Tag: serangan militer

  • Solidaritas Buruh dan Rakyat Desak AS Hentikan Serangan Militer ke Venezuela

    Solidaritas Buruh dan Rakyat Desak AS Hentikan Serangan Militer ke Venezuela

    7cloud.asia – Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK), berunjuk rasa di depan Kantor Kedutaan Besar Amerika pada Selasa (06/01/2026).

    Aksi kali ini sebagai bentuk solidaritas untuk rakyat Venezuela serta mengecam keras dugaan serangan militer Amerika Serikat (AS) ke sejumlah wilayah di Venezuela.

    Mereka menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional.

    Dalam orasinya, mereka menyoroti kebijakan Presiden AS Donald Trump yang memerintahkan blokade distribusi minyak keluar-masuk Venezuela.

    Baca: Sekjen PBB Kecam Penangkapan Presiden Venezuela

    Langkah ini dinilai sebagai bagian dari rangkaian tekanan ekonomi dan militer terhadap Venezuela, termasuk penyitaan kapal tanker minyak serta operasi militer di kawasan Karibia dengan dalih pemberantasan narkotika.

    “Serangkaian tindakan ini merupakan bentuk agresi terhadap negara berdaulat yang tidak pernah melakukan provokasi maupun ancaman militer terhadap Amerika Serikat,” kata salah satu peserta aksi dalam orasinya.

    GEBRAK melihat agresi militer, embargo ekonomi, dan blokade telah memperburuk kondisi kemanusiaan di Venezuela, khususnya terhadap kelompok rentan seperti perempuan.

    Tekanan ekonomi dinilai berdampak pada keterbatasan akses pangan, layanan kesehatan, serta meningkatnya risiko kekerasan berbasis gender dan pemiskinan struktural.

    Baca: Serangan AS ke Venezuela Langgar Hukum Internasional

    Tindakan militer AS tersebut dinilai bertentangan dengan Pasal 2 ayat (4) Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang melarang penggunaan kekuatan terhadap keutuhan wilayah dan kemerdekaan politik negara lain.

    Dalam pernyataan sikapnya mereka menolak intervensi militer terhadap Venezuela dan mendesak pembebasan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro dan istrinya.

    Tuntutan lainnya dalam aksi ini mendesak Amerika Serikat agar menghentikan embargo ekonomi Amerika Serikat.

    Mereka juga mendesak pemerintah Indonesia agar menghentikan kerja sama dengan Amerika Serikat.

     

  • Jajak Pendapat Ungkap Mayoritas Warga AS Tolak Cara Donald Trump Tangani Konflik dengan Iran

    Jajak Pendapat Ungkap Mayoritas Warga AS Tolak Cara Donald Trump Tangani Konflik dengan Iran

    7cloud.asia – Sebuah jajak pendapat yang dirilis pada Jumat (6/3/2026) menunjukkan bahwa mayoritas warga Amerika Serikat (AS) tidak menyetujui cara Presiden Donald Trump menangani konflik AS-Israel dengan Iran.

    Dilansir npr.org, survei oleh PBS News/NPR/Marist itu mengungkap, mayoritas warga AS menentang serangan militer oleh AS-Israel ke Iran.

    Ketika operasi militer terhadap Iran mendekati akhir pekan pertamanya, survei menemukan bahwa 56 persen warga Amerika menentang aksi militer AS di Iran, sementara 44 persen mendukungnya.

    Mayoritas besar dari pendukung Partai Republik mendukung baik pendekatan presiden maupun serangan militer tersebut, masing-masing sebesar 79 persen dan 84 persen.

    Baca: AS Kewalahan atasi serangan drone Shahed dari Iran

    Sementara 86 persen pendukung Partai Demokrat menentang keduanya, demikian hasil jajak pendapat tersebut.

    Di kalangan responden independen, sekitar enam dari 10 orang tidak setuju dengan penanganan situasi oleh Trump dan menentang aksi militer, tambahnya.

    Jajak pendapat itu dirilis ketika para anggota parlemen dari Partai Demokrat dan Partai Republik terbelah tajam terkait serangan terhadap Iran.

    Baca: Iran siap lanjutkan perang dan menolak berunding dengan AS

    Partai Demokrat mengecam tindakan tersebut dengan berargumen bahwa tidak ada ancaman nyata dari Iran dan bahwa serangan itu tidak memperoleh otorisasi dari Kongres.

    Survei dilakukan terhadap 1.591 responden nasional ini dilakukan dari Senin hingga Rabu pekan ini, atau beberapa hari setelah Amerika Serikat dan Israel mulai membombardir Iran.

    Survei ini memiliki margin kesalahan 2,8 poin persentase, dan dilakukan dengan wawancara melalui telepon, SMS, dan daring, dan dilakukan dalam bahasa Inggris dan Spanyol.