7cloud.asia – The Circulate Initiative, organisasi nirlaba yang berdedikasi untuk mengatasi polusi limbah plastik di lautan, baru-baru ini meluncurkan program lingkungan bernama Inisiatif Pengadaan Bertanggung Jawab atau Responsible Sourcing Initiative (RSI).
Dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (8/10/2024) program Responsible Sourcing Initiative tersebut ditujukan untuk para pekerja informal yang berperan besar dalam mengatasi limbah plastik.
Responsible Sourcing Initiative ini dirancang untuk mengatasi tantangan hak asasi manusia dalam proses daur ulang limbah plastik.
Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sekitar 50 ribu pekerja informal yang bekerja di sektor limbah plastik, salah satunya pemulung. Program ini diharapkan sudah terealisasi pada tahun 2026
Baca: Ekonomi sirkular tidak sempurna jika tak terapkan cara ini
“Di Indonesia, pemulung memiliki peran penting dalam membantu mengatasi krisis polusi plastik, dan kami berharap dapat bekerja sama dengan mereka untuk tujuan mengatasi tantangan serta memastikan hak-hak mereka (tetap) dihormati,” kata Program Director The Circulate Initiative Annerieke Douma.
Nantinya, The Coca-Cola Company dan Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) akan bermitra dengan Yayasan Mahija Parahita Nusantara untuk mendukung penerapan program tersebut.
Mitra-mitra ini akan ikut bertanggung jawab dan membantu meningkatkan kesejahteraan para pekerja informal di sektor limbah dalam value chain mitra daur ulang.
“Kontribusi sektor pengumpulan limbah informal sangat penting untuk mendorong ekonomi sirkular dan membantu memastikan pasokan plastik daur ulang berkualitas tinggi yang konsisten di Indonesia,” kata Senior Vice President, Global Human Rights, Labor, and Employee Relations The Coca-Cola Company Paul Lalli.
Baca: KLHK ajak warga boikot produk yang abai pada limbah plastiknya
Selama ini, pekerja informal sektor limbah memainkan peran penting dalam pengelolaan limbah plastik di Indonesia.
Diperkirakan, para pemulung di seluruh Indonesia berhasil mengumpulkan sekitar satu juta ton limbah plastik per tahun.
Pemerintah Indonesia menargetkan pengurangan limbah sebesar 30 persen dan pengurangan sampah plastik di laut sebesar 70 persen pada tahun 2025.
Sementara emisi nol atau net zero emission dari sektor sampah ditargetkan bisa terealisasi pada 2050. (Sumber: Antaranews.com)
