Tag: quick count

  • Pemilu 2024: Hasil Hitung Cepat Aneh, PDI Perjuangan Siaga l

    Pemilu 2024: Hasil Hitung Cepat Aneh, PDI Perjuangan Siaga l

    7cloud.asia – PDI Perjuangan menyatakan Siaga l menyikapi hasil hitung cepat atau quick count dari berbagai lembaga survei yang sangat anomali (menyimpang atau aneh).

    Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal (sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto di Jakarta.

    Menurut Hasto, PDIP tetap berpedoman menunggu proses rekapitulasi suara secara berjenjang dari bawah, TPS (Tempat Pemungutan Suara) hingga tabulasi nasional di KPU.

    “Pedoman kami sangat jelas, kita menunggu proses rekapitulasi secara berjenjang dari bawah. Tetapi hasil quick count ini membuat kami menyatakan Siaga l untuk melihat kembali keseluruhan proses dari hulu ke hilir,” jelas Hasto.

    Untuk menyelidiki anomali hasil quik count ini, PDIP dan Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud akan membentuk tim khusus yang terdiri ahli hukum, ahli forensik dan ahli investigasi.

    Baca: Perolehan suara PDIP masih teratas

    Lebih jauh, Hasto menerangkan anomali quick count mengindikasikan adanya exersive shooting (penembakan berlebihan) dari berbagai operasi gabungan mulai dari hulu ke hilir hingga akhirnya menciptakan hasil yang sangat anomali.

    Selanjutnya Hasto mengungkapkan jauh hari sebelum pemungutan suara, PDIP telah menandai adanya desain dari hulu ke hilir dalam penyelenggaraan pemilu 2024.

    Hasto menjelaskan dari hulu tersebut ditandai dengan merancang atau merekayasa hukum di Mahkamah Konstitusi (MK).

    Kemudian ditengahnya terjadi intimidasi yang masif, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang merupakan kantong suara PDIP.

    Baca: Jokowi inginkan Parbowo-Gibran menang dan suara PDIP turun

    Kemudian, lanjut Hasto di hilir ada banyak hal yang mencurigakan. Salah satunya website KPU beberapa kali shutdown termasuk pada sistem kalkulasi suara dari KPU.

    “Makanya sangat anomali hasilnya (quick count), terlihat aneh karena gap-nya jauh sekali. Bahkan Pak Rosan Roeslani (ketua TKN Prabowo-Gibran) sendiri mengatakan kaget dengan hasil quick count,” terangnya.  

    Hal senada juga diungkapkan oleh calon presiden nomor urut 03, Ganjar Pranowo.

    Ia mempertanyakan, hasil quick count perolehan PDI Perjuangan yangmasih tinggi bahkan masih nomor satu, agak anomali dengan perolehan suara Ganjar-Mahfud.

    “Maka, hari ini sedang diselidiki oleh kawan-kawan. Mudah-mudahan nanti ketemu apa faktornya sepertinya split ticket-nya agar terlalu lebar,” ujarnya setelah rapat bersama TPN 03 di Gedung HighEnd, Jakarta.

    Baca: PDIP bentuk tim khusus menyelidiki kecurangan

    Split ticket voting merupakan fenomena yang lahir akibat adanya bermacam pemilihan.

    Misalnya, perbedaan pilihan dalam Pemilu Anggota DPR RI terhadap partai politik A, sedangkan pemilihan eksekutif (presiden) justru memilih paslon yang bukan berasal dari kelompok yang didukung oleh parpol pilihannya.

    Berdasarkan penghitungan cepat sejumlah lembaga survei, PDI Perjuangan memperoleh suara tertinggi di kisaran 15—16 persen ke atas hingga saat ini.

    Namun, suara paslon nomor urut 3 justru hanya meraih sekitar 15—16 persen atau berada di urutan terakhir.

    Oleh karena itu, pihaknya hendak menelaah penyebab dari split ticket voting seiring dengan menunggu hasil resmi rekapitulasi suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

    “Prinsip kami, menunggu keputusan dari KPU. Apa pun yang diputuskan oleh KPU, kami akan ikuti. Kami menghormati semua proses,” katanya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Hasil Quick Count Pilkada Jakarta 2024: Pramono Anung-Rano Karno Unggul

    Hasil Quick Count Pilkada Jakarta 2024: Pramono Anung-Rano Karno Unggul

    7cloud.asia – Hasil sementara quick count Pilkada Jakarta 2024 versi sejumlah
    lembaga survei menunjukkan pasangan nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno unggul. Namun pasangan ini masih belum aman.

    Pasalnya, hasil quick count Pilkada Jakarta 2024 sejumlah lembaga survei menunjukkan pasangan Pramono-Rano belum tembus angka 50 persen seperti yang disyaratkan undang-undang.

    Pilkada Jakarta 2024 bisa berlangsung dua putaran apabila ada tiga pasangan calon gubernur-wakil gubernur yang ikut serta dan tidak ada kandidat yang berhasil meraih lebih dari 50 persen suara.

    Pilkada putaran kedua akan diikuti oleh pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua pada putaran pertama.

    “Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang memperoleh suara lebih dari 50% (lima puluh persen) ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih,” bunyi Pasal 11 ayat (1) UU tentang Provinsi DKI Jakarta.

    “Dalam hal tidak ada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang memperoleh suara sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diadakan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur putaran kedua yang diikuti oleh pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua pada putaran pertama,” bunyi Pasal 11 Ayat (2) UU tentang Provinsi DKI Jakarta.

    Baca: Pemihakan di Pilkada 2024 dilakukan ribuan ASN, jajaran kepolisian dan TNI

    Berikut hasil quick count sejumlah lembaga survei:

    Versi Liputan6
    Hasil quick count tiga lembaga survei yakni Lingkar Survei Indonesia, Charta Politika dan Indikator yang dirilis Liputan6.com menunjukkan, dari 98,29 persen data yang masuk pasangan Pramono-Rano unggul dengan perolehan suara 50,14 persen.

    Disusul pasangan Ridwan Kamil-Suswono di tempat kedua dengan perolehan 39,18 persen suara, dan pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardana Abyoto 10,68 persen

    Versi Litbang Kompas
    Sementara hitung cepat versi Litbang Kompas, dengan jumlah data masuk sudah mencapai 50,50 persen per pukul 15.14 WIB.

    Dari jumlah data tersebut, hasilnya, perolehan suara paslon nomor 3 memimpin dengan 50,11 persen.

    Sedangkan paslon 1, Ridwan Kamil-Suswono memeroleh suara 39,52 persen. Dan perolehan suara paslon 2, Dharma Pongrekun-Kun Wardana Abyoto 10,37 persen.

    Quick count Litbang Kompas dalam Pilkada Jakarta 2024 menggunakan metode sistematik random sampling dan memiliki sampling error sebesar persen ± 1 persen.

    Versi SMRC
    Hasil quick count SMRC juga mengunggulkan pasangan Pramono-Rano, dengan perolehan suara 50,93 persen.

    Disusul pasangan Ridwan Kamil-Suswono 38,94 dan pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardana Abyoto 10,13 persen.

    Lembaga Survei Indonesia (LSI)
    Quick count LSI juga menunjukkan keunggulan Pramono Anung-Rano Karno yang meraih 49,85 persen.

    Sementara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Ridwan Kamil-Suswono di peringkat kedua dengan perolehan suara 39,59%. Disusul pasangan Dharma-Kun memperoleh 10,57%,

    Hasil tersebut diperoleh dari perhitungan data yang masuk sebesar 82,40 persen dari 1.000 sampling TPS. Margin of error yang tercatat adalah sekitar 0,56 persen.

    Penting untuk dicatat bahwa hasil quick count ini bukanlah hasil resmi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan melakukan rekapitulasi suara secara berjenjang dari Rabu, 27 November 2024, hingga Senin, 16 Desember 2024.

    Hasil resmi Pilkada Jakarta 2024 akan menunggu penghitungan suara secara manual oleh KPU.