7cloud.asia – “Membuang sampah pada tempatnya tidak cukup menjadi solusi untuk lingkungan!” demikian tagline yang tertulis di laman resmi Siklus.
Siapa sebenarnya Siklus? Siklus adalah start up lokal yang punya misi untuk menciptakan sistem ritel berkelanjutan yang dapat mengurangi sampah plastik dengan sistem isi ulang untuk berbagai barang kebutuhan sehari-hari.
Siklus menawarkan solusi untuk mengatasi tingginya produksi sampah plastik dengan cara yang sangat berbeda! Siklus yang berdiri pada 2020 menyediakan alternatif untuk pengganti kemasan sachet dengan produk isi ulang yang diantarkan langsung ke rumah pelanggan.
Dengan Siklus, kita dapat belanja produk kebutuhan rumah tangga favorit dalam berbagai ukuran tanpa kemasan plastik dan tentu dengan harga yang lebih murah!
Produk yang disediakan Siklus meliputi cairan pencuci piring, sabun, sampo, deterjen, minyak goreng, kopi dan masih banyak lagi.
Selain lewat aplikasi Siklus, pelanggan nantinya juga bisa memesan melalui WhatsApp ataupun DM via Instagram.
“Solusi dari Siklus tentunya dapat menghilangkan pajak kemiskinan dan mengurangi sampah plastik sekali pakai! Semua orang diuntungkan!” demikian Siklus menuliskan misi mereka.
Baca: Gaya hidup nggak ramah lingkungan yang layak kamu tinggalkan
Siklus mengantarkan isi ulang produk rumah tangga tanpa kemasan plastik langsung ke depan rumah kita!
Jadi untuk beli sampo, sabun cuci dan sebagainya kita tinggal menghubungi mereka, dan awak Siklus akan mendatangi rumah kita. Kita cukup menyediakan wadahnya dan membayar uang seharga produk yang kita beli.
“#AmbilLangkahmu dan isi ulang produk kebutuhanmu di Siklus. Pesan sekarang dan kami antar langsung ke depan rumahmu #TanpaPlastik,” demikian pesan tambahan dari Siklus.
Baca: 5 Ciri produk ramah lingkungan
Dilansir di laman resminya, https://www.siklus.com, Siklus berdiri pada Juni 2020. Awalnya melayani kelompok menengah bawah di Jabodetabek, namun ke depan diharapkan bisa berkembang ke seluruh Indonesia.
“Kami memulai perjalanan ini dengan tim yang terdiri dari dua orang yang bekerja di rumah sederhana dan hanya mengoperasikan satu Gerobak. Kami dulunya adalah tim yang kecil tetapi memiliki mimpi yang besar – untuk menciptakan cara kerja retail yang berbeda dari biasanya,” demikian Siklus menuliskan awal berdirinya usaha ini.
Setiap hari, lanjut Siklus, kami berkomunikasi dengan pelanggan kami, mendengar cerita perjuangan dan kemenangan mereka. Mendengar cerita bagaimana mereka berjuang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka di tengah pandemi.
Baca: Alasan untuk beralih ke mobil listrik
Mereka tinggal di tempat yang dipenuhi sampah plastik. Kami melihat anak-anak bermain di dekat asap beracun dari pembakaran plastik dan banyak rumah-rumah terkena banjir.
“Inilah kenapa kami peduli. Inilah kenapa kami ingin membuat sebuah perubahan bersama pelanggan kami – pada setiap isi ulang,” imbuh Siklus
Siklus lahir karena keprihatinan atas tingginya produksi sampah plastik di Indonesia. Indonesia adalah pencemar plastik di laut terbesar kedua di dunia.
Sebanyak satu truk plastik dibuang ke lautan Indonesia setiap 20 detik! Barang yang paling sering ditemukan di pantai Indonesia adalah sachet dan bungkus plastik yang tidak dapat didaur ulang.
Baca: Aksi keren ini layak ditiru
Kemasan-kemasan plastik tersebut hanya digunakan sekali dan berakhir di lautan, sungai, danau dan tempat pembuangan sampah yang menyebabkan banjir, penyakit, dan banyak hewan laut mati.
Berangkat dari keprihatinan ini maka Siklus membangun armada yang siap mendatangi pemukiman untuk mengisi ulang
Maka mulai sekarang gunakan kembali wadah dan isi ulang produk pesananmu lewat Siklus. Karena dengan demikian kamu turut menyelamatkan lingkungan dengan mengurangi sampah plastik sekali pakai.
