Tag: rob

  • Banjir Rob Berpotensi Melanda Wilayah Ini Hingga 25 Juli, Masyarakat Diimbau Waspada

    Banjir Rob Berpotensi Melanda Wilayah Ini Hingga 25 Juli, Masyarakat Diimbau Waspada

    7cloud.asia – Banjir pesisir (rob) berpotensi melanda wilayah pesisir Kalimantan Selatan pada 21- 25 Juli mendatang. Masyarakat diimbau waspada.

    Petugas jaga Stasiun Meteorologi pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Kalimantan Selatan (BMKG Kalsel), Fitma Surya Arghani di Banjarbaru hmenjelaskan banjir rob ini akibat adanya fase bulan purnama.

    Melansir Antaranews, kondisi tersebut dapat berpotensi air laut pasang hingga mencapai ketinggian maksimum 2,6 meter.

    Menurut Fitma potensi tersebut berdasarkan water level dan prediksi pasang surut dan banjir pesisir.

    Baca: Lebih dari 7 ribu warga mengungsi akibat banjir Gorontalo

    “Masyarakat di pesisir diimbau selalu waspada untuk mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut dan fenomena rob,” ujar Fitma.

    Lebih jauh Fitma mengungkapkan pasang maksimum berpotensi terjadi di wilayah perairan Muara Sungai Barito pada pukul 07.00-12.00 Wita dengan ketinggian sekitar 2,6 meter.

    Potensi wilayah yang terdampak di pesisir perairan Sungai Barito, Banjar, Banjarmasin, dan Tanah Laut.

    Banjir rob ini, lanjut Fitma dapat berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat pesisir dan transportasi di sekitar pelabuhan.

    Baca: Banjir di Sorong rendam ratusan rumah
    Sementara itu, potensi pasang gelombang maksimum laut juga meliputi perairan Kalimantan Tengah bagian timur arah angin tenggara-selatan berkecepatan 7-22 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter-2,5 meter.

    Laut Jawa bagian tengah (arah angin timur kaut-tenggara, berkecepatan 7-22 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter-3 meter.

    Laut Jawa bagian timur (arah angin timur-tenggara berkecepatan 6-25 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter-2,5 meter.

    Perairan Kotabaru (arah angin barat daya-timur laut berkecepatan 3-25 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter-2,5 meter.

     

  • BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Sejumlah Daerah Hingga Awal Maret

    BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Sejumlah Daerah Hingga Awal Maret

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau rob di 17 wilayah di Indonesia mulai 24 Februari hingga 5 Maret 2025.

    Situasi ini dipicu adanya fenomena bulan baru pada tanggal 28 Februari 2025 dan Perigee (fenomena astronomi saat bulan berada di titik terdekat terhadap bumi) pada 1 Maret 2025 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.

    Dalam pernyataan resmi BMKG yang dirilis Minggu (23/2/2025) disebutkan, wilayah pesisir yang berpotensi terdampak antara lain di Pesisir Kepulauan Riau di Dabo Singkep pada 24-27 Februari

    Banjir rob berpotensi terjadi di Karimun 26 Februari-3 Maret, Bintan 28 Februari-3 Maret, Tanjung Pinang 27 Februari-4 Maret.

    Baca: Fenomena perigee berpotensi picu banjir rob 

    Pesisir Sumatera Barat di Kota Padang, Padang Pariaman, Painan pada 28 Februari 2025. Kemudian, Pesisir Banten di Selat Sunda Utara pada 28 Februari, Pandeglang dan Lebak Selatan 27-28 Februari.

    BMKG juga memperingatkan potensi banjir rob di Pesisir Bangka Belitung Pangkalpinang, Bangka Barat, Bangka pada 26 Februari-2 Maret 2025.

    Selanjutnya, Pesisir Jakarta di Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Ancol, Marunda, Cilincing, Tanjung Priok, Kalibaru, Muara Angke, Penjaringan pada 24–26 Februari 2025.

    Peringatan yang sama juga ditujukan kepada masyarakat di sekitar Pesisir Jawa Barat, khususnya di Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu pada 24–26 Februari 2025.

    Di Pesisir Jawa Tengah berada di Semarang, Demak, Pekalongan, Brebes, Tegal, Pemalang pada 24–26 Februari 2025, Pesisir Jawa Timur di Tanjung Perak, Krembangan, Kenjeran, Gresik, Lamongan pada 24–28 Februari 2025.

    Baca: Perubahan iklim membuat banjir rob makin sering terjadi

    Berikutnya, di Pesisir Nusa Tenggara Barat, tepatnya di Lombok dan Bima pada 28 Februari 2025, Pesisir Kalimantan Selatan di Kotabaru pada 26 Februari–6 Maret 2025.

    Sedangkan untuk wilayah Pesisir Kalimantan Tengah di Sebuai, Keraya, Kubu, Kumai pada 24–28 Februari 2025.

    Pesisir Sulawesi Utara di Likupang, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud pada 26 Februari–5 Maret 2025, Pesisir Maluku pada 28 Februari-6 Maret 2025, Pesisir Maluku Utara pada 26 Februari-4 Maret 2025.

    Terakhir, di Pesisir Papua, Pesisir utara Jayapura, Kabupaten Sarmi pada 28 Februari – 4 Maret 2025, dan Pesisir Papua Selatan pada 27 Februari-7 Maret 2025.

    BMKG mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di pesisir saat air laut pasang tinggi, mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman, serta memantau informasi terkini melalui kanal resmi BMKG dan pemerintah setempat.

  • Warga Pesisir Jakarta Diminta Mewaspadai Banjir Rob dalam Dua Hari ke Depan

    Warga Pesisir Jakarta Diminta Mewaspadai Banjir Rob dalam Dua Hari ke Depan

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi terjadinya banjir rob dalam satu hingga dua hari ke depan.

    “Dari prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG, ada kemungkinan satu-dua hari ini ada rob. Permukaan air naik, sekaligus hujan,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Senin (7/7/2025)

    Mengantisipasi kemungkinan banjir rob ini, Pramono telah memerintahkan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta beserta seluruh tim untuk selalu siaga dan mempersiapkan alat-alat yang diperlukan untuk mengatasi banjir.

    Pramono berharap, banjir bersamaan seperti yang terjadi Minggu malam (6/7/2025) tak terjadi lagi.

    Baca: Hujan lebat berpotensi terjadi di Jawa Barat hari ini

    Dia mengatakan, Jakarta pada Minggu malam (6/7/2025) tercatat ada tiga banjir bersamaan yakni banjir rob, banjir kiriman dan akibat hujan.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatat, hingga Senin (7/7/2025) pagi banjir di Jakarta meluas ke 109 RT yang mengakibatkan ratusan warga harus mengungsi.

    Kepala Pelaksana BPBD Jakarta Isnawa Adji mengatakan, genangan terjadi di 109 RT dan 3 ruas jalan,

    Data banjir itu dihimpun per pukul 06.00 WIB. Sebaran titik banjir ada di 17 RT di Jakarta Pusat, 15 RT di Jakarta Barat, 30 RT di Jakarta Selatan, dan 47 RT di Jakarta Timur.

    “Saya meminta untuk bersiap mengatasi itu. Supaya pengalaman kita semalam tidak terulang. Kejadian semalam itu menunjukkan bahwa sebenarnya, apa ya, di luar nalar gitu,” kata Pramono.

    Baca: Kenaikan permukaan air laut dan perubahan iklim perburuk banjir rob di Jakarta

    Pemprov DKI Jakarta juga telah menyiapkan sejumlah alat-alat untuk mengatasi banjir.

    Hal itu seperti 202 lokasi pompa stasioner dengan jumlah 605 unit. Kemudian pompa mobil di lima wilayah, masing-masing 100 unit.

    “Bahkan pompa-pompa apung yang kecil-kecil, semua sudah dibagi tadi malam. Kemudian alat-alat berat kurang lebih 202 unit,” kata Kepala Dinas Sumber Daya Air Ika Agustin Ningrum.

    Selain itu, Ika mengatakan Jakarta juga terus melakukan pengerukan kali meski bukan di musim panas.

    Sebagai salah satu langkah antisipasi banjir, Pemprov DKI Jakarta selalu berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk memantau curah hujan.

    Baca: Perubahan iklim bebani penduduk miskin di Pesisir Jakarta