Tag: serang

  • Kekeringan di Kota Serang Meluas, Lebih Dari 3 Ribu Jiwa Terdampak

    Kekeringan di Kota Serang Meluas, Lebih Dari 3 Ribu Jiwa Terdampak

    7cloud.asia – Kekeringan akibat fenomena El Nino di kota Serang, Banten sudah berlangsung sejak bulan Agustus lalu.

    Kini lokasi kekeringan di Kota Serang semakin meluas. Tercatat 27 titik lokasi yang mengalami kekeringan.

    Akibat kekeringan ini, sebanyak 3.408 jiwa, dari 2.308 kepala keluarga (KK) di Kota Serang terdampak kekeringan dan krisis air bersih.

    Dilansir dari Pikiran Rakyat, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, Diat Hermawan menjelaskan sejak Agustus 2023 hingga saat ini, BPBD telah mendistribusikan air bersih sebanyak 150.000 liter di 27 titik di Kota Serang.

    Baca: BMKG sebut kekeringan di NTB sudah masuk level awas

    “Total yang terdampak kekeringan ada sekitar 3.408 jiwa dan 2.308 kepala keluarga, yang tersebar di beberapa wilayah kecamatan, terutama Kasemen. Pengiriman air yang sudah kami distribusikan di 27 titik sebanyak 150.000 liter,” katanya.

    Dari 27 titik wilayah yang terdampak kekeringan, Kecamatan Kasemen paling banyak yang terdampak. Seperti di Kelurahan Kilasah, Margaluyu, Mesjid Priyai, Terumbu, dan Kelurahan Bendung.

    Di Kelurahan Cibendung, Kecamatan Taktakan sebanyak 342 jiwa dari 120 kepala keluarga yang terdampak kekeringan.

    Baca: BMKG sebut musim hujan 2023/2024 akan mundur

    Termasuk di Kecamatan Walantaka, Kelurahan Teritih, khususnya Komplek Persada Banten di dua blok perumahan, sebanyak 450 kepala keluarga atau sekitar 600 rumah yang terdampak.

    Kalau totalnya, ada sekitar 1.231 rumah yang terdampak. Untuk di Kecamatan Walantaka dan Taktakan, saat ini berdasarkan data baru satu kelurahan yang mengalami kondisi kekeringan atau krisis air bersih.

    “Kami distribusikan air 10 ribu liter, dan lima ribu liter di Taktakan,” jelas Diat.

    Baca: Penyebab El Nino dan dampaknya pada lingkungan

    BPBD Kota Serang juga telah mengajukan surat status siaga darurat kepada Pemerintah Kota Serang, karena titik atau lokasi kekeringan saat ini semakin meluas.

    “Saya sudah bersurat ke pak wali terkait status kebencanaan kekeringan sekarang. Tapi masih menunggu arahan dari beliau, jadi sementara statusnya menuju siaga darurat,” ungkapnya.

    Sementara itu, Wakil Wali Kota Serang, Subadri Ushuludin mengatakan, saat ini Pemkot Serang masih mengkaji mengenai status kedaruratan kekeringan di Kota Serang.

    Baca: BRIN sebut El Nino bakal berlangsung hingga Mei 2024

    “Kami masih mengkaji, tapi tentu karena ini menyangkut kepentingan dan kebutuhan masyarakat. Kami menekankan kepada dinas terkait untuk memberikan bantuan air bersih, sebagai tanggung jawab kami. Tentunya, kami pun fokus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelas Subadri.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Diguyur Hujan Lebat, Beberapa Wilayah di Kota Serang Banjir

    Diguyur Hujan Lebat, Beberapa Wilayah di Kota Serang Banjir

    7cloud.asia – Sejumlah wilayah di Kota Serang, Banten terendam banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah ini pada Minggu (07/01/2024).

    Salah seorang warga Aprilia Nuridah menjelaskan air mulai meninggi dan masuk ke dalam rumah sekitar pukul 11.43 WIB.

    “Sejak hujan deras tadi. Air mulai naik sekitar pukul 11.43 WIB dan masuk ke dalam rumah,” ujarnya seperti dilansir Antaranews.

    Memang, Aprilia mengakui wilayah ini kerap dilanda banjir ketika hujan deras. Namun kali ini di jalan pemukiman sampai sepinggang orang dewasa.

    “Padahal hujannya mah sebentar tapi deres banget. Tinggi air itu sampai sepinggang orang kalau jalan sampe ke ujung lagi,” jelasnya.

    Baca: Jakarta waspada banjir

    Karena banjir kerap terjadi saat musim hujan, dia berharap pemerintah daerah dapat menyelesaikan persoalan banjir.

    Bagi warga setempat, banjir menjadi hal menakutkan setiap curah hujan tinggi sejak beberapa tahun terakhir.

    “Ini sudah menjadi persoalan lama, seharusnya ada solusinya, nambah atau membuat aliran pembuangan baru atau bagaimana. Kalau hujan lebat, tidur pun tak nyenyak, takut banjir,” urainya.

    Senada dengan, warga Trip Jamaksari, Cinanggung, Kota Serang, Banten, Aliudin.

    Aliudin beserta keluarga terkejut ketika mengetahui air sudah masuk setinggi mata kaki di lantai rumahnya. Saat itu, ia segera memindahkan kendaraan yang tersimpan di garasi.

    Baca: 46 RT di Jakarta banjir

    “Jam 11 kami, langsung memindahkan kendaraan, mobil, motor. Barang barang di rumah juga terpaksa dinaikkan ke tempat lebih tinggi,” jelas Aliudin.

    Sementara itu, Pj Wali Kota Serang, Yedi Rahmat menjelaskan adanya penyempitan drainase sehingga membuat Kota Serang kerap dilanda banjir. “Ternyata ada penyempitan saluran air,” ujarYedi.

    Selanjutnya Yedi menjelaskan ketika intensitas hujan tinggi, maka beberapa titik wilayah di Kota Serang banjir.

    Karena itu, ia berjanji pihaknya akan membersihkan selokan agar air yang keluar juga besar.

    Baca: Cuaca awal tahun, waspada Jakarta banjir

    “Kasihan juga warga kami banyak yang terdampak, meski airnya setinggi tumit. Jadi ke depan kami akan memperbaiki dari hulu hingga hilirnya agar tidak lagi terjadi banjir,” terangnya.

    Untuk menanggulangi banjir, Yedi telah memerintahkan kepada Dinas PUPR agar segera melakukan perbaikan drainase.

    Pihaknya juga akan melakukan pelebaran aliran air di wilayah terdampak banjir. “Mungkin dari tim Dinas PUPR dan yang lainnya untuk segera mengatasi banjir ini, karena untuk masyarakat kita semua,” ucapnya. 

    Reporter: Nurakhmayani

  • Memasuki Kemarau Kualitas Air Sungai Ciujung, Serang Memburuk: Berubah Jadi Hitam dan Berbau Menyengat

    Memasuki Kemarau Kualitas Air Sungai Ciujung, Serang Memburuk: Berubah Jadi Hitam dan Berbau Menyengat

    7cloud.asia – Warga Desa Masigit, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, mengeluhkan kondisi Sungai Ciujung yang airnya menghitam dan berbau menyengat diduga akibat tercemar oleh limbah perusahaan.

    Pantauan ANTARA di lokasi, warna air Sungai Ciujung di Desa Masigit tampak hitam seluruhnya dan mengeluarkan aroma yang tidak sedap.

    Menurut warga, sungai yang mengalir ke laut bagian utara Banten itu menghitam semenjak musim kemarau dan hujan semakin jarang turun.

    Martini warga Desa Masigit, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Kamis (5/9/2024), mengatakan sudah sekitar dua bulan Sungai Ciujung berwarna kehitaman.Sebelumnya, air sungai Ciujung ini masih berwarna kecokelatan.

    “Air sungai ini biasa digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci piring sampai baju,” katanya.

    Baca: Separuh ekosistem air tawar dunia terdegradasi

    Ia mengatakan sungai tersebut juga mengeluarkan aroma bau seperti amoniak setiap memasuki musim kemarau.

    “Kalau musim kemarau ya begini baunya tidak enak. Tapi mau gimana lagi kita sehari-hari di sini jadi udah biasa meski memang tidak nyaman,” katanya.

    Menanggapi kondisi ini, Ketua DPRD Kabupaten Serang, Bahrul Ulum, mengatakan bahwa pengawasan selalu dilakukan baik oleh Pemerintah Kabupaten Serang maupun DPRD.

    Namun demikian, hal tersebut selalu muncul kembali ketika memasuki musim kemarau. Menurut dia, kondisi Sungai Ciujung ini karena adanya industri dan rumah tangga yang membuang limbah langsung ke sungai.

    Beberapa perusahaan memang sudah ada yang melakukan pengolahan limbahnya secara mandiri. 

    Baca: Jakarta dalam bayang-bayang krisis air bersih

    Ia menegaskan, pemerintah daerah harus menindak tegas perusahaan “nakal” yang masih membuang limbah tanpa mengolahnya sehingga mencemari Sungai Ciujung

    Selama ini, daerah aliran Sungai Ciujung kurang baik, selain airnya tidak sehat dan tercemar juga bisa menimbulkan banjir dan longsor.

    Di musim penghujan Sungai Ciujung hampir selalu menimbulkan banjir hingga menggenangi Tol Merak-Jakarta.

    Untuk itu, mencegah kerusakan daerah aliran sungai Ciujung tersebut diperlukan perbaikan mulai dari hulu hingga hilir.

    Sebab perbaikan sungai itu tidak bisa diperbaiki hanya di kawasan hulu saja,tetapi harus dilakukan hingga hilir.

    Sumber:Antaranews.com