Tag: sembako

  • Harga Sembako Melonjak, Pembeli dan Pedagang Mengeluh

    Harga Sembako Melonjak, Pembeli dan Pedagang Mengeluh

    7cloud.asia – Harga sembako di Jakarta terus merangkak. Sejumlah pembeli mengeluhkan kenaikan harga ini. Seperti di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Harga cabai rawit tembus Rp100.000 per kilogram.

    Padahal harga sebelumnya Rp 40.000 per kilogram. Begitu juga dengan cabe merah kriting dan cabe merah besar. Keduanya mengalami kenaikan dari harga Rp50.000 per kilogram kini melonjak menjadi Rp 80.000 per kilogram.

    Dari pantauan 7cloud.asia, harga bawang merah juga mengalami kenaikan. Kini harganya mencapai Rp 40.000 per kilogram. Padahal sebelumnya harga bawang merah Rp 35.000 per kilogram.

    Kenaikan harga juga terjadi pada gula pasir yang kini menyentuh harga Rp 16.000/kg. Padahal sebelumnya harga gula pasir masih berada pada kisaran Rp 14.000 per kilogram.

    baca: harga beras dan kebutuhan lain terkerek naik pedagang mengeluh sepi pembeli

    Tentu saja, kenaikan harga ini dikeluhkan oleh banyak pembeli. Seperti Yuli, salah seorang pembeli yang kini mengurangi pembelian cabe rawit.

    “Sekarang nggak kuat beli banyak-banyak. Beli dikit-dikit aja, biar uangnya cukup,” kata Yuli kepada 7cloud.asia sambil menenteng seperempat cabai rawit.

    Tidak hanya pembeli, penjual pun juga mengeluhkan kenaikan harga sembako. Seperti yang diungkapkan Aris, salah satu pedagang.

    Aris mengaku terpaksa mengurangi stok sembako dagangannya. Hal ini ia lakukan agar tidak merugi, karena pembeli berkurang.

    “Kalau murah mah cepet habis (barangnya). Orang sekarang mikir-mikir dengan harga naik kayak gini. Jarang yang beli banyak,” ungkapnya.

    baca: musim kemarau memuncak harga beras dan cabai melonjak

    Kenaikan harga sembako ini, lanjut Aris, sudh berlangsung sejak akhir Oktober lalu.

    Menurutnya kenaikan ini akibat adanya musim pancaroba yang membuat stok barang menjadi terbatas.

    Dia berharap pemerintah dapat segera turun tangan menstabilkan harga sembako agar pembeli kembali ramai.

    Sementara itu harga sejumlah barang lainnya cukup stabil. Seperti harga bawang putih tetap berada pada angka Rp 45.000 per kilogram.

    Harga telor ayam negeri juga stabil, Rp 27.000 per kilogram. Harga ayam broiler stabil di harga Rp 40.000 per ekor.

    baca: stok beras aman hingga akhir tahun jagung kudu diimpor untuk cegah lonjakan harga

    Sementara itu, anggota DPRD DKI dari Fraksi Nasdem, Hasan Basri Umar menanggapi kenaikan harga ini.

    Menurutnya pemprov DKI Jakarta seharusnya melakukan langkah koordinasi bersama pihak-pihak terkait.

    “Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan bersama dengan Pasar Jaya, Dharma Jaya dan Food Station harus berkoordinasi dalam mengantisipasi harga pangan yang melonjak saat ini,” jelasnya seperti yang dilansir IPOL.id.

    Selanjutnya anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta ini berharap pemprov DKI Jakarta tidak hanya mengendalikan harga sembako, tetapi juga dapat fokus dalam menyikapi stok pangan hingga akhir tahun 2023 mendatang.

    “Stok pangan warga DKI sampai akhir tahun cukup atau tidak itu harus dimonitor. Jika kurang, segera ambil tindakan. Supaya masyarakat jangan sampai mengalami kesulitan pangan,” paparnya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Pasca Pemilu 2024 Harga Sembako Meroket, Pemprov DKI Jakarta Gelar Pasar Murah

    Pasca Pemilu 2024 Harga Sembako Meroket, Pemprov DKI Jakarta Gelar Pasar Murah

    7cloud.asia – Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar pasar sembako murah di sejumlah wilayah di Jakarta. 

    Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyebutkan, Program Sembako Murah di seluruh wilayah Ibu Kota menjadi salah satu upaya untuk menjaga inflasi.

    “Ya kita harus menjaga inflasi ini dengan salah satunya sembako murah. Pemda menjaga ini dan menunjukkan stok sembako semuanya ada,” kata Heru di Jakarta Barat, Rabu.

    Heru mengatakan, angka inflasi Jakarta pada Januari 2024 masih terjaga sekitar 1,83 persen atau masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,57 persen.

    Baca: Pasca Pemilu 2024, beras langka dan mahal

    Selain itu, Program Sembako Murah yang digelar Pemprov DKI  Jakarta ini juga sebagai upaya mempertahankan predikat pengendalian inflasi terbaik pada 2023.

    Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Sri Haryati di Jakarta, beberapa waktu lalu mengatakan, Pemprov DKI terus melakukan upaya pengendalian inflasi.

    “Salah satunya dengan menggelar kegiatan sembako murah di seluruh kota administrasi DKI Jakarta,” katanya.

    Baca: Jor-joran Bansos jelang Pemilu 2024 bikin harga beras melonjak

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta, tekanan inflasi bulanan untuk komponen bahan makanan didorong oleh kenaikan harga komoditas pangan seperti beras.

    Bahkan, penyumbang utama inflasi tahun ke tahun DKI Jakarta pada Desember 2023 tercatat beras menempati peringkat pertama sebesar 0,274 persen.

    Selain itu, BPS mencatat tren inflasi komponen bahan makanan menjelang akhir tahun mengalami kenaikan dari 1,39 persen pada November 2023 menjadi 1,79 persen pada Desember 2023.

    Baca: Pasca Pemilu harga kebutuhan pokok melonjak

    Kenaikan angka inflasi ini membuat daya beli masyarakat menurun.

    Pemprov DKI Jakarta juga memastikan ketersediaan stok sembako hingga Lebaran aman dan terkendali melalui kegiatan sembako murah di seluruh wilayah Ibu Kota.

    Pemprov DKI Jakarta menggandeng pihak swasta dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti Pasar Jaya, Dharma Jaya dan Food Station Tjipinang dalam penyelenggaraan Program Sembako Murah.

    Sumber: Antaranews.com

  • Sejumlah Harga Bahan Pangan Naik, Omset Pedagang Turun Drastis

    Sejumlah Harga Bahan Pangan Naik, Omset Pedagang Turun Drastis

    7cloud.asia – Minggu pertama Agustus, sejumlah harga bahan pangan merangkak naik. Akibatnya omset pedagang turun drastis hingga 50 persen.

    Di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan misalnya. Pada Sabtu (03/08/2024) terpantau harga cabe rawit merah melonjak tajam hingga 100 ribu rupiah per kilogram dari harga sebelumnya Rp 60.000.

    Demikian juga cabai rawit hijau yang melonjak hingga Rp 70.000 per kilogram. Padahal sebelumnya cabai rawit hijau dibanderol dengan harga Rp 40.000 hingga 50.000 per kilonya.

    Bahan pangan yang ikut melonjak harganya adalah cabai merah yang kini berada pada posisi Rp 80.000 per kilogram. Harga ini naik Rp 20.000 dari harga sebelumnya yang dibanderol Rp 60.000 per kilogram.

    Baca: Pemprov DKI gelar pasar murah

    Cabai merah keriting juga mengalami kenaikan dari harga Rp 60.000 per kilogram kini melonjak hingga Rp 70.000 per kilogram.

    Kenaikan harga pangan ini dikeluhkan oleh para pedagang . Seperti Ayu, salah seorang pedagang sayuran mengeluhkan sepi pembeli hingga omset yang ia peroleh turun drastis hingga 50 persen lebih.

    “Parah sekarang. Biasanya saya dapat 1,5 juta sehari. Sekarang dapat 500 ribu aja sudah bagus. Beberapa kali dapat 300 ribu bahkan 150 ribu sehari,” kata Ayu kepada 7cloud.asia

    Menurutnya kenaikan ini telah berlangsung sekitar 10 hari. Dia memperkirakan kondisi cuaca yang memasuki pancaroba membuat hasil panen petani tak maksimal.

    Baca: Harga sembako melonjak, pembeli dan penjual mengeluh

    Ayu berharap harga-harga tersebut kembali normal. Dengan demikian, dia bisa kembali mendapatkan omset yang tinggi.

    Kenaikan harga ini tidak terjadi pada semua bahan pokok. Masih ada bahan pokok yang harganya stabil bahkan turun.

    Seperti harga telur ayam negeri kini dijual dengan harga Rp 27.000 per kilogram. Harga ini stabil sejak pertengahan Juli lalu.

    Kemudian bawang merah yang kini dibanderol dengan harga Rp 40.000 per kilogram. Harga ini turun Rp 10.000 dari harga semula Rp 50.000 per kilonya.

    Baca: Musim kemarau memuncak, harga beras dan cabai naik

    Penurunan harga juga terjadi pada bawang putih yang kini dijual dengan harga Rp 60.000 per kilogram. Padahal harga bawang putih sebelumnya berada pada kisaran Rp 70.000 hingga Rp 80.000 per kilogram.

    Harga tomat TW juga turun di harga Rp 15.000 per kilogram dari harga Rp 20.000 per kilogram.

    Sementara harga beras juga mengalami kenaikan sebesar Rp1000 hingga Rp 1500 per kilogram. Harga beras kualitas medium kini berkisar antara Rp 14.000 hingga Rp 15.000 per kilogram.

    Kenaikan juga terjadi pada beras premium. Kini 1 kilogram bersa premium dibanderol dengan harga Rp 16.000 hingga Rp 16.500.

     

     

  • ICW: Pengelolaan Anggaran Belanja Sembako Tidak Transparan Sehingga Rawan Dikorupsi

    ICW: Pengelolaan Anggaran Belanja Sembako Tidak Transparan Sehingga Rawan Dikorupsi

    7cloud.asia – Pemerintah membagikan sembako kepada peserta saat peringatan Hari Buruh Internasional yang diselenggarakan di Monas. Sembako tersebut diketahui disediakan oleh Perum Bulog dan ID FOOD selaku BUMN.

    Total sembako yang disediakan oleh Perum Bulog untuk dibagikan kepada peserta yakni sekitar 350 ribu paket. Anggaran tersebut patut diduga bersumber dari Kementerian Sekretariat Negara.

    Tak hanya perayaan Hari Buruh Internasional saja pemerintah memberikan sembako.
    Berdasarkan penelusuran Indonesia Corruption Watch (ICW), sejak 2025 hingga 2026, pemerintah telah menyalurkan sembako atau membuat kegiatan dalam bentuk lain seperti bazar sebanyak empat kali.

    Pertama, pemberian sembako pada 25 Maret 2025 di Kabupaten Bogor. Kedua, saat kunjungan Presiden ke Sumatera pada 20 Maret 2026.

    Ketiga, program kegiatan bazar di Monas pada 28 Maret 2026. Keempat, ketika peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 di Monas.

    ICW telah berupaya mencari informasi mengenai anggaran belanja sembako atau kegiatan bazar melalui situs pemerintah, mulai dari Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Kabinet, maupun situs pengadaan barang/ jasa pemerintah, namun hasilnya nihil.

    Baca: Bansos Gagal Entaskan Kemiskinan

    Terdapat empat permasalahan mengenai ketertutupan informasi belanja anggaran untuk bansos atau kegiatan sejenis.

    Pertama, anggaran belanja yang tertutup dapat berpotensi membuka ruang terjadinya potensi korupsi. Preseden buruk pengelolaan anggaran bansos yang tidak akuntabel pernah terjadi pada pengadaan bantuan sosial Covid-19 oleh Kementerian Sosial.

    Kedua, ketertutupan informasi tersebut mencederai prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara.

    Publik berhak untuk mengetahui mengetahui perencanaan, penggunaan, hingga pertanggungjawaban dana yang digunakan dalam kegiatan pembagian sembako maupun bazar tersebut.

    Dalam Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik menyatakan bahwa Setiap Orang berhak memperoleh Informasi Publik sesuai dengan ketentuan Undang-Undang ini.

    Ketiga, kegiatan pembagian sembako dalam momentum tertentu, seperti kunjungan pejabat atau peringatan hari besar, berpotensi disalahgunakan untuk kepentingan politik atau pencitraan.

    Baca: Belanja Bansos 2024 Capai Rp70,5 Triliun

    Hal ini berisiko mengaburkan tujuan utama bantuan sosial yang seharusnya diberikan berdasarkan kebutuhan masyarakat, bukan momentum seremonial.

    Keempat, tidak adanya kejelasan mekanisme penentuan penerima manfaat membuka potensi ketidaktepatan sasaran. Tanpa data yang transparan dan dapat diuji, bantuan sembako bisa saja tidak diterima oleh kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

    Untuk itu, ICW mendesak Kementerian Sekretariat Negara agar segera membuka informasi terkait anggaran belanja pembelian sembako pada tahun 2025–2026 sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.

    Hal ini sejalan dengan Pasal 9 ayat (2) huruf b dan c Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang menjelaskan bahwa setiap Badan Publik wajib menginformasikan Informasi Publik secara berkala.

    Hal ini meliputi informasi mengenai kegiatan dan kinerja, dan informasi mengenai laporan keuangan.