Tag: roboh

  • Bangunan Pesantren Roboh, 3 Orang Meninggal dan 91 Lainnya Masih Terjebak dalam Reruntuhan

    Bangunan Pesantren Roboh, 3 Orang Meninggal dan 91 Lainnya Masih Terjebak dalam Reruntuhan

    7cloud.asia – Tim gabungan terus melakukan upaya evakuasi terhadap korban insiden runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al Khozyni, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

    Berdasarkan data absensi santri, sebanyak 91 orang diduga masih terjebak dalam timbunan material bangunan hingga Selasa (30/9/2025) malam. Sementara sebanyak 100 orang berhasil dievakuasi dari reruntuhan.

    Dari jumlah tersebut, 26 orang masih menjalani perawatan inap, 70 orang telah diperbolehkan pulang, tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan satu pasien dirujuk ke rumah sakit di Mojokerto.

    Sejumlah fasilitas kesehatan menjadi rujukan utama untuk penanganan korban, di antaranya RSUD RT Notopuro, RS Siti Hajjar, RS Delta Surya, RS Sheila Medika dan RS Unair.

    Adapun rinciannya meliputi RSUD RT Notopuro merawat 40 pasien dengan delapan pasien rawat inap dan dua meninggal dunia. RS Siti Hajjar menangani 52 pasien dengan 11 pasien rawat inap, satu meninggal dunia dan satu pasien dirujuk.

    Baca: Kolam penampungan air di Gontor 5 Magelang rubuh, 4 santri meninggal

    Berikutnya RS Delta Surya merawat enam pasien rawat inap, RS Sheila Medika menangani satu pasien yang telah diperbolehkan pulang, sedangkan RS Unair merawat satu pasien rawat inap.

    Sebanyak 332 personel SAR gabungan dari BASARNAS, BPBD Jawa Timur, BPBD Sidoarjo, dan BPBD dari kabupaten sekitar telah dikerahkan dengan metode kerja bergantian untuk menjaga ketahanan tim.

    Peralatan berat juga telah disiagakan, namun penggunaannya sementara belum dapat dilakukan karena dikhawatirkan getaran dapat memperparah kondisi reruntuhan.

    Upaya penyelamatan saat ini difokuskan secara manual dengan menggali lubang dan celah untuk mengevakuasi korban yang masih hidup. Tim SAR gabungan mendeteksi adanya indikasi enam orang korban yang masih bertahan di salah satu segmen reruntuhan.

    Melalui celah yang ada, petugas telah menyalurkan makanan dan minuman untuk menjaga kondisi para korban.

    Baca: Mushola roboh saat peringatan Maulid, 3 orang meninggal

    Sementara itu, proses evakuasi juga menunggu asesmen dari pihak berwenang di bawah komando Basarnas.

    Jika hasil asesmen menyatakan tidak ada lagi korban yang masih hidup, tahapan selanjutnya akan dilakukan dengan menggunakan alat berat untuk mengevakuasi korban meninggal dunia yang masih tertimbun.

    Di sisi lain, tim tengah merumuskan langkah teknis bersama ahli konstruksi untuk membersihkan puing pada jalur evakuasi secara aman tanpa memicu reruntuhan susulan.
    Dugaan kejadian ini dipicu oleh kesalahan konstruksi bangunan.