Tag: SMKN Jawa Tengah

  • SMKN Jawa Tengah Rintisan Ganjar Pranowo Akan Diterapkan Secara Nasional

    SMKN Jawa Tengah Rintisan Ganjar Pranowo Akan Diterapkan Secara Nasional

    7cloud.asia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi langkah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang menyediakan pendidikan gratis bagi siswa tidak mampu lewat SMKN Jawa Tengah. 

    SMKN Jawa Tengah yang dirintis Ganjar Pranowo sejak 2014 itu, memberikan beasiswa penuh bagi siswa tidak mampu. Langkah ini mampu membuat kagum Presiden.

    Jokowi yang hadir bersama Ibu Negara Iriana Jokowi, didampingi Ganjar Pranowo beserta istri Siti Atikoh, berkeliling ke sejumlah sarana dan prasarana SMKN Jawa Tengah.

    Pertama, Jokowi langsung disuguhi mobil inovasi 3 in 1 penambal jalan. Mobil karya siswa-siswi SMKN Jawa Tengah itu mampu menggabungkan tiga fungsi alat penambal jalan rusak.

    Baca: Begini cara Jokowi dukung siswa SMK

    Selanjutnya, rombongan meninjau kelas bahasa Jepang. Di sini, Jokowi dan Ganjar Pranowo duduk di kursi siswa, sembari mendengarkan presentasi siswa menggunakan bahasa Jepang.

    Nantinya, para siswa berkesempatan menempuh pendidikan di Jepang dengan beasiswa. Mereka akan ditempa di Universitas Takayama College of Car Technology, selama dua tahun.

    Selain itu, Jokowi dicurhati seorang siswi yatim piatu bernama Adelia Rosehawa yang sangat bersyukur bisa mendapatkan akses sekolah di SMKN Jawa tengah ini secara gratis.

    Adelia hidup sebatang kara setelah ayah, ibu dan adiknya meninggal dalam sebuah kecelakaan tahun 2019 lalu. Dara asal Kabupaten Cilacap itu berharap program sekolah gratis seperti SMKN Jawa Tengah dapat dikembangkan secara nasional.

    Baca: Mendobrak mitos, SMK kini bukan lagi pilihan kedua

    Jokowi mengungkapkan SMKN JAwa Tengah yang digagas Ganjar Pranowo ini akan dijadikan percontohan nasional. 

    “Ini saya kira sebuah inisiatif yang sangat bagus dari Pak Gubernur Jateng. Dulunya ini BLK (Balai Latihan Kerja) dan digeser menjadi SMKN Jawa Tengah dan khusus untuk keluarga-keluarga kurang mampu,” ujar mantan Wali Kota Solo itu.

    Ia menjelaskan, SMKN Jawa Tengah yang berbasis boarding itu gratis alias tidak dipungut biaya. Bahkan para siswa mendapatkan seragam, sepatu, asrama dan makan.

    “Bagus. Pertama, tidak dipungut biaya dan justru dibiayai semuanya dari pemerintah provinsi, mulai seragam sepatu, dan lainnya. Makan juga karena boarding.” ujar Jokowi

    Baca: Mengurai ruwetnya pendidikan di Papua

    Jokowi juga melihat, sarana dan prasarana, kalau saya melihat SMK di provinsi yang lain, (SMKN Jawa Tengah) ini jauh lebih bagus. Mesin CNC sampai mesin dasar semuanya ada

    Lebih dari itu, SMKN Jawa Tengah ini mampu menghubungkan dan membuat kerja sama ke perusahaan atau industri, guna penyerapan tenaga kerja.

    “Kemudian me-link-kan dengan industri. Dan tadi juga ada kursus bahasa Jepang, untuk mendapatkan beasiswa di Takayama College yang ada di Jepang. Ini juga bagus,” imbuh Jokowi.

    Menurutnya, keberadaan SMKN Jawa Tengah menjadi solusi penanganan kemiskinan di Indonesia. Jokowi menegaskan, program sekolah gratis semacam SMKN Jawa Tengah dapat diterapkan di tingkat nasional.

    Baca: Kualitas pendidikan di NTT yang tak merata

    Jokowi berjanji akan mengutus Mendikbud datang ke sini untuk dievaluasi lagi, agar bisa diperluas ke provinsi yang lain untuk warga yang tidak mampu.

    “Ya nanti biar Mendikbud ke sini. Kalau saya, bisa. Setelah Mendikbud ke sini nanti, baru bisa kita putuskan. Ini saya melihat bagus,” pungkasnya.

    Dilansir web resmi Jawa Tengah, SMKN Jawa Tengah diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menjadi rahim pendidikan yang mampu melahirkan generasi muda berkualitas.

    Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, sejak 2014 lalu, sekolah berkonsep boarding itu telah meluluskan sebanyak 1.837 siswa.

    Jumlah ini terdiri dari 825 orang lulusan SMKN Jawa Tengah Semarang, 336 orang lulusan SMKN Jawa Tengah Pati, dan 676 orang lulusan SMKN Jawa Tengah Purbalingga.

    Baca: PKBM, harapan bagi mereka yang putus sekolah

    Dari jumlah tersebut, 80 persen di antaranya terserap di dunia kerja maupun perguruan tinggi, baik di tingkat nasional atau luar negeri.

    Siswa dibekali kemampuan akademik sesuai dengan jurusan. Yakni SMKN Jawa Tengah kampus Semarang ada jurusan teknik konstruksi dan perumahan, teknik elektronika industri, teknik instalasi tenaga listrik, teknik permesinan, dan teknik kendaraan ringan.

    SMKN Jawa Tengah kampus Pati ada jurusan agribisnis pengolahan hasil pertanian dan teknik bodi otomotif. Sedangkan SMKN Jawa Tengah Kampus Purbalingga yakni jurusan teknik pengelasan dan teknik permesinan.

    Saat ini, Pemprov Jateng terus membuka lebar akses pendidikan gratis dengan menambah 15 SMKN Jawa Tengah semi boarding tersebar di berbagai kabupaten/ kota.

    Baca: Pandemi picu loss learning massal