Tag: Pustral UGM

  • Biaya Transportasi di Indonesia Tergolong Tinggi, Ini Rekomendasi Pustral UGM

    Biaya Transportasi di Indonesia Tergolong Tinggi, Ini Rekomendasi Pustral UGM

    7cloud.asia – Kementerian Perhubungan mencatat pengeluaran masyarakat untuk transportasi masih relatif tinggi yaitu mencapai 12,46 persen per bulan dari total biaya hidup.

    Padahal menurut standar Bank Dunia, seharusnya biaya transportasi tidak lebih dari 10 persen dari total biaya hidup dalam satu bulan.

    Tingginya biaya transportasi ini terutama dialami warga yang harus menggunakan moda transportasi yang berbeda.

    Menanggapi kondisi ini, Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik atau Pustral UGM, Dwi Ardianta Kurniawan mengatakan ada beberapa aspek yang harus diperhatikan untuk menekan biaya transportasi yang dikeluarkan masyarakat.

    Pertama, diperlukan perencanaan permukiman yang matang. Dwi mengatakan, di wilayah padat direkomendasikan adanya akses yang mudah ke tempat aktivitas utama untuk mengurangi jarak tempuh dan menekan biaya bahan bakar serta operasionalnya.

    “Penyediaan sarana dan prasarana transportasi yang memadai juga menjadi aspek penting untuk mengurangi kemacetan, sehingga biaya perjalanan tidak membengkak,” katanya, Kamis (11/9/2025) seperti dilansir ugm.ac.id

    Baca: Penataan transportasi penting untuk wujudkan kota ramah lingkungan

    Kedua, penyediaan angkutan umum yang terjangkau. Pada kawasan yang padat penduduk dan dan dihadapkan pada kemacetan yang akut, masyarakat lebih membutuhkan angkutan umum.

    “Penggunaan angkutan umum jadi pilihan rasional, subsidi yang diberikan jadi efektif karena penggunanya tinggi,” ucapnya.

    Namun, pada wilayah yang belum terlalu padat, pilihan menggunakan angkutan umum masih belum terlalu menarik. Selain tarif yang terjangkau diperlukan juga insentif lain seperti kemudahan akses, ketersediaan halte, rute, headway untuk lebih menarik minat masyarakat.

    Ketiga, integrasi antar moda menjadi hal penting untuk mengatasi inefisiensi biaya. Integrasi moda diperlukan pada perjalanan yang relatif jauh.

    Dwi mengatakan, inefisiensi disebabkan oleh beberapa faktor seperti jarak perjalanan, jenis moda yang digunakan, dan interkoneksi yang buruk.

    Baca: “Kota 15 Menit” mungkinkan warganya melakukan aktivitas tanpa kendaraan

    Contoh penerapan integrasi tarif antar moda di Jakarta pada layanan TransJakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta dengan tarif maksimum Rp10.000 untuk perjalanan lintas moda selama tiga jam.

    “Tarif ini sudah cukup efektif untuk menekan biaya daripada harus membayar terpisah,” ujarnya.

    Terakhir, peran penting penggunaan digitalisasi pembayaran. Penggunaan digitalisasi pembayaran dalam transportasi umum tidak hanya sekadar mempermudah transaksi, tetapi memudahkan dalam proses evaluasi dan perencanaan transportasi yang lebih baik.

    Adanya transaksi yang terkontrol dan tercatat, pihak terkait dapat melakukan analisis mendalam mengenai pola pergerakan masyarakat.

    “Ekosistem digital membuat proses bisnis jauh lebih transparan. Hal ini sangat membantu dalam pengambilan keputusan strategis di masa depan, karena semuanya didasarkan pada data yang transparan,” pungkasnya.

    Baca: Konsep slow city untuk kota yang lebih berkelanjutan