Tag: rusia

  • Unjukrasa Pro-Palestina Tolak Keikutsertaan Israel di Kompetisi Lagu Pop Eurovision di Malmo, Swedia

    Unjukrasa Pro-Palestina Tolak Keikutsertaan Israel di Kompetisi Lagu Pop Eurovision di Malmo, Swedia

    7cloud.asia – Ribuan demonstran pro-Palestina pada Kamis (9/5/2024) turun ke jalan-jalan di Malmo, Swedia untuk menentang keikutsertaan Israel dalam kompetisi lagu pop Eurovision.

    Para pengunjukrasa memadati Lapangan Stortorget yang bersejarah, di dekat balai kota Malmo yang sudah berdiri sejak abad ke-16 tersebut.

    Mereka melambai-lambaikan bendera Palestina yang berwarna hijau, putih dan merah. Mereka melanjutkan perjalanan ke pusat kota, beberapa kilometer dari lokasi penyelenggaraan kontes Eurovision.

    Sebagian demonstran menyalakan suar asap yang berwarna hijau, putih dan merah sambil meneriakkan slogan “from the river to the sea, Palestine will be free!” dan “Israel adalah negara terror!”

    Para demonstran juga menyerukan gencatan senjata segera di Gaza.

    Baca Juga: UNRWA: 80.000 Warga Palestina Tinggalkan Rafah Sejak Invasi israel

    Polisi dalam jumlah besar tampak berjaga-jaga di setiap sudut kota, sementara helikopter berputar-putar di atas lokasi demonstrasi. Sejumlah personil aparat keamanan tampak mengamati dengan teropong dari atap-atap gedung.

    “Eurovision dilangsungkan di Malmo dan Israel ikut serta, kami kira ini salah. Israel tidak boleh diizinkan ikut kompetisi ini, sebagaimana larangan yang diberlakukan terhadap Rusia.

    ”Kita harus memprotes hal ini demi kemanusiaan, demi warga Palestina di sana,” ujar salah seorang demonstran, Lorenzo Mayr.

    Para demonstran mengecam keras keputusan penyelenggara Eurovision yang tetap mengizinkan Israel berkompetisi, dengan mengatakan Rusia dikeluarkan dari Eurovision pada tahun 2022 setelah invasi besar-besaran ke Ukraina.

    Setahun kemudian Belarusi juga dikeluarkan karena tindakan keras pemerintahnya terhadap perbedaan pendapat di negara itu.

    Baca Juga: Israel Memulai Serangan Darat ke Rafah, Ratusan Ribu Anak Palestina Tak Punya Tempat Aman

    Perang Israel-Hamas yang telah menewaskan hampir 35.000 warga Palestina, sangat kontras dengan situasi di Malmo jelang Eurovision.

    Para penggemar musik dengan pakaian berpayet warna-warni atau berbalut bendera nasional mereka berbaur di jalanan dengan para pendukung perjuangan Palestina yang mengenakan syal keffiyeh.

    Bendera-bendera Palestina berkibar dari jendela dan balkon di sepanjang jalan raya untuk pejalan kaki yang untuk sementara waktu dinamai “Jalan Eurovision.”

    Kelompok-kelompok pro-Palestina berencana menggelar demonstrasi besar-besaran kembali pada hari Sabtu (11/5/2024) saat final Eurovision berlangsung.

    Pemerintah Israel telah memperingatkan warga negaranya tentang “kekhawatiran nyata” bahwa mereka dapat menjadi target serangan di Malmo selama acara itu.

    Baca Juga: KTT OKI Lahirkan Resolusi Kecam Genosida di Gaza, Pengamat Nilai Upaya OKI untuk Palestina Belum Optimal

    Penyelenggara kontes, yang berusaha menjaga agar Eurovision tetap menjadi acara nonpolitik, telah menolak seruan untuk melarang Israel atas perangnya melawan Hamas.

    Namun mereka meminta Israel untuk mengubah lirik lagu yang diikutsertakan, yang awalnya berjudul “October Rain” – yang merujuk pada serangan Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan sekitar 1.200 warga Israel dan memicu perang.

    Lagu tersebut kemudian diubah menjadi “Hurricane” dan penyanyi Israel Eden Golan diizinkan untuk tetap mengikuti kontes tersebut. Ia bertanding di babak semifinal pada Kamis.

    Sebagian penonton yang menghadiri gladi resik pada hari Rabu (8/5/2024) terdengar mencemooh penampilan Golan.

    Sumber;vOAIndonesia

  • Empat Jurnalis Rusia Diajukan ke Pengadilan dengan Tuduhan Mendukung Pembangkang

    Empat Jurnalis Rusia Diajukan ke Pengadilan dengan Tuduhan Mendukung Pembangkang

    7cloud.asia – Empat jurnalis Rusia diajukan ke pengadilan di Moskow pada Rabu (2/10/2024), atas dakwaan keterlibatan dalam sebuah kelompok “ekstremis”.

    Pihak berwenang Rusia menuduh empat jurnalis ini bekerja untuk organisasi yang sudah dilarang dari mendiang pembangkang, Alexei Navalny.

    Kasus-kasus terhadap Antonina Favorskaya, Sergei Karelin, Konstantin Gabov dan Artem Kriger menyoroti posisi jurnalis yang semakin genting di Rusia, di mana kelompok-kelompok kebebasan pers mengatakan, puluhan jurnalis kini berada dalam tahanan.

    Setelah sekitar 30 menit persidangan dibuka di pengadilan, hakim mengabulkan permintaan untuk mengusir media dan pengunjung selama sisa persidangan, berdasarkan sebuah surat dari departemen kontra ekstremisme, dari kementerian dalam negeri, yang mengatakan bahwa pendukung Navalny sedang mempersiapkan sebuah “provokasi”.

    Outlet berita independen, Mediazona mengutip Kriger yang menyatakan kepada hakim sebelum para jurnalis diperintahkan keluar ruangan: “Ini adalah sesuatu yang sudah lama terjadi. Beginilah cara mereka melakukannya dalam rejim totaliter.”

    Baca: Israel cabut izin empat jurnalis Al Jazeera

    Masing-masing jurnalis menghadapi ancaman hingga enam tahun penjara jika terbukti bersalah. Mereka tidak ditawari untuk mengaku tidak bersalah atau bersalah pada bagian sidang yang terbuka untuk pers.

    Para jaksa mengatakan, para jurnalis ini telah membuat materi untuk saluran YouTube Yayasan Anti Korupsi Navalny, yang dilarang di Rusia karena dianggap sebagai “salah satu agen asing” dan sebuah organisasi ekstremis.

    Gabov dan Karelin adalah jurnalis lepas yang bekerja untuk sejumlah organisasi berita, termasuk masing-masing Reuters dan The Associated Press.

    Seorang juru bicara Reuters mengatakan, Gabov sesekali bekerja untuk kantor berita tersebut antara akhir 2022 hingga awal 2024 sebagai produser berita.

    “Kami tidak mempercayai dakwaan terhadap dia dalam kaitan apapun terhadap kerja lepasnya di Reuters. Reuters sangat berkomitmen untuk kebebasan pers dan menentang penangkapan dan penahanan setiap jurnalis untuk alasan apapun terkait dengan pelaporan berita,” kata juru bicara itu.

    Baca: UNESCO Anugerahkan Guillermo Cano 2024 untuk para jurnalis peliput perang Gaza

    “Jurnalis harus bebas untuk melaporkan berita atas kepentingan publik tanpa takut adanya pelecehan ataupun bahaya, di manapun dia berada.”

    Favorskaya dan Kriger, keduanya bekerja untuk SOTAVIsion, sebuah outlet media independen yang juga dituduh sebagai agen asing.

    Favorskaya merekam video terakhir Navalny ketika hadir dalam sidang pengadilan pada 15 Februari 2024, satu hari sebelum dia tiba-tiba meninggal di koloni penjara Arktik atau Kutub Utara. Dia ditangkap pada Maret, dan Kriger ditangkap pada Juni.

    Rusia telah meningkatkan tekanan terhadap jurnalis domestik dan asing sejak negara itu memulai perang di Ukraina.

    Menurut kelompok kebebasan pers internasional, Reporters Without Borders, 34 jurnalis dan enam pekerja media lain saat ini ada dalam tahanan di Rusia.

    Pihak Kremlin tidak memberikan komentar untuk setiap kasus hukum tersebut, dan mengatakan bahwa ini adalah peradilan untuk menegakkan hukum Rusia. Pemerintah telah mencap pendukung Navalny sebagai pembuat masalah untuk mengobarkan revolusi dan mengacaukan Rusia.

    Sumber:VOAIndonesia

  • Tur Spasiba: Menelusuri Jejak Rusia di Sudut Kota Jakarta

    Tur Spasiba: Menelusuri Jejak Rusia di Sudut Kota Jakarta

    7cloud.asia – Memperingati 75 tahun hubungan erat Rusia-Indonesia Wisata Kreatif Jakarta, sebuah komunitas tur jalan kaki, menggelar tur spesial bertajuk Tur Spasiba (Peringatan Persahabatan Indonesia-Rusia).

    Tur Spasiba ini akan mengajak pesertanya menggali kisah unik di belakang berbagai lokasi ikonik Jakarta di mana Rusia memiliki peran penting di dalamnya.

    Jurnalis senior yang tertarik pada sejarah, arsitektur dan budaya, Devianti Faridz akan memandu Tur Spasiba yang rencananya bakal digelar pada Sabtu (15/2/2025) pekan depan.

    Saat berbincang dengan 7cloud.asia, Jumat (7/2/2024) Devi mengatakan, Tur Spasiba akan menelusuri Rumah Sakit Persahabatan-Tugu Petani- Stadion Gelora Bung Karno-Taman Mataram dan berakhir di Russian House.

    Perjalanan dalam Tur Spasiba ini akan membawa Anda melintasi waktu sambil menggali nilai historis yang melekat di setiap tempat yang dikunjungi.

    Di masing-masing tempat yang dikunjungi peserta akan dijelaskan sejarah dan alasan yang melatar-belakangi pembangunannya.

    Baca: Serunya tur jalan kaki di kawasan Pecinan Glodok

    “Setiap lokasi yang dikunjungi menyimpan kisah unik dari era Soekarno dan peran Rusia (waktu itu masih bernama Uni Soviet, red) di dalamnya yang tidak banyak diketahui masyarakat,” terang Devi.

    Rumah Sakit Persahabatan dan Gelora Bung Karno, misalnya, pembangunan dua bangunan ikonik tidak lepas dari peran pemerintah Rusia. Dua fasilitas publik itu dibangun berkat bantuan dari Rusia.

    Sedangkan Taman Mataram, di sana terdapat patung Yuri Gagarin, kosmonot Rusia yang merupakan manusia pertama yang melakukan perjalanan ke ruang angkasa.

    Peserta Tur Spasiba juga akan diajak mengunjungi Patung Petani atau yang lebih dikenal sebagai Tugu Tani yang pembuatannya terinspirasi patung-patung di kota Moskow.

    Devi menuturkan, gagasan pembuatan patung petani ini lahir saat Bung Karno melakukan kunjungan ke Moskwo dan terkesima dengan kemegahan patung petani di sana.

    Bung Karno seperti kita ketahui memang sangat dekat dengan rakyat kecil, termasuk petani. Bahkan Marhaenisme yang dicetuskannya lahir dari dialog Bung Karno dengan seorang petani bernama Marhaen.

    Baca: Kawasan Kota Tua terintegrasikan dengan Kawasan Pecinan di Pancoran/Glodok

    “Terakhir, Tur Spasiba akan mengajak peserta mengunjungi Russian House, di mana kita bisa menonton video yang mengungkap tujuan wisata menarik di Rusia serta mencoba baju tradisional dan penganan khas Rusia,” ujar Devi

    Buat kamu yang tertarik mengikuti Tur Spasiba, bisa langsung mendaftar di laman atau di akun instagram Wisata Kreatif Jakarta @wisatakreatifjakarta

    Untuk mengikuti Tur Spasiba ini, masing-masing peserta akan dikenakan biaya retribusi sebesar Rp125.000.

    Wisata Kreatif Jakarta sendiri berdiri sejak 2017 yang diinisiasi sejumlah orang anggota komunitas pencinta kuliner Jakarta.

    Wisata Kreatif Jakarta kini menyelenggarakan layanan walking tour baik wisata sejarah, kuliner ataupun budaya di Jakarta dan sekitarnya yang biasanya digelar setiap akhir pekan.

    Baca: Mengintip pengembangan Kota Lama Semarang

    “Wisata Kreatif Jakarta ingin berbagi cerita unik dan menarik tentang kota Jakarta yang tidak diketahui oleh warga Kota Jakarta,” terang Devi.

    Tema tur Wisata Kreatif Jakarta biasanya disesuaikan dengan momen tahunan yang sedang terjadi.

    Di bulan Februari ini, karena bertepatan dengan perayaan Imlek atau Cap Go Meh maka tema walking tournya disesuaikan dengan perayaan tersebut.

    “Contohnya ada wisata Serba-serbi kuliner Chinese halal, atau Jelajah kelenteng kuno di Jakarta,” ujar Devi.

    Nah, buat kamu yang tertarik mengikuti wisata unik ke sudut-sudut Kota Jakarta, rajin-rajinlah mengintip akun instagram Wisata Jakarta Kreatif!

  • India Menentang Peringatan NATO Soal Sanksi Ancaman AS pada Rusia

    India Menentang Peringatan NATO Soal Sanksi Ancaman AS pada Rusia

    7cloud.asia – India pada Kamis (17/7/2025) menepis peringatan Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte bahwa Brasil, China, dan India dapat dikenai sanksi AS jika mereka mempertahankan perdagangan dengan Rusia.

    “Kami telah melihat laporan mengenai hal ini dan terus memantau perkembangannya… mengamankan kebutuhan energi rakyat kami tentu saja merupakan prioritas utama bagi kami,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri India Randhir Jaiswal dalam konferensi pers di New Delhi.

    “Dalam upaya ini, kami berpedoman pada apa yang ditawarkan di pasar dan kondisi global yang berlaku,” katanya.

    Baca: Trump akan kenakan tambahan tarif ke negara-negara BRICS

    “Kami secara khusus memperingatkan agar tidak menerapkan standar ganda dalam masalah ini,” tambah Jaiswal.

    Setelah bertemu dengan Presiden AS Donald Trump awal pekan ini, Rutte mengatakan kepada para wartawan: “Presiden Trump pada dasarnya mengatakan, jika Rusia tidak serius dalam perundingan damai (di Ukraina),

    “Dalam 50 hari, dia akan menjatuhkan sanksi sekunder terhadap negara-negara seperti India, China dan Brasil.”

    Baca: KTT BRICS serukan reformasi global demi dunia yang lebih adil

    Trump pada Senin (14/7/2025) mengancam akan mengenakan tarif sekunder 100 persen terhadap Rusia jika kesepakatan untuk mengakhiri perang di Ukraina tidak tercapai dalam 50 hari.

    Pada Rabu (16/7/2025), Beijing menolak peringatan Rutte, dengan mengatakan “dialog dan negosiasi adalah satu-satunya jalan keluar yang layak dari krisis (Ukraina).”

    “China menentang sanksi sepihak dan yurisdiksi jangka panjang. Perang tarif tidak memiliki pemenang (dan) paksaan serta tekanan tidak akan menghasilkan apa-apa,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam konferensi pers di Beijing.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu