Tag: reuse

  • Agar Reuse, Reduce dan Recycle Sampah Anorganik Nggak Sekadar Slogan

    Agar Reuse, Reduce dan Recycle Sampah Anorganik Nggak Sekadar Slogan

    7cloud.asia – Prinsip pengelolaan sampah dengan sistem reduce, reuse dan recycle digaungkan untuk menangani sampah anorganik agar jenis sampah yang satu ini tidak menimbulkan masalah lingkungan. 

    Mengapa prinsip reuse, reduce dan recycle sampah anorganik ini penting untuk lingkungan, baiklah kita kulik lebih mendalam.

    Sampah anorganik adalah sampah yang sulit dan butuh waktu bertahun-tahun agar bisa diurai. Masuk dalam kategori sampah anorganik, antara lain adalah sampah plastik, stereofoam, sampah dari kaca dan sebagainya. 

    Sampah anorganik yang tertimbun di tanah dapat menyebabkan pencemaran tanah karena sampah itu akan tertimbun dalam tanah dalam waktu lama dan menyebabkan rusaknya lapisan tanah.

    Sebaliknya jika dibakar, sampah orgaik bisa memicu polusi udara karena melepas zat kimia yang berbahaya untuk kesehatan dan lingkungan. 

    Baca: Cara memilah sampah tanpa ribet

    Karena itulah, KLHK mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip reuse, reduce dan recycle dalam pengelolaan sampah anorganik.

    Pengelolaan sampah dengan prinsip reuse, reduce dan recycle bisa dengan mudah diterapkan.

    Kamu bisa mulai menerapkan prinsip reuse, reduce dan recycle dengan terlebih dahulu memilah sampah, atau memisahkan sampah anorganik dari sampah organik.

    Berikut langkah-langkah prinsip reuse, reduce dan recycle :

    1. Reuse (penggunaan kembali)

    Reuse adalah menggunakan kembali sampah secara langsung, dengan fungsi yang masih sama ataupun fungsi yang beda. Contoh kegiatan reuse (penggunaan kembali) sehari-hari:

    Menggunakan kembali wadah yang sudah kosong untuk fungsi yang lain.
    Memakai kertas yang masih kosong untuk keperluan menulis.

    Baca: DemiBumi ajar kita untuk menjadi zerowaste

    2. Reduce (Pengurangan)

    Reduce adalah pengurangan segala kegiatan yang dapat menimbulkan sampah. Contoh kegiatan reduce (pengurangan) sehari-hari:

    Memilih produk dengan kemasan yang bisa didaur ulang.
    Hindari penggunaan dan pemakaian produk yang menimbulkan banyaknya sampah.
    Menggunakan produk yang bisa diisi ulang kembali.
    Menghindari penggunaan barang yang tidak perlu.

    3. Recycle (daur ulang)

    Recyle adalah pemanfaatan kembali sampah dengan beberapa tahapan pengolahan. Contoh kegiatan recyle (daur ulang) sehari-hari:

    Olah sampah plastik menjadi kerajinan tangan
    Olah sampah organik untuk kompos.
    Manfaat Mengelola Sampah Anorganik
    Daur ulang adalah suatu cara untuk mengelola sampah dengan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan dan pembuatan produk sampai bernilai ekonomis. Mengelola sampah dengan cara didaur ulang memiliki banyak manfaat.

    Baca: Konsep isi ulang dari Siklus bantu kita kurangi sampah plastik

    Manfaat dari daur ulang antara lain:

    1. Mengurangi Pencemaran Lingkungan

    Daur ulang sampah dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir, sehingga mengurangi pencemaran tanah, air, dan udara.

    Dengan membatasi akumulasi sampah, daur ulang membantu mencegah polusi dan merusak ekosistem alami.

    2. Konservasi Sumber Daya Alam

    Daur ulang sampah dapat mengurangi kebutuhan akan bahan mentah baru. Dengan menggunakan kembali bahan bekas, kita mengurangi penebangan pohon, eksploitasi tambang, dan ekstraksi sumber daya alam lainnya.

    Ini membantu melindungi habitat alam, mengurangi kerusakan lingkungan, dan melestarikan keanekaragaman hayati.

    Baca: Gaya hidup nggak ramah lingkungan yang layak ditinggalkan

    3. Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca

    Daur ulang sampah dapat mengurangi emisi gas rumah kaca. Proses produksi bahan baru sering kali memerlukan energi dan menghasilkan emisi gas rumah kaca.

    Daur ulang mengurangi kebutuhan akan produksi bahan baru, sehingga mengurangi emisi yang terkait. Ini membantu memerangi perubahan iklim dan mengurangi dampak negatif pada lingkungan.

    4. Konservasi Energi

    Daur ulang sampah menggunakan lebih sedikit energi dibandingkan dengan produksi bahan baru. Proses produksi dari bahan daur ulang umumnya memerlukan konsumsi energi yang lebih rendah, termasuk energi listrik dan bahan bakar fosil.

    Dengan mengurangi penggunaan energi, kita mengurangi ketergantungan pada sumber energi terbatas dan mengurangi dampak lingkungan yang terkait.

    Baca: Rumah mungil sedang ngetrend, ini manfaatnya untuk lingkungan

    5. Pemulihan dan Penggunaan kembali Bahan Bernilai

    Daur ulang sampah dapat memulihkan dan mengurangi bahan-bahan bernilai. Dalam banyak jenis sampah, terdapat komponen yang masih memiliki nilai dan dapat digunakan kembali.

    Melalui daur ulang, bahan-bahan tersebut dapat dikelola dan diubah menjadi produk baru dengan nilai ekonomi.

    Misalnya, daur ulang logam dapat mengurangi kebutuhan akan tambang logam baru dan memperpanjang siklus hidup bahan tersebut.

    6. Penciptaan Lapangan Kerja dan Dukungan Ekonomi

    Industri daur ulang sampah menciptakan lapangan kerja dan memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan.

    Proses daur ulang melibatkan pemilahan, pengolahan, dan produksi bahan daur ulang, yang semuanya membutuhkan tenaga kerja. Ini memberikan peluang bisnis baru dan membantu masyarakat secara ekonomi.

     

     

  • Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Perbanyak TPS Reduce Reuse dan Recycle

    Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Perbanyak TPS Reduce Reuse dan Recycle

    7cloud.asia – Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat membangun Tempat Pengolah Sampah Reduce, Reuse dan Recycle (TPS 3R) berkapasitas 24 ton per hari di Rawasari.

    TPS Reduce, reuse dan recycle ini ditujukan  untuk mengolah sampah organik dan limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) dari rumah tangga.

    TPS berkonsep kurangi, pakai kembali dan daur ulang (Reduce, Reuse, Recycle/3R) ini diresmikan  Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono Jumat (26/1/2024)

    Peresmian dilakukan bersamaan dengan peresmian TPS reduce reuse dan recycle di Ciracas (Jakarta Timur) dan Rawasari (Jakarta Pusat). 

    Baca: Pemprov DKI Jakarta lebih memilih RDF ketimbang ITF dalam kelola sampah

    “Kehadiran TPS reduce reuse dan recycle ini diharapkan bisa mengolah sampah di masing-masing kecamatan,” kata Heru di sela-sela peresmian dua TPS 3R di Ciracas, Jakarta Timur.

    Menurut dia, cara kerja pengolahan sampah di TPS 3R ini seperti RDF Plant di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi.

    Hanya saja, skalanya saja yang kecil, yakni tingkat kecamatan. TPS 3R ini bisa memilah sampah, mencacah dan hasilnya adalah seperti di RDF Bantargebang untuk bahan bakar dengan pembeli (offtaker) dari pabrik semen.

    Baca: RDF, cara mengubah sampah menjadi bahan bakar

    “Cuma produksinya saja lebih sedikit dibandingkan RDF Plant di TPST Bantargebang,” kata Heru.

    Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Pusat Slamet Riyadi mengatakan, dengan adanya TPS 3R ini akan berdampak signifikan untuk menurunkan permasalahan sampah yang ada di wilayah setempat.

    Slamet menyebutkan, kapasitas TPS reduce reuse dan recycle yang mencapai 24 ton per hari ini diharapkan dapat mengolah seluruh sampah yang dihasilkan wilayah tersebut.

    Baca: Bank sampah ini sukses meski tak punya kantor

    Menurutnya, wilayah Kecamatan Cempaka Putih rata-rata menghasilkan sampah sebanyak 20 hingga 25 ton per hari.

    “Untuk pengolahan sampah organiknya berkisar 500 kilogram per hari dan untuk bank sampah yang bisa kita kelola 300 kilogram per hari. Lalu untuk limbah B3 rumah tangga kurang lebih 50 kilogram per bulan,” ujar Slamet.

    Hasil dari pengolahan sampah yang dilakukan oleh TPS 3R ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar “Refuse Derived Fuel” (RDF).

    Baca: Pengelolaan sampah dengan ditimbun sudah ketinggalan jaman

    Dengan adanya TPS ini tidak ada lagi sampah yang dikirim ke Bantargebang dalam bentuk utuh melainkan hanya residu.

    “Jadi nanti tidak ada lagi sampah yang dikirim ke Bantargebang dalam bentuk utuh, melainkan hanya residunya saja. Bahan RDF-nya juga ditempatkan di sana untuk nantinya dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembuatan semen,” kata Slamet.

    Slamet berharap, dengan peresmian TPS 3R Rawasari ini dapat menurunkan permasalahan sampah khususnya di wilayah Kecamatan Cempaka Putih.

    Sumber: Antaranews.com