7cloud.asia – Warga di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat yang menjalankan ibadah salat tarawih pertama di bulan Ramadhan terpaksa menggunakan perahu ke surau lantaran banjir masih merendam wilayah ini.
Mereka tampak berbondong-bondong menuju masjid atau surau meski dalam kondisi banjir.
“Perahu menjadi alat transportasi alternatif kami ketika akses jalan terendam banjir, sehingga ketika shalat tarawih rata-rata warga menggunakan perahu pergi ke surau,” jelas salah seorang warga Teluk Barak Kecamatan Putussibau Selatan, Kapuas Hulu, Aldianto.
Melansir Antaranews, Aldianto menjelaskan air mulai menggenangi wilayahTeluk Barak sejak Kamis (07/03/2024) dengan kedalaman rata-rata 60 centimeter hingga satu meter.
Baca: Hujan lebat picu banjir, 4 ribu orang terdampak
Saat ini debit air sudah berangsur surut, tetapi akses jalan Kalimantan di Teluk Barak masih terendam banjir.
“Mudah-mudahan besok air benar-benar surut sehingga aktivitas masyarakat di bulan Ramadhan normal seperti biasa dan membawa berkah,” ujarnya.
Sebelumnya intensitas hujan yang tinggi mengguyur wilayah ini hingga debit air sungai Kapuas meluap yang mengakibatkan sejumlah daerah pesisir sungai Kapuas dilanda banjir.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu, Gunawan mengatakan sampai saat ini baru satu kecamatan yang menyampaikan laporan banjir yaitu Kecamatan Embaloh Hilir.
Sedangkan kecamatan lainnya yang dilanda banjir seperti Kecamatan Putussibau Selatan di daerah Teluk Barak Kelurahan Kedamin Hilir dan Desa Tanjung Jati.
Baca: Korban tewas akibat banjir dan longsor di Sumatera Barat capai 26 orang
Kecamatan Putussibau Utara yaitu di daerah dogom Kota Putussibau, dan Dusun Mufa Desa Pala Pulau.
Banjir juga terjadi di Kecamatan Silat Hulu, Suhaid, Silat Hilir, Mentebah dan sejumlah dataran rendah lainnya.
“Kondisi banjir sudah berangsur surut di bagian hulu, tetapi di hilir pesisir sungai Kapuas saat ini masih dalam, karena banjir di daerah hilir cukup lama,” ungkap Gunawan.
karena itu, Gunawan mengajak warga untuk mewaspadai cuaca ekstrem dengan intensitas curah hujan tinggi yang saat ini masih terjadi.
“Kapuas Hulu ini rawan terjadi banjir, angin puting beliung dan tanah longsor, kami minta masyarakat selalu waspada,” kata Gunawan.
Reporter: Nurakhmayani
