7cloud.asia – Korban akibat longsor yang terjadi di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara terus bertambah. Hingga Senin (25/11) malam, tim SAR mengevakuasi 10 korban dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penangguangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, Ph.D menjelaskan para korban meninggal telah dievakuasi dan didentifikasi di RS Kabanjahe.
Selain korban jiwa, longsor kali ini mengakibatkan kerusakan tempat tinggal. Data BNPB pada Senin (25/11), pukul 21.36 WIB mencatat bangunan yang mengalami kerusakan berat mencakup rumah warga 2 unit, penginapan dan masjid masing-masing 1 unit.
Baca: Bandung tanggap darurat selama 2 minggu
Petugas gabungan yang dipimpin Basarnas memfokuskan pencarian korban di sekitar bangunan rumah yang terdampak longsor.
Pada Senin kemarin BPBD dan dinas terkait berhasil membersihkan dua titik longsoran yang menimbun akses menuju lokasi yang diduga masih adanya warga tertimbun longsor.
Operasi SAR dilakukan petugas gabungan dari Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, TNI, Polri dan warga setempat.
Sementara itu, material longsor di sekitar Masjid Al-Hidayah yang terletak di Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Karo, belum sepenuhnya berhasil dibersihkan. Kondisi tersebut menyebabkan akses jalan belum dapat dilalui kendaraan.
Material longsor sempat memutus akses jalan yang menghubungkan Desa Semangat Gunung menuju Desa Doulu.
Baca: BNPB kembangkan sistem peringatan dini tanah longsor
Pada lahan pertanian dan sektor perikanan terdampak, pemerintah daerah setempat masih melakukan pendataan di lapangan. Sedangkan dampak lain tanah longsor menyasar pada infrastruktur irigasi dan jaringan listrik yang terputus.
Tanah longsor di Desa Semangat Gunung atau dekat dengan pemandian air panas Sidebu debu terjadi setelah adanya hujan lebat pada Sabtu lalu (23/11), pukul 14.00 WIB.
Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengimbau masyarakat agar mewaspadai ancaman bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor atau pun angin kencang.
Masayarakat bekerjasama dengan pemerintah dapat melakukan antisipasi dengan menyelamatkan diri dan keluarga. Masyarakat juga dapat memantau potensi curah hujan melalui kanal resmi pemerintah atau pun BPBD.


