7cloud.asia – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, mendaur ulang sampah APK (alat peraga kampanye) menjadi bahan konstruksi
Daur ulang sampah APK ini dilakukan di Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) Mekarwangi, Kota Bogor.
Dilansir Antaranews.com sampah APK ini antara lain diolah menjadi paving block. TPS3R Mekarwangi Bogor ada sejak tahun 2023 dan awalnya mengolah sampah plastik dan kini berguna untuk olah sampah APK.
TPS3R merupakan kolaborasi Pemkot Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan sejumlah organisasi lain seperti WWF, Plastic Smart Cities A Global city initiative to keep plastic out nature by 2030, Rekan Nusantara Foundation dan Sumpah Sampah dan Satgas Naturalisasi Ciliwung.
Baca: Yang tidak boleh dilakukan saat masa tenang
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto di Kota Bogor, Senin, mengatakan pengolahan sampah APK ini sudah dikaji sejak bulan lalu dan direalisasikan usai petugas gabungan menertibkan APK sejak Minggu (11/2/2024).
“Saya minta kaji sejak bulan lalu, sejauh mana mungkin bahan-bahan dari APK ini ternyata bisa gitu ya. Jadi daripada dibakar, ditimbun begitu saja di TPA Galuga, lebih baik kita olah,” ujarnya.
Dalam sehari, kata Bima Arya, TPS3R ini bisa mengolah 600 kilogram sampah plastik.
Namun dalam pengolahan sampah APK menjadi bahan konstruksi, TPS3R ini bisa mengolah 400 kilogram sampah plastik dan 200 kilogram sampah APK untuk bisa menghasilkan bahan konstruksi.
Baca: Mengintip peruntungan tiga capres di tahun naga kayu
“Tetapi memang kapasitasnya terbatas hanya 200 kilogram sehari. Nah, karena itu yang tidak bisa diolah kita salurkan ke jejaring kita di titik-titik lain,” kata dia.
Lantas bagaimana sampah APK ini diolah? Awalnya, sampah APK akan disortir lalu dipindahkan secara estafet ke ruang utama pengolahan untuk dicacah menjadi biji atau serpihan plastik.
Beberapa APK berbahan flexi seperti baliho atau banner, disobek terlebih dulu secara manual untuk memudahkan masuk dalam proses pencacahan.
Setelah dicacah, barulah APK dicampur dengan sampah plastik dan alumunium, yang juga sudah melalui proses pencacahan untuk selanjutnya masuk dalam mesin pencetakan bahan konstruksi jenis balok atau papan dan sebagainya.
Baca: Hasil exit poll di sejumah TPS di luar negeri
“Jadi sekitar 30 persennya itu dari sampah visual dari APK, dari banner tadi. Kemudian diproses menjadi lumer menjadi seperti ini (bahan konstruksi jenis balok dan papan),” ucapnya.
Bahan konstruksi ini, selanjutnya akan digunakan untuk membuat kerangka atau pondasi sumur resapan yang ditanam di dalam tanah.
Rencananya pondasi ini akan digunakan untuk membangun sumur resapan di Kota Bekasi.
Ke depan, lanjut Bima Arya, balok dan kayu hasil produksi ini juga bisa dijadikan paving block atau dicetak langsung dari sampah plastik, alumunium dan sampah APK menjadi paving block..
