7cloud.asia – Istilah solo entrepreneur yang kemudian disingkat menjadi solopreneur belakangan makin sering terdengar dan diucapkan oleh gen Z dan milenial.
Istilah solopreneur merujuk pada seseorang yang menjalankan peran ganda dalam kegiatan usahanya, menjadi pemilik sekaligus karyawan satu-satunya dalam menjalankan bisnis.
Mungkin, banyak dari kita yang pernah melihat atau bahkan menjalani fakta soal solopreneur ini. Hanya saja kita belum familier dengan istilah yang tergolong baru ini.
Jadi segera saja kita menggali lebih jauh apa itu solopreneur dan apa bedanya dengan entrepeneur.
Dalam Buku Putih “Solopreneur: Potensi Kekuatan Baru Ekonomi Indonesia” yang diterbitkan oleh Segara Research Institute dan Bank Saqu memproyeksikan 117 juta jiwa bisnis timbul di Indonesia pada 2030
Baca: Menikmati hidup ala slow living
Ini artinya satu dari tiga orang Indonesia diproyeksikan menjadi solopreneur. Wow, angka yang tidak sedikit bukan?
Studi tersebut memperkirakan bahwa kontribusi solopreneur kepada produk domestik bruto (PDB) adalah sebesar 36 persen pada 2030.
Namun, dalam studi tersebut terungkap bahwa wirausahawan tersebut sering kali menghadapi tantangan seperti pendapatan yang tidak konsisten dan lain-lain.
Dilansir Indeed, solopreneur akan bertanggung jawab mengerjakan setiap pekerjaan untuk membangun bisnis seorang diri.
Saat bisnis berkembang pesat, maka ia akan mendapatkan keuntungannya seorang diri. Pun demikian, dia sendiri yang akan menanggung jika bisnisnya berjalan lamban atau malah merugi
Umumnya seorang solopreneur memulai bisnisnya karena memiliki suatu ide bisnis yang bagus dan skill yang mumpuni untuk menjalankannya sendiri.
Baca: Kamu nggak harus berpikir untuk selalu produktif
Selain itu, biasanya mereka juga ingin memiliki fleksibilitas dalam bekerja dan ingin menjadi bos bagi dirinya sendiri.
Menurut PRNewswire, setiap tahunnya minat dan jumlah individu yang menjalani profesi ini akan meningkat.
Tepatnya, sebanyak 82 persen pekerja yang bekerja sendiri merasa lebih bahagia daripada bekerja di perusahaan.
Kepuasan yang tinggi saat bekerja sendirian membuat solopreneur semakin banyak dilirik orang.
Menjadi solopreneur juga tak membutuhkan banyak modal, modal utama adalah gagasan, kemauan dan kerja keras.
Jika kamu tertarik menjadi solopreneur, berikut beda solopreneur dengan entrepeneur, seperti dilansir Glints:
1. Tugas
Perbedaan solopreneur dan entrepreneur yang pertama bisa dilihat dari tugas yang diembannya sehari-hari.
Khususnya bagi mereka yang ingin menciptakan dan menjalankan bisnis yang sesuai dengan kemampuan atau menciptakan bisnis sesuai dengan hobinya.
Seorang solopreneur memiliki tanggung jawab atas semua aspek bisnis. Setiap pekerjaan akan dilakukan seorang diri demi mencapai tujuan bisnis.
Berbeda dengan seorang entrepreneur karena mereka bertugas untuk mendelegasikan dan mengelola bisnisnya.
Sebenarnya saat seorang entrepreneur baru memulai bisnis, seringkali mereka juga melakukan semua pekerjaan sendiri.
Namun, seiring berkembangnya bisnis akhirnya ia mempekerjakan orang lain dan bertanggung jawab untuk mengelola bisnisnya agar semakin maju.
Baca: Cara sederhana memulai slow living
2. Ukuran bisnisnya
Seorang solopreneur tidak ingin membangun “kerajaan” bisnis.
Ia lebih menyukai bertahan dengan ukuran bisnis yang bisa dikelolanya dengan mudah karena semua keputusan menjadi tanggung jawabnya sendiri.
Itu sebabnya jika ingin bekerja mandiri, kamu harus paham dengan model bisnis yang paling sesuai dengan kemampuanmu. Lalu, pahami juga cara memanfaatkan tools agar mempermudah pekerjaan.
Di sisi lain, seorang entrepreneur akan terus membangun bisnisnya. Karena itu, ia membutuhkan kehadiran orang lain untuk membantunya menggapai tujuan bisnis.
Baca: Menjalani slow living di kota yang sibuk
3. Fokus bisnis yang dijalankan
Fokus bisnis dari solopreneur hanya satu dan tidak bercabang karena mereka ingin menjaga skala bisnis tetap dalam jangkauannya.
Meskipun harus berkutat pada satu model bisnis dalam jangka waktu yang lama, tapi ia tidak mudah bosan apalagi menyerah. Hal itu disebabkan, bisnis yang digeluti sesuai dengan passion-nya.
Sementara itu, entrepreneur bisa memiliki banyak fokus bisnis. Mereka adalah tipe orang yang selalu memiliki ide baru dan menarik.
Dengan kemampuan dan sumber daya yang dimilikinya, entrepreneur akan selalu mencoba peluang yang berbeda dan merintis bisnis baru.
Baca: Mengapa orang berpaling ke frugal living
4. Pengelolaan keuangan
Ukuran bisnis juga akan memengaruhi pengelolaan keuangannya. Semakin besar suatu bisnis, tentu saja akan semakin besar tanggung jawab keuangannya.
Entrepreneur yang memiliki banyak pekerja bisa menugaskan karyawan yang khusus menangani keuangan.
Namun, ruang lingkup tanggung jawabnya pun semakin luas mulai dari gaji karyawan, tunjangan, hingga pajak.
Berbeda dengan solopreneur yang ukuran bisnisnya lebih kecil sehingga pengelolaan keuangannya akan lebih sederhana karena bekerja seorang diri.
Esti Utami, dari berbagai sumber
