Tag: seren taun

  • Mengenal Tradisi Seren Taun, Sensus Penduduk ala Masyarakat Baduy

    Mengenal Tradisi Seren Taun, Sensus Penduduk ala Masyarakat Baduy

    7cloud.asia – Tradisi Seren Taun atau Ngalaksa merupakan tradisi turun menurun masyarakat Baduy untuk melakukan perhitungan jiwa di setiap kampung setelah menjalani ritual Kawalu selama tiga bulan.

    Tradisi Seren Taun ini digelar untuk mengetahui jumlah jiwa yang ada di kampung di pemukiman masyarakat Baduy.

    Melansir Antaranews, pemukiman Baduy saat ini terdapat 68 kampung dan tiga diantaranya Kampung Badui Dalam yakni Cibeo, Cikawartana dan Cikeusik.

    “Kita hari ini melaksanakan Seren Taun di Kampung Cibengkung dan sehari sebelumnya di Kampung Kadu Ketug,” jelas Djaro Saija, seorang Tetua Adat Baduy yang juga Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak.

    Baca: Membangun desa wisata berbasis potensi lokal

    Seperti perayaan tahun sebelumnya, Seren Taun kali ini juga digelar secara meriah. Bahkan sejumlah warga Baduy memadati 20 rumah warga Kampung Cibengkung.

    Sejak Sabtu (04/05/2024) masyarakat Baduy mulai mendatangi rumah Dangka sebagai pemuka adat (kokolot) Kampung Cibengkung.

    Mereka tampak duduk-duduk menunggu perayaan ngalaksa hingga membuat daun janur aren untuk dijadikan simbol pendataan jiwa (sensus).

    Perayaan tradisi ngalaksa dipusatkan di rumah Dangka seorang kokolot atau tetua adat Baduy.

    Warga Baduy juga mendapat makanan laksa yang terbuat dari tepung beras dan mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan yang diberikan dari hasil pertanian ladang huma.

    Baca: Sebentar lagi Reog Ponorogo ditetapkan Unesco sebagai warisan tak benda

    “Kami berharap Seren Taun ini membawa barokah dan hidup sejahtera serta semoga hasil panen pertanian ladang melimpah,” ujar Djaro Saija.

    Perayaan Seren Taun ini tak hanya digelar di Kampung Cibengkung saja. Tetapi juga digelar di 64 kampung lainnya.

    Diantaranya Kampung Cipaler, Cijaha, Batara, Cijengkol, Karehkel, Gajeboh, Ciranji, Cicatang 1, Cicatang 2, Kadu Ketug, Marengo, Cipiit dan Belimbing.

    Perayaan ngalaksa  atau Seren Taun ini dilakukan setelah masyarakat Baduy panen padi huma dan merayakan Kawalu.

    “Kami pekan depan juga merayakan tradisi Seba atau menyerahkan hasil pertanian ke Bupati Lebak, Pj Iwan Kurniawan dan Gubernur Banten, Pj Muktabar,” jelasnya.

    Baca: Karnaval budaya ramaikan HUT ke 22 Kota Tasikmalaya

    Saat ini, masyarakat Baduy yang memiliki ladang-ladang yang tersebar di Kecamatan Leuwidamar, Cirinten, Bojongmanik, Muncang, Sobang, Cileles, Cimarga dan Gunungkencana kembali ke kampung untuk merayakan tradisi ngalaksa.

    Selanjutnya Djaro Saija menjelaskan perayaan Seren Taun ini wajib diikuti masyarakat Baduy untuk penghitungan jiwa di kampung.

    Selain itu juga sebagai rasa syukur agar didoakan pemuka adat agar hasil pertanian menjadi lebih baik.

    Sebab, sebagian besar kehidupan masyarakat Badui mengandalkan bercocok tanam padi huma, palawija, hortikultura dan tanaman keras.

    Hal ini diakui oleh salah satu warga Baduy, Ayah Pulung (65). Menurutnya perayaan Seren Taun tak hanya untuk menghitung jumlah jiwa yang ada di kampung saja.

    Tetapi lebih dari itu, perayaan ini sebagai ungkapan rasa syukur berkat hasil pertanian,sehingga kehidupan masyarakat menjadi sejahtera, aman dan damai.

    Baca: Ngarak Parahu Maulid meriahkan perayaan Maulid Nabi di Tangerang

    Perayaan Seren Taun di rumah Dangka Kampung Cibengkung dimulai pukul 09.00 WIB, dimana warga Baduy saling berebutan untuk mengambil daun janur aren.

    Kemudian, daun janur itu dijadikan untuk pendataan jumlah anggota keluarga. Mereka menandakan jika daun janur itu dibuatkan seperti tumbak maka pertanda memiliki anggota keluarga atau anak laki-laki.

    Sedangkan, anggota keluarga perempuan dibuatkan daun janur anak-anak serta yang hamil dibuatkan tekegore.

    “Daun janur yang dijadikan simbol data sensus nantinya dihitung oleh tetua adat dan didoakan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberikan kemudahan rejeki, kesehatan dan ekonomi yang baik,” harapnya.

    Reporter: Nurakhmayani