Tag: Rappo Indonesia

  • Kisah Sukses Rappo Indonesia Mengolah Kantong Plastik Bekas menjadi Produk Fesyen Bernilai Tinggi

    Kisah Sukses Rappo Indonesia Mengolah Kantong Plastik Bekas menjadi Produk Fesyen Bernilai Tinggi

    7cloud.asia – Aktivis lingkungan menyarankan untuk mengurangi atau bahkan menghindari penggunaan kantong plastik kresek sekali pakai.

    Alasan yang diungkapkan, kantong plastik sekali pakai ini berdampak buruk pada lingkungan.

    Dibutuhkan waktu hingga ratusan tahun untuk mengurai sampah plastik dari kantong plastik sekali pakai ini. Sampah plastik yang susah terurai akan mencemari daratan maupun perairan.

    Namun, harus diakui menghindari sama sekali kantong plastik sekali pakai. Dalam kondisi seperti ini ada Rappo Indonesia yang mengolah kantong plastik bekas menjadi beragam produk fesyen.

    Baca: Robries ubah sampah plastik jadi furniture

    Menurut pendiri Rappo Indonesia, Andi Nurul Ulum langkah ini sebagai upaya untuk membantu mengurangi sampah plastik.

    “Kita transform plastik jadi berbagai produk fesyen seperti tote bag, pin badge, dan best seller kita di laptop sleves dan jurnal book. Semua ini dibuat dari single use plastic tanpa tambahan warna apapun,” katanya dikutip Antaranews.com, Jumat (31/5/2024).

    Noe membawa produk Rappo dari Makassar ke pasar anak muda untuk mengampanyekan upaya pengurangan sampah plastik.

    Dalam upaya untuk mengembangkan usaha, dia membuka ruang kerja di Depok, Jawa Barat, dengan bekerja sama dengan para perempuan penjahit di sana.

    Rappo Indonesia mendapatkan pasokan kantong plastik kresek bekas dari pengumpul sampah dan bank sampah di Depok dan mengolahnya menjadi aneka produk.

    Baca: Klub pantai ini olah sendiri sampah plastiknya

    Proses pengolahannya mencakup pemanasan untuk mengubah plastik kresek menjadi lembaran serta perancangan dan pembuatan produk bersama para perajin mitra.

    “Proses jahit cukup singkat, kayak tote bag sejam (sudah) jadi. Proses panjang ada di waste collecting-nya dulu, jadi kita kumpulkan plastik,” kata Noe.

    “Kalau di Makassar kolaborasi dengan laundry, kalau di Depok kita kerja sama bank sampah. Mereka kirim plastik ke kita, kita cuci dulu lalu sorting, lalu masuk proses upcycle. Setelah jadi lembaran baru dijahit,” ia menjelaskan.

    Produk Rappo Indonesia dijual dengan harga Rp99 ribu hingga Rp499 ribu. Produk daur ulang tersebut sudah dapat dibeli di toko daring.

    Baca: Mengenal rumah yang dibangun dari sampah plastik

    Rappo Indonesia mengembangkan usaha daur ulang plastik dengan memberdayakan perempuan-perempuan penjahit di Depok maupun Makassar.

    Hasil pemasaran produk daur ulang Rappo Indonesia juga mengalir kepada ibu-ibu rumah tangga yang terlibat dalam proses produksi.

    “Dengan beli produk ini, Rappo People (pembeli Rappo) mendukung gerakan lingkungan dimana teman-teman ikut mengurangi sampah kantong plastik yang berakhir di TPA maupun di lautan, dan juga mendukung ekonomi ibu-ibu yang menjahit produk kami,” kata Noe.

    Berkat usahanya mendukung pengurangan sampah plastik dan memberdayakan perempuan, Rappo Indonesia mendapat penghargaan Citrapreneur 2024 kategori Ecopreneur.

    Sumber:Antaranews.com