Tag: Sesar Semangko

  • Mengenal Sesar Semangko dan Gempa Bumi Besar di Pulau Sumatra

    Mengenal Sesar Semangko dan Gempa Bumi Besar di Pulau Sumatra

    7cloud.asia – Sesar Sumatra atau Sesar Semangko, menjadi salah satu sesar aktif terbesar yang bisa memicu gempa di Indonesia khususnya di Pulau Sumatra.

    Keberadaan Sesar Semangko ini menjadi sorotan karena potensi dampaknya terhadap aktivitas gempa bumi di Pulau Sumatra.

    Letak sesar Semangko membentang dari Banda Aceh hingga Teluk Semangko di selatan Lampung atau sepanjang kurang lebih 1.900 kilometer di Pulau Sumatra, mengikuti garis pertemuan antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia.

    Sesar Semangko memiliki dampak yang besar di Pulau Sumatra dan menyebabkan pembentukan sejumlah sesar-sesar minor akibat getaran aktivitasnya.

    Berikut penjelasan mengenai karakteristik Sesar Sumatra atau Sesar Semangko melansir dari berbagai sumber.

    Baca: BRIN susun peta gempa di Pulau Jawa

    Karakteristik Sesar Semangko
    Sesar Semangko merupakan patahan aktif yang terletak di bawah permukaan laut di sepanjang pesisir barat Sumatra.

    Sesar Semangko merupakan barisan yang memiliki arah pergeseran lateral, sehingga termasuk dalam kategori sesar strike-slip.

    Sesar strike-slip merupakan salah satu dari tiga jenis sesar yang ditandai dengan pergerakan mendatar, baik ke kanan maupun ke kiri.

    Sesar ini juga merupakan bagian dari kompleks patahan besar di wilayah subduksi antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia.

    Aktivitas pergerakan sesar Semangko ini dapat menyebabkan pergeseran besar dalam kerak bumi, yang sering kali dipicu oleh tekanan besar antara dua lempeng tersebut.

    Baca: BRIN sebut peran penting peta Batimetri

    Sesar Semangko dikenal sebagai sesar yang menjadi salah satu sumber potensial gempa bumi dan tsunami di wilayah Indonesia.

    Sesar Semangko adalah bentukan geologi yang membentang di Pulau Sumatra dari utara ke selatan, dimulai dari Aceh hingga Teluk Semangka di Lampung. Patahan inilah membentuk Pegunungan Barisan, suatu rangkaian dataran tinggi di sisi barat pulau ini.

    Sesar Semangko berusia relatif muda dan paling mudah terlihat di daerah Ngarai Sianok dan Lembah Anai di dekat Kota Bukittinggi.

    Patahan ini adalah patahan paling aktif secara seismik dan terpanjang di Indonesia dengan panjang 1,900 kilometer, membentang dari provinsi Aceh hingga Lampung.

    Sesar Semangko menjadi ancaman besar bagi penduduk Sumatra (terutama wilayah pesisir selatan), dengan ancaman gempa bumi yang sangat tinggi.

    Baca: Indonesia rawan gempa tapi literasi rendah

    Menurut sumber dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), sesar aktif ini bergerak dengan kecepatan relatif, sekitar 6 hingga 7 sentimeter per tahun.

    Pergerakan ini terfokus di Selat Sunda, yang merupakan perairan di antara Pulau Jawa dan Sumatra.

    Sesar Semangko terbagi menjadi 3 wilayah, yakni utara, tengah, dan selatan. Secara keseluruhan, berdasarkan pengamatan pada peta topografi dan foto udara, Sesar Semangko terbagi menjadi 19 segmen.

    Sesar Semangko beberapa kali mengalami gempa bumi besar sejak tahun 1900, beberapa peristiwa besar diantaranya:

    1. Gempa bumi Kerinci 1909 – 6,8 Mw patahan strike-slip dangkal di sepanjang Sesar Besar Sumatra

    2. Gempa bumi Padang Panjang 1926 – 7.5 Mw gempa ini adalah salah satu yang terbesar akibat pergeseran Sesar Semangko, di wilayah Sumatera Barat, setidaknya 354 orang meninggal.

    3. Gempa bumi Liwa 1933 – 7.5 Mw Episenter dekat kota Liwa, Lampung. Kerusakan berat terjadi di seluruh provinsi, hingga sejauh Bengkulu, Banten, dan Jakarta, 76 orang dilaporkan tewas.

    Baca: Cara Jepang siapkan warganya hadapi gempa bumi

    4. Gempa bumi Sumatera Utara 1936 – 7.2 Mw Episenter dekat perbatasan antara provinsi Aceh dan Sumatera Utara.

    5. Gempa bumi Alahan Panjang 1943 – 7.7 Mw gempa ini adalah serangkaian gempa besar di Sumatera Barat, korban dan kerusakan tidak ketahui

    6. Gempa bumi Banda Aceh 1964 – 7.0 Mw Episenter berpusat 5 km dari kota Banda Aceh, kerusakan dan korban tidak diketahui.

    7. Gempa bumi Liwa 1994 – 7.0 Mw berpusat di Liwa, Kabupaten Lampung Barat, kerusakan berat terjadi di Liwa, 200 orang dilaporkan tewas.

    8. Gempa bumi Kerinci 1995 – 6.8 Mw Episenter berada di Kabupaten Kerinci, Jambi, sedikitnya 84 orang meninggal.

    9. Gempa bumi Sumatra Maret 2007 – 6.4 Mw gempa ini adalah serangkaian gempa kuat di wilayah Sumatera Barat, 68 orang dilaporkan tewas.

    10. Gempa bumi Pasaman Barat 2022 – 6.2 Mw Episenter berada di Kabupaten Pasaman Barat, sekitar 27 orang meninggal dan banyak yang terluka.

    Esti Utami, dari berbagai sumber

  • Tujuh Segmen Sesar Semangko Berada di Sumatra Barat, Ini Daftarnya

    7cloud.asia – Sesar Sumatra atau Sesar Semangko, menjadi salah satu sesar aktif terbesar yang bisa memicu gempa di Indonesia khususnya di Pulau Sumatra.

    Sesar Semangko dikenal sebagai sesar yang menjadi salah satu sumber potensial gempa bumi dan tsunami di wilayah Indonesia.

    Sesar Semangko membentang dari Banda Aceh hingga Teluk Semangko di selatan Lampung atau sepanjang kurang lebih 1.900 km di Pulau Sumatra, mengikuti garis pertemuan antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia.

    Aktivitas pergerakan sesar Semangko ini dapat menyebabkan pergeseran besar dalam kerak bumi, yang sering kali dipicu oleh tekanan besar antara dua lempeng tersebut.

    Sesar Semangko adalah bentukan geologi yang membentang di Pulau Sumatra dari utara ke selatan, dimulai dari Aceh hingga Teluk Semangka di Lampung.

    Baca: Mengenal Sesar Semangko

    Patahan inilah membentuk Pegunungan Barisan, suatu rangkaian dataran tinggi di sisi barat pulau ini.

    Sesar Semangko berusia relatif muda dan paling mudah terlihat di daerah Ngarai Sianok dan Lembah Anai di dekat Kota Bukittinggi.

    Sesar Semangko terbagi menjadi 3 wilayah, yakni utara, tengah, dan selatan. Secara keseluruhan, berdasarkan pengamatan pada peta topografi dan foto udara, Sesar Semangko terbagi menjadi 19 segmen.

    Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya berada di Provinsi Sumatera Barat dan memiliki potensi dampak langsung terhadap masyarakat yang tinggal di zona-zona rentan.

    Segmen ini juga dikenal sebagai sesar minor, yang menghasilkan gempa bumi yang terbatas pada daerah yang lebih pendek dibandingkan panjang total sesar.

    Baca: BRIN petakan sesar di Pulau Jawa

    Berikut adalah tujuh segmen Sesar Semangko yang berada di Sumatera Barat:

    1. Segmen Angkola
    Ujung utara segmen ini dimulai dari lembah Batang Toru, mengikuti lembah Sungai Batang Angkola dan Batang Gadis di Sumatera Utara. Sedangkan ujung selatannya terletak di wilayah Sumatera Barat dekat Lembah Batang Pasaman.

    2. Segmen Barumun
    Ujung utara segmen ini terletak di Sosopan Julu, Sumatera Utara, mengikuti Lembah Sungai Barumun. Bagian Selatan segmen ini berada di Sumatera Barat, meliputi daerah Panti, Sitompa, hingga Sunpadang (Kecamatan Rao).

    3. Segmen Sumpur
    Bagian Utara dari segmen Sumpur berakhir di sisi selatan Depresi Sumpur, di selatan Panti.

    Kemudian, patahan ini mengikuti Lembah Batang Sumpur ke arah Tenggara, melalui Salabawan, hingga Bonjol, mengikuti Sungai Silasung dengan panjang segmen sekira 35 kilometer.

    Baca: Indonesia rawan gempa tapi literasi masyarakat rendah

    4. Segmen Sianok
    Segmen ini membentang dari timur laut Danau Singkarak, melalui barat daya Gunung Marapi, hingga Ngarai Sianok, dengan panjang segmen mencapai 90 kilometer.

    5. Segmen Sumani
    Bagian utara dari segmen ini dimulai di sebelah utara Danau Singkarak, melewati sisi barat daya danau tersebut melalui daerah Kota Solok, Sumani, Selayo, dan berakhir di Gunung Talang, dengan panjang sekira 90 kilometer.

    6. Segmen Suliti
    Bagian utara segmen ini terletak di sekitar Danau Diatas dan Danau Dibawah, dengan lebar zona sekira 4 kilometer.

    Patahan ini mengikuti lembah Sungai Suliti ke arah tenggara hingga anak-anak Sungai Liki di barat laut Gunung Kerinci, dengan panjang keseluruhan mencapai 90 kilometer.

    7. Segmen Siulak
    Bagian selatan dari segmen ini terletak di wilayah Jambi, mengikuti lembah di barat daya hingga barat laut Gunung Kerinci, bertumpang tindih dengan segmen Suliti di wilayah Solok Selatan, dengan panjang keseluruhan mencapai 70 kilometer.