sektor, seluruh rumah sakit tersebut kini telah kembali berfungsi.

    “Dalam waktu dua minggu, dengan bantuan semua pihak, seluruh rumah sakit yang terdampak sudah bisa beroperasi kembali,” kata Budi Gunadi Sadikin pada (2/1/2025) lalu.