Tag: sosial

  • Tak Hanya Merusak Lingkungan, BRIN Sebut Pagar Laut Rugikan Nelayan

    Tak Hanya Merusak Lingkungan, BRIN Sebut Pagar Laut Rugikan Nelayan

    7cloud.asia – Pagar laut yang ditemukan di perairan Tangerang, Banten dan Bekasi, Jawa Barat tak hanya berdampak serius bagi lingkungan atau ekologi. Tetapi juga berdampak pada ekonomi dan sosial wilayah sekitar.

    Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Subarudi menjelaskan pagar laut merusak lingkungan laut termasuk kerusakan ekosistem terumbu karang sekitar.

    “Pola arus berubah, lamun sebagai habitat ikan juga rusak dan mengganggu ekosistem laut,” ujar Subarudi seperti yang dilansir Antaranews.

    Lebih jauh Subarudi menjelaskan keberadaan pagar laut yang dapat menjadi awal upaya reklamasi tersebut juga mengancam keadilan akses sumber daya bagi masyarakat setempat yang mata pencahariannya bergantung pada hasil laut.

    Baca: Pagar laut tak cukup dibongkar tapi harus ada proses hukum

    Menurutnya pemagaran wilayah perairan merupakan sebuah kontradiksi dengan prinsip pemanfaatan umum kawasan pesisir yang dijamin oleh pemerintah daerah.

    “Adanya berbagai pihak yang saling klaim kepemilikan memberikan dampak sosial-ekologi yang signifikan,” jelasnya.

    Selain itu, adanya pemblokiran akses ke jalur laut juga secara khusus akan memberikan dampak kepada kondisi masyarakat lokal yang sudah rentan.

    Berdasarkan estimasi sementara Ombudsman RI, kerugian nelayan sebesar Rp9 miliar selama tiga bulan terakhir akibat pemagaran laut sepanjang 30,16 kilometer di Kabupaten Tangerang.

    Baca: PDIP dorong pembentukan pansus selidiki pagar laut

    Seperti yang diwartakan sebelumnya, pagar laut sepanjang 30,16 kilometer ditemukan berada di wilayah 16 desa di enam kecamatan Kabupaten Tangerang.

    Tiga desa di Kecamatan Kronjo, tiga desa di Kecamatan Kemiri, empat desa di Kecamatan Mauk, satu desa di Kecamatan Sukadiri, tiga desa di Kecamatan Pakuhaji, dan dua desa di Kecamatan Teluknaga.

    Meski saat ini proses pembongkaran tengah dilakukan oleh tim gabungan dari TNI AL, Polri, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta nelayan,  tetapi pemasangan pagar laut tersebut belum terungkap dalangnya.

    Karena itu, perlu proses hukum pidana terkait pembangunan pagar laut di Tangerang yang diduga milik Agung Sedayu Group ini.

    Baca: Membongkar kejanggalan di balik pagar laut Tangerang

    Mantan Menkopolkam, Mahfud MD lewat cuitan di akun X, menegaskan kasus pagar laut Tangerang harus segera dinyatakan sebagai kasus pidana. Pakar hukum tata negara ini meminta pemerintah tegas dengan kasus ini.

    Bahkan, Mahfud menyebut sudah masuk ranah pidana karena adanya sertifikat ilegal yang diduga kuat diperoleh melalui proses kolusi dan korupsi yang berkesinambungan.

    “Kasus pemagaran laut, seharusnya segera dinyatakan sebagai kasus pidana,” tulis Mahfud MD.

    Mahfud menegaskan, aparat pemerintah di lapangan tidak perlu khawatir, karena yang bertanggung jawab atas tindak pidana ini adalah master mind atau otak perencana.

     

  • HUT Bakul Budaya UI ke-3, Peneguhan Diri Sebagai Komunitas Inklusif

    HUT Bakul Budaya UI ke-3, Peneguhan Diri Sebagai Komunitas Inklusif

    7cloud.asia – Lenggak lenggok para penari diatas panggung dengan kostum berwarna warni pada Minggu (21/09/2025) siang memeriahkan hari jadi Komunitas Bakul Budaya, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) yang ke 3 di Gedung IX FIB UI.  

    Para penari dengan iringan lagu membawakan beraneka macam tarian, diantaranya Tari Piring dari Sumatera Barat, Tari Yapong dari Betawi, Tari Ondel-ondel dari Betawi, Tari Lengger dari Banyumas, dan lain-lain.

    Memang Komunitas Bakul Budaya saat ini telah ditunjuk oleh Pemerintah Kota Depok untuk menjadi fasilitas mengajarkan tarian daerah kepada warganya.

    Baca: Menenun Cerita Tenun Tidore Ala Bakul Budaya

    Karena itu, Komunitas Bakul Budaya tak hanya beranggotakan mahasiswa atau alumni UI, tetapi juga masyarakat umum. Bakul budaya menghilangkan sekat-sekat agama, suku, ras dan antar golongan.

    Menurut Ketua Umum Komunitas Bakul Budaya FIB UI, Dewi Marhaeni, Komunitas Bakul Budaya memiliki misi melestarikan budaya, merawat bumi, merajut kebhinekaan dan membangun nilai-nilai kemanusiaan.

    “Bakul (Bakul Budaya) ini bersifat inklusif, tidak ada sekat antara laki-laki dan perempuan, kami juga tidak disekatkan oleh kehidupan sosial atau ekonomi atau pendidikan atau agama, suku,” kata Dewi.

    Baca: Komunitas Bakul Budaya UI Ajak Masyarakat Ramah Hutan

    Ulang Tahun Komunitas Bakul Budaya UI kali ini bertepatan dengan Hari Tenun Nasional mengangkat tema “Mengulik Tenun Tatar Sunda: Baduy dan Majalengka”.

    Selain tarian dari berbagai daerah, juga ada paduan suara serta diskusi tentang tenun tatar Sunda yang menghadirkan akademisi sekaligus desainer, Sonny Muchlison dan Don Hasman, etnografer.

    Ada pula bazar yang menjual kain tenun hasil karya masyarakat Majalengka dan Baduy serta aneka macam makanan dan minuman.