Tag: Siklon Tropis Senyar

  • Cuaca Hari Ini: Sisa Siklon Senyar Menjauhi Indonesia, tapi Masih Ada Pengaruhnya

    Cuaca Hari Ini: Sisa Siklon Senyar Menjauhi Indonesia, tapi Masih Ada Pengaruhnya

    7cloud.asia – Sisa Siklon Tropis Senyar kini bergerak menjauhi Indonesia pada Minggu (30/11/2025). Namun masyarakat diimbau untuk tetap mewaspadai pengaruh tidak langsungnya terhadap kondisi cuaca dan perairan di Indonesia.

    Penjelasan ini diungkapkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam akun instagram resminya.

    Kondisi cuaca dengan intensitas sedang hingga sangat lebat masih berpeluang mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia.

    Hujan lebat hingga sangat lebat berpeluang mengguyur wilayah Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara dan Sulawesi Barat.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali.

    Wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku juga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

    Kondisi cuaca serupa berpeluang pula terjadi di wilayah Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan.

    BMKG juga mengajak masyarakat mewaspadai potensi angin kencang yang bertiup di wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat.

     

  • Delapan Hari Sebelum Bencana Terjadi, BMKG Berkali-kali Keluarkan Peringatan Dini

    Delapan Hari Sebelum Bencana Terjadi, BMKG Berkali-kali Keluarkan Peringatan Dini

    7cloud.asia – Sebelum terjadinya banjir bandang dan tanah longsor, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berkali-kali mengeluarkan peringatan dini Siklon Tropis Senyar. Bahkan peringatan dini ini dikeluarkan sejak delapan hari sebelumnya.

    Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani dalam rapat bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjelaskan Siklon Tropis tersebut menyebabkan cuaca ekstrem di wilayah Sumatera hingga memicu terjadinya banjir dan longsor.

    “Siklon Tropis Senyar itu sudah bisa kita prediksi sekitar delapan hari sebelum proses pembentukan siklon. Jadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Kepala Balai Besar BMKG wilayah 1 sudah memberikan warning (peringatan) delapan hari sebelumnya, diulang lagi empat hari sebelumnya, dan dua hari sebelumnya,” jelas Faisal seperti yang dikutip Antaranews.

    Baca: Sisa Siklon Senyar Menjauhi Indonesia, tapi Masih Ada Pengaruh

    Seharusnya, lanjut Faisal, peringatan dini ini dapat segera direspons oleh kepala daerah agar dapat menyampaikan langsung kepada jajaran untuk bergerak dan mengingatkan masyarakat agar waspada.

    Lebih jauh Faisal menjelaskan Indonesia sebenarnya bukan daerah rawan siklon. Namun, terjadi anomali atmosfer pada kasus yang terjadi di wilayah Sumatera.

    Hal ini menyebabkan Siklon Senyar di Selat Malaka memicu hujan lebat dan bencana besar di Aceh, Sumatera Utara, sampai Sumatera Barat.

    Anomali atmosfer, cuaca, seruakan dingin dan berbagai faktor lainnya menyebabkan Siklon Senyar di Selat Malaka, dan pada saat yang sama suhunya sangat hangat sehingga menyebabkan awan hujan terbentuk cukup banyak.

    Baca: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat Selama 2 Hari

    Oleh karena itu, walaupun siklon Senyar berkategori rendah (1-5), dapat menimbulkan bencana yang besar.

    Kondisi diperparah dengan adanya tabrakan antara Siklon Senyar dan Siklon Koto yang menyebabkan hujan lebat yang terjebak di antara dataran Sumatera dan Semenanjung Malaysia, sehingga berputar-putar hujan lebat lebih dari dua hingga tiga hari.

    “Di Pos Langsa (Aceh), tercatat (curah hujan) 380 mm, itu hujan satu bulan dijatuhkan dalam satu hari, jadi bisa kita bayangkan dahsyatnya bencana akibat Siklon Senyar,” ungkap kepala BMKG yang baru dilantik ini.

    Baca: Banjir dan Longsor di Sumatera, Korban Meninggal Capai 442 Orang

    Menurutnya Indonesia harus segera melakukan mitigasi akan siklon tropis yang berulang kali melanda beberapa wilayah.

    Dia mengungkapkan mulai ada bibit siklon yang berkembang menjadi dewasa menjadi siklon tropis, walaupun hal tersebut tidak lazim terjadi di ekuator.

    “Kita harus bersiap-siap bahwa Indonesia tidak lagi menjadi negara yang aman terhadap siklon tropis. Sejak beberapa tahun terakhir, BMKG sudah membentuk pusat peringatan siklon tropis (tropical cyclone warning centre), karena bagaimanapun kita harus waspada dengan ini,” urainya. 

  • Beberapa Kali Melanda Indonesia, Begini Proses Terjadinya Siklon Tropis

    Beberapa Kali Melanda Indonesia, Begini Proses Terjadinya Siklon Tropis

    7cloud.asia – Siklon tropis beberapa kali melanda Indonesia dengan berbagai nama seperti Siklon Tropis Anggrek, Siklon Tropis Seroja, Siklon Tropis Senyar, Siklon Tropis Bakung dan lain-lain. Namun apa sebenarnya siklon tropis?

    Siklon tropis dikenal dengan berbagai istilah di muka bumi, yaitu “badai tropis” atau “typhoon” atau “topan” jika terbentuk di Samudra Pasifik Barat, “siklon” atau “cyclone” jika terbentuk di sekitar India atau Australia, dan “hurricane” jika terbentuk di Samudra Atlantik.

    Siklon tropis dikenal sebagai salah satu fenomena atmosfer paling kuat karena dapat membawa angin kencang, hujan ekstrem, dan gelombang tinggi dalam skala luas.

    Baca: Waspada Siklon Tropis Bakung Picu Hujan Lebat Disertai Angi Kencang di Wilayah Ini

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan siklon tropis merupakan badai dengan kekuatan yang besar dengan radius rata-rata mencapai 150 hingga 200 km.

    Sebelum menjadi siklon tropis, akan muncul bibit siklon tropis yang terbentuk di atas lautan luas dan mempunyai suhu permukaan air laut hangat, lebih dari 26.5 °C.

    Semakin hangat lautan, semakin besar energi yang memberi “bahan bakar” pada siklon. Angin kencang yang berputar di dekat pusatnya mempunyai kecepatan angin lebih dari 63 km/jam.

    Bibit siklon tropis tersebut terbentuk di suatu wilayah dengan kecepatan angin relatif rendah dan tanpa awan yang disebut dengan mata siklon. Diameter mata siklon bervariasi mulai dari 10 hingga 100 km.

    Mata siklon ini dikelilingi dengan dinding mata, yaitu wilayah berbentuk cincin yang dapat mencapai ketebalan 16 km, yang merupakan wilayah dimana terdapat kecepatan angin tertinggi dan curah hujan terbesar.

    Baca: Dua Bibit Siklon Tropis Picu Hujan Lebat di Beberapa Wilayah

    Umumnya siklon tropis ini dapat bertahan antara 3 hingga 18 hari. Karena energi siklon tropis didapat dari lautan hangat, maka siklon tropis akan melemah atau punah ketika bergerak dan memasuki wilayah perairan yang dingin atau memasuki daratan.

    Daerah pertumbuhan siklon tropis mencakup Atlantik Barat, Pasifik Timur, Pasifik Utara bagian barat, Samudera Hindia bagian utara dan selatan, Australia dan Pasifik Selatan.

    Sekitar 2/3 kejadian siklon tropis terjadi di belahan bumi bagian utara. Sekitar 65% siklon tropis terbentuk di daerah antara 10° – 20° dari ekuator, hanya sekitar 13% siklon tropis yang tumbuh diatas daerah lintang 20° , sedangkan di daerah lintang rendah (0° – 10°) siklon tropis jarang terbentuk.

    Baca: Delapan Hari Sebelum Bencana di Sumatera, BMKG Berkali-kali Keluarkan Peringatan Dini

    Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan sebenarnya kemunculan siklon tropis di sekitar Indonesia bukanlah anomali. Menurutnya fenomena ini memiliki pola periodik yang berulang setiap tahun.

    “Siklon tropis di wilayah Indonesia memiliki periodisasi, belahan Bumi utara itu terjadi di bulan Juni hingga Desember. Kemudian, periodisasi selatan, di belahan Bumi selatan itu terjadi Desember-April, terdapat satu bulan ‘overlapping’ bulan Desember,” jelas Guswanto seperti yang dilansir dari laman RRI, Sabtu (13/12/25).

    Selanjutnya Guswanto memaparkan adanya siklon tropis yang terjadi di waktu yang bersamaan di wilayah utara dan selatan Indonesia menyebabkan siklon tampak lebih sering dalam beberapa pekan terakhir.

    “Seperti saat beberapa minggu yang lalu, itu terjadi di utara ada siklon tropis di selatan juga terjadi. Sehingga itu akan sering terjadi,” katanya.

    Baca: Mengapa Siklon Langka Bisa Melanda Kawasan Tropis?

    Jika siklon tropis mulai terbentuk, maka akan memengaruhi cuaca dalam radius ratusan kilometer. Dampaknya dapat dirasakan bahkan ketika pusat siklon berada jauh dari wilayah pemukiman.

    Seperti yang terjadi di Pulau Sumatera, hujan lebat yang menyebabkan banjir dan banjir bandang. Siklon tropis juga menyebabkan terjadinya angin kencang yang dapat menumbangkan pepohonan, merusak bangunan ringan, dan mengganggu transportasi.

    Intensitas hujan yang tinggi akhirnya menyebabkan pergerakan permukaan tanah yang gundul sehingga terjadi tanah longsor.

    Tak hanya di darat. Siklon tropis juga memengaruhi tinggi gelombang dan badai laut yang dapat mencapai kategori berbahaya bagi nelayan dan pelayaran.