Tag: solusi dua negara

  • Majelis Umum PBB Teken Deklarasi Mendukung Solusi Dua Negara Palestina dan Israel

    Majelis Umum PBB Teken Deklarasi Mendukung Solusi Dua Negara Palestina dan Israel

    7cloud.asia – Dengan suara mayoritas, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mendukung resolusi yang menghidupkan kembali solusi dua negara untuk Israel dan Palestina.

    Dilansir Al Jazeera, dukungan untuk solusi dua negara ini diberikan, kurang dari 24 jam setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan tidak akan pernah ada negara Palestina.

    “Deklarasi New York”, yang menguraikan “langkah-langkah nyata, berjangka waktu, dan tidak dapat diubah” menuju solusi dua negara, diadopsi pada hari Jumat (12/9/202).

    Deklarasi solusi dua negara ini dengan 142 suara mendukung, 10 suara menentang – termasuk Israel dan sekutu utamanya, Amerika Serikat – dan 12 suara abstain.

    Disampaikan oleh Prancis dan Arab Saudi, dokumen setebal tujuh halaman tersebut menyerukan “tindakan kolektif untuk mengakhiri perang di Gaza.

    Baca: Palestina optimistis banyak negara yang dukung solusi dua negara

    Hal ini penting guna mencapai penyelesaian konflik Israel-Palestina yang adil, damai, dan langgeng berdasarkan implementasi efektif solusi Dua Negara”.

    Deklarasi solusi dua negara tersebut juga memerintahkan kelompok perlawanan Palestina, Hamas yang menjalankan pemerintahan di Gaza, untuk “membebaskan semua sandera”.

    Deklarasi tersebut menetapkan bahwa Hamas harus “mengakhiri kekuasaannya di Gaza dan menyerahkan persenjataannya kepada Otoritas Palestina … sejalan dengan tujuan Negara Palestina yang berdaulat dan merdeka”.

    Kementerian Luar Negeri Palestina menyambut baik upaya Saudi-Prancis untuk menciptakan “rencana yang dapat ditindaklanjuti” menuju solusi dua negara.

    Kementerian tersebut juga menyerukan “pengaktifan semua mekanisme untuk mengakhiri pendudukan kolonial Israel” dan “mencapai hak-hak sah rakyat Palestina”.

    Baca: Peluang terwujudnya dua negara Palestina dan Israel

    Upaya untuk ‘memajukan proses negosiasi’
    Dukungan PBB yang tegas terhadap solusi dua negara muncul di tengah pemboman berkelanjutan Israel di Gaza, satu hari setelah Netanyahu menandatangani rencana perluasan permukiman di Tepi Barat yang diduduki yang akan membuat negara Palestina di masa depan hampir mustahil.

    Melaporkan dari New York, Kristen Saloomey dari Al Jazeera mengatakan bahwa pemungutan suara tersebut menunjukkan “penolakan yang luar biasa dari komunitas internasional”.

    “Ini menunjukkan meningkatnya kekhawatiran atas kurangnya kemajuan dalam … perundingan, dan upaya komunitas internasional untuk memajukan proses negosiasi,” ujarnya.

    Pemungutan suara ini mendahului KTT PBB mendatang yang diketuai bersama oleh Riyadh dan Paris pada 22 September di New York.

    Dalam KTT ini, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan beberapa pemimpin lainnya telah berjanji untuk secara resmi mengakui negara Palestina.

    Meskipun 146 anggota PBB telah mendukung negara Palestina, sekitar 10 negara lainnya, termasuk Prancis, Norwegia, Spanyol, Irlandia, dan Inggris, diperkirakan akan bergabung dengan mereka akhir bulan ini.

    Baca: Peluang mewujudkan Palestina merdeka dan berdaulat

  • Palestina Sambut Baik Deklarasi New York yang Mendukung Solusi Dua Negara

    Palestina Sambut Baik Deklarasi New York yang Mendukung Solusi Dua Negara

    7cloud.asia – Palestina menyambut baik voting Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengadopsi dan menyetujui Deklarasi New York yang mendukung solusi dua negara Israel dan Palestina.

    Dalam pernyataan yang dirilis Jumat (12/9/202), wakil Palestina menggambarkan deklarasi ini sebagai hasil utama konferensi PBB tentang penyelesaian damai atas isu Palestina dan implementasi solusi dua negara.

    Dalam pernyataan pers, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Palestina mengatakan bahwa 142 negara memberikan suara untuk mendukung resolusi tersebut, sementara 12 negara abstain, dan 10 negara tidak setuju.

    Kemenlu Palestina memuji sikap negara-negara yang mensponsori, mendukung, dan memberikan suara untuk mendukung resolusi tersebut.

    Baca: Majelis Umum PBB mendukung solusi dua negara

    Kemenlu Palestina juga mendesak negara-negara anggota PBB untuk melaksanakan hasil konferensi internasional tersebut terkait solusi dua negara dan menekan Israel agar menghentikan operasi militer, menyetujui gencatan senjata.

    Palestina juga mendesak diakhirinya penggunaan kelaparan “sebagai senjata perang,” mencegah pengungsian paksa, serta membebaskan tahanan dan sandera.

    Dalam pernyataan pers di platform media sosial X, Wakil Presiden Palestina Hussein al-Sheikh mengatakan keputusan Majelis Umum PBB mencerminkan keinginan masyarakat internasional dalam mendukung hak-hak rakyat Palestina.

    Dirinya menekankan bahwa pengadopsian tersebut merupakan langkah penting menuju berakhirnya “pendudukan Israel” dan mewujudkan negara Palestina yang merdeka berdasarkan perjanjian perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

    Baca: Palestina optimistis banyak negara mendukung solusi dua negara

    Dukungan PBB tersebut diberikan beberapa hari setelah Israel melancarkan serangan mendadak di Doha pada Selasa (9/9/2025) untuk membunuh Khalil al-Hayya, seorang pemimpin senior di biro politik Hamas.

    Khalil bertemu dengan para pemimpin Hamas lainnya yang bertemu untuk membahas proposal gencatan senjata Gaza yang diajukan oleh Amerika Serikat.

    Hamas kemudian melaporkan bahwa al-Hayya selamat dari serangan tersebut. Namun, serangan itu menewaskan putranya dan salah satu ajudan utamanya.

    Pada Jumat, Hamas mengatakan al-Hayya melaksanakan salat jenazah untuk putranya dan korban lain yang tewas dalam apa yang digambarkannya sebagai percobaan pembunuhan berbahaya di Doha.

    Pewarta: Antaranews.com/Xinhua

  • Ribuan Warga Israel Dukung Solusi Dua Negara dan Akui Negara Palestina

    Ribuan Warga Israel Dukung Solusi Dua Negara dan Akui Negara Palestina

    7cloud.asia – Lebih dari 7.500 warga Israel menandatangani petisi yang menyerukan pengakuan terhadap negara Palestina, mendukung solusi dua negara serta penghentian perang di Gaza.

    Sebuah kelompok advokasi Israel, dalam pernyataan yang dirilis Rabu (17/9/2025) menyebutkan bahwa petisi tersebut digagas oleh Zazim, sebuah gerakan akar rumput Yahudi-Arab.

    Disebutkan, inisiatif tersebut bertujuan menyampaikan “pesan jelas dan bersatu dari rakyat Israel kepada komunitas internasional” menjelang Sidang Umum PBB di New York pada 22 September mendatang.

    Penyelenggara penandatangan petisi memperkirakan jumlah penandatangan akan melampaui 10.000 sebelum sidang berlangsung.

    “Pengakuan negara Palestina bukan dimaksudkan sebagai hukuman bagi Israel, melainkan sebagai langkah menuju masa depan yang lebih baik berdasarkan pengakuan timbal balik dan keamanan bagi kedua bangsa,” bunyi petisi tersebut.

    Baca: Majelis Umum PBB teken Deklarasi New York yang mendukung solusi dua negara

    Zazim memperingatkan bahwa tanpa pengakuan Palestina, Israel berisiko mengikuti agenda yang digerakkan oleh menteri sayap kanan, seperti kepala keuangan Bezalel Smotrich, yang mendorong “pencaplokan, apartheid, dan kelanjutan perang.”

    Smotrich dan anggota lain dalam pemerintahan pemimpin otoritas Benjamin Netanyahu berulang kali menyerukan pencaplokan Tepi Barat yang diduduki Israel.

    Langkah ini oleh para pengkritik Netanyahu dinilai akan menutup pintu secara permanen bagi solusi dua negara.

    Solusi dua negara yang mengakui Palestina merdeka juga didukung Sidang Majelis Umum PBB beberapa hari lalu. Solusi ini diharapkan dapat menghentikan perang di Gaza yang berlangsung sejak Oktober 2023 lalu.

    Agresi militer Israel ke Gaza telah menewaskan lebih 65.000 warga Palestina dan menghancurkan sebagian besar wilayah kantung Palestina ini.

    Baca: Palestina optimistis banyak negara mendukung solusi dua negara

    Perang genosida Israel di Jalur Gaza, juga mengakibatkan sedikitnya 1.022 warga Palestina tewas dan lebih dari 7.000 lainnya terluka di Tepi Barat.

    Mereka meninggal akibat serangan pasukan Israel dan pemukim ilegal, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

    Pejabat Palestina menyatakan kampanye teror Israel di Tepi Barat bertujuan mengusir warga Palestina dari tanah mereka, sehingga solusi dua negara mustahil diwujudkan.

    Dalam putusan bersejarah pada Juli lalu, Mahkamah Internasional (ICJ) menyatakan pendudukan Israel atas wilayah Palestina ilegal dan menuntut evakuasi seluruh permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu